October 21, 2014

Yellow Notes

I'm writing this when I saw a lot of yellow notes over my room-wall
I am exactly wonder "what do I do?"
Like my self asking to it self
About how these yellow notes would arrive in some places I need?
You would never know what I said, but these yellow notes are very important for me
I wrote everything on it
My dreams, my wishes, my pains, my prayers, my motivations
Every single things
One of my notes would be something next times: be yours
And the one of my favorite yellow notes: I love you

PYM for my O
8.23 pm

September 19, 2014

Hidupkan Hidupmu


Tidak banyak yang bisa saya tulis belakangan ini, karena topik yang ingin saya bahas justru saya eliminasi untuk naik posting. Sesaat saya berpikir tentang cara saya menghidupi kehidupan, dan cara orang lain memandang kehidupan mereka, saya rasa cukup menarik untuk diangkat menjadi sebuah tulisan.

August 25, 2014

Maafkan Aku...

Seketika air mataku jatuh
Berlinang merebak menjadi sebuah bingkai
Di wajahku tergores luka
Terdalam hanya karena sebuah gambar
Gadis kecil itu...
Dengan rambut berwarna cokelat terbakar matahari,
Wajah tanpa senyum makna beratnya kehidupan ini
Sepasang kaki kecil tanpa alas mewah,
Hanya sandal tipis
Ia berjalan setiap hari, menenteng kresek
Berisi buku, untuk ia belajar
Sungguh sakit hati ini melihatnya
Tidak terbendung lagi air mataku
Bahkan saat menuliskan kata ini pun,
hatiku serasa perih
Apa yang telah aku lakukan?
Apa yang telah kamu lakukan?
Apa yang telah mereka lakukan?
Tidak kah ada yang melihat dan menyadarinya?
Sungguh sakit hatiku
Aku perlu melakukan sesuatu,
tidak sepantasnya anak-anak merasakan hal ini
Anak-anak ini harus diberikan sesuatu
Air mata untuk mereka
Maafkan aku...



PYM
10.38 AM
August, 25th 2014

August 18, 2014

Memanusiakan Manusia

Human Trafficking. Tahukah kalian apa itu? Secara singkat, human trafficking berarti praktek perdagangan manusia oleh oknum-oknum yang memiliki latar belakang keuangan. Praktek perdagangan manusia ini tidak main-main, lho... Ini menjadi persoalan serius di mata dunia, dan hal ini juga pernah dan masih terjadi di Indonesia. Saya tidak akan membahas masalah human trafficking pada post kali ini, karena saya ingin membawa kalian pada obrolan menarik yang masih ada kaitannya dengan human trafficking, yaitu memanusiakan manusia.

July 31, 2014

Be Your Self


Menjadi diri sendiri. Mudah sekali rasanya, menjadi berbeda diantara sekian banyak orang yang cenderung 'sama'. Tapi, jika kita telusuri lebih jauh, menajdi diri sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak kompensasi pada diri sendiri yang akan menggeser makna dari seberapa pentingnya menjadi diri sendiri dan bahwa, menjadi diri sendiri adalah kunci keberhasilan kita. Penasaran?

July 26, 2014

Cinta Untuk Dikritik, Cinta Untuk Memuji

Kemarin, tepat tanggal 25 Juli 2014, saya dan pacar saya resmi membuka sebuah situs pribadi berbayar yang berawal dari ide iseng, lalu akhirnya kesampaian dengan tujuan untuk menginspirasi orang banyak melalui media yang memberikan informasi. Proses yang sangat melelahkan bagi kami berdua, jujur saja, karena di situs ini, bisa dilihat di sini, kami mengerjakan setiap detailnya secara hati-hati dan penuh perhitungan. Banyak ketidak-puasan yang kami dapatkan, tetapi untuk mencapai hasil akhir yang dapat diterima publik, kami sudah berhasil melewati proses dan menyelesaikannya. Sebuah website tidak akan ada artinya tanpa pengunjung. Jadi, kami berdua sepakat untuk membuat website ini se-catchy mungkin, agar pengunjung merasa ketagihan untuk membuka website kami untuk memuaskan rasa haus terhadap informasi yang berkembang di sekitar kita.

Banyak reaksi yang muncul seiring dengan kami publish-nya website ini. Ada yang secara terang-terangan memuji, namun tidak sedikit juga hanya memandang sebelah mata, atau acuh sama sekali. Inilah hal menarik yang ingin saya bahas, sesuai dengan judul di atas, saya ingin mengungkapkan bagaimana pandangan saya tentang kritik dan pujian.

Seorang teman melihat saya me-launch website baru di media sosial, lalu menghubungi saya setelah membaca postingan saya di website dan blog ini. Ia memotivasi saya untuk terus menulis, konsisten di sini, karena tulisan-tulisan yang saya buat cenderung anti-mainstream, yaitu memberikan sudut pandang yang bertolak belakang dari pemikiran banyak orang, namun masuk akal. Saya dipuji sedemikian rupa olehnya, dan ditunggu gebrakan menarik agar website ini berhasil di kancah dunia maya. Setelah kami mengobrol beberapa lama, saya berpikir bagaimana perasaan saya setelah dipuji berdasarkan karya yang saya buat. Bangga. Saya merasa dunia sedang berfokus untuk melihat saya dan memerhatikan apa yang sedang saya kerjakan, saya adalah pusat perhatian. Ini menyenangkan sekali, dan sungguh saya menikmatinya. Yang ada di kepala saya hanya bagaimanna orang-orang memberikan ucapan selamat mereka karena tulisan-tulisan saya sangat menginspirasi mereka, dan saya merasa begitu tersanjung dengan kata-kata pujian mereka.

Lalu, tiba saatnya seorang teman lain mengatakan bahwa website saya tidak penting, alay, tidak akan ada yang melihat, dan hanya memandang sebelah mata. Saya kaget, apakah segitu buruknya? Saya hanya tersenyum, dan mengucapkan terimakasih atas kritikannya. Dan justru perasaan saya lebih dari sekedar bangga karena kritikan tersebut. Pasalnya, pacar saya memantau setiap jam mengenai trafik pengunjung website saya, dan responnya sangat bertolak belakang dengan apa yang teman saya ucapkan. Berarti kritikannya terpatahkan, namun ia tidak tahu fakta tersebut, bukan begitu? Saya tidak banyak berbicara, justru mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas kritikannya karena itu membuat saya dan pacar saya semakin semangat dalam membuat sebuah karya yang bermanfaat.

Banyak orang begitu mudah untuk melayang karena dipuji atas keberhasilan mereka, tulus maupun hanya untuk cari muka, pujian itu tidak bisa dipungkiri membuat ego kita jadi meningkat dan semakin meningkat, ini sangat berbahaya. Coba perhatikan orang yang sedang dipuji, ekspresi wajahnya pasti berubah dan seperti oase dalam gurun pasir, mood mereka akan meningkat secara drastis. Dan coba perhatikan orang yang habis dikritik mati-matian, kepercayaan dirinya langsung down, namun, jauh dari lubuk hatinya, ia akan mengevaluasi diri, apa kira-kira yang menjadi penyebab dari ketidak-berhasilannya dan bagaimana agar hal tersebut tidak terulang lagi padanya. Mengerti maksud saya? Padahal, kata pujian itu sendiri dapat membuat kita menjadi lupa bahwa pembuktian dari keberhasilan dari pekerjaan kita adalah bukan saat orang-orang menyukai begitu saja hasil karya kita, tetapi bagaimana orang datang dan meremehkan pekerjaan kita yang sebetulnya telah berhasil, lalu dengan bangga kita merangkul mereka dan berkata, "Hei, bud. Santailah sedikit, ingin kuperlihatkan sesuatu? Inilah hasil karyaku yang belum kaulihat tapi sudah kau komentari." Melihat ekspresi orang yang terkaget-kaget karena sesuatu yang dia pikirkan ternyata salah total, sungguh sebuah kebanggaan lebih dari apapun. Perfect!
Siapkan diri untuk menerima banyak kritikan, dan kuatkan mental saat dipuji.
Semoga menginspirasi!





July 22, 2014

Give And Take


What a good quote from our father, Mahatma Gandhi which is talked about how the purpose of give and take. "For it is all give and no take." "Untuk semua itu, memberilah dan jangan menerima."
Saya melihat beberapa situasi di luar sana tentang bagaimana proses memberi dan menerima ini masih rancu batasannya. Apakah kita harus lebih banyak menerima? Atau justru lebih banyak memberi? Atau tidak keduanya? Saya memiliki pemikiran yang bertolak belakang kali ini dengan Mr. Gandhi, dan koreksi saya jika ini salah.

Banyak hal dalam kehidupan ini saya pelajari kondisinya lalu saya simpan dalam jurnal pemikiran saya untuk saya analisis dan kemudian menjadikannya sebagai tapakan untuk berjalan ke depan. Salah satunya adalah bagaimana saya menghargai betul tentang interaksi mengenai memberi dan menerima. Saya tidak pernah menolak untuk diberikan sesuatu oleh orang lain. Seburuk atau sebaik apapun niat orang yang memberi, saya meyakini bahwa mereka pasti sudah ikhlas memberi saya, kalau tidak, saya pasti bisa membaca ekspresi wajahnya dan tentunya saya akan menolak. Tapi sejauh ini, banyak orang yang memberi kepada saya memang orang-orang yang penuh rasa ikhlas. Padahal sebetulnya sesuatu yang diberikan kepada saya bukanlah sesuatu yang memang menjadi idaman saya, tetapi, saya punya prinsip "saya akan merasa bahagia jika saya tidak menyakiti orang lain dengan menolak apa yang mereka berikan kepada saya." Besar ataupun kecil pemberian itu, saya pasti akan menyambutnya dengan riang dan penuh rasa suka cita. Mereka yang memberi pun merasa senang karena apa yang mereka berikan berarti di mata si penerima. Dan seterusnya, saya semakin didekatkan dengan rejeki, dalam hal apapun. So is.... kedua tangan saya terbuka lebar untuk menerima apapun pemberian orang terhadap saya, baik ataupun buruk, besar maupun kecil, ringan atau berat sekalipun, suka ataupun tak suka, saya tidak mempermasalahkan mengenai hal itu. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana dengan saya menerima, konektivitas antara saya dan si pemberi semakin erat dan semakin baik ke depannya. Dan di saat saya memiliki sesuatu untuk dibagi, mereka dengan tangan terbuka menerima apapun pemberian saya, kehidupan menjadi penuh canda dan tawa. Harmonis. Dan kami sangat baik-baik saja dan saling memberi sampai sekarang, sharing to another is the most important thing to makes you become happier.

Saya hanya manusia biasa yang tentunya tidak pernah luput dari kesalahan. Sebagai pembanding dari sikap saya di atas, saya melakukan riset yang berbeda. Kali ini, ketika seseorang memberikan saya sesuatu, dengan tegas saya mengucapkan, "TIDAK!" dan bersikeras untuk tidak menerimanya sampai kami mengalami perdebatan kecil masalah tolak-menolak ini. Saya ditanya, "why you tidak menerima saja, sih, saya tidak memberi racun, kok, di sana. Well, if you don't want to, saya akan beri ini ke orang lain." Dan dari ekspresi wajahnya saya bisa membaca ia menambah kata dalam hatinya, "jangan harap aku akan memberi lagi ke kamu, ya setelah ini." Ia berlalu dengan santai. Tetapi, saya berpikir. What have I done? Saya melakukan kesalahan. Apa itu? Saya menyakiti hati orang yang dengan ikhlas memberikan saya sesuatu, untuk alasan apa saya menolak? Karena saya tidak ingin berhutang budi. Hohoho... naif sekali cara berpikir saya. Saya mempertahankan prinsip saya dan menyakiti hati orang lain, dan saya merasa itu sebuah kesalahan. Padahal sebetulnya saya bisa saja pura-pura menerima tetapi setelahnya memberi lagi ke orang lain, daripada menolak mentah-mentah pemberian orang. Hati saya ngilu, setiap kali telah menyakiti orang lain. Dan lain waktu, saya meminta maaf dengan memberikan dia sesuatu, dan....SAYA DITOLAK! Sungguh setelah itu saya dan dia tidak terlalu akrab dalam bergaul, dan ia sekarang sudah lebih maju dari saya, yang tersisa adalah sebuah penyesalan.

Jadi menurut saya, kesimpulannya adalah menerimalah secara ikhlas, lalu kalian akan diberi dengan ikhlas. Sebelum kalian bisa menerima, jangan harap pemberian kalian akan disukai orang lain. Dan jangan pernah menyakiti orang lain dengan berkata tidak pada pemberian mereka, karena apa yang tidak kalian ketahui, di belakang sana, mereka akan mulai menilai kepribadian kalian. Dengan proses inilah kita dapat mempererat hubungan dengan orang lain, dan percayalah, kemanapun kalian melangkah, tidak akan ada kerutan di dahi dan kecemasan, karena percaya diri dengan kepribadian terbuka yang kalian miliki, salah satunya adalah berani menerima sebelum memberi. 

"The point is, literally, it's all about how you take more, and give more at the same time, so your life would be balance." -PYM


Semoga menginspirasi!
-PYM

July 18, 2014

Think Different

Saya sengaja mengutip judul diatas dari jargon Apple yaitu "Think Different". Kenapa? Karena ini sangat cocok dengan cara berpikir saya. Postingan kali ini saya ingin mengungkap sedikit perbedaan dari saya dan orang-orang di sekitar saya terutama soal cara pandang saya terhadap sesuatu.



1. Kehidupan
Orang yang berusia di bawah 25 tahun cenderung berpikir individualisme. Masa muda masa berjaya, itulah prinsip mereka. Istilah masa kininya, YOLO (You Only Live Once). Well, saya juga memakai istilah YOLO dalam hidup saya tetapi untuk hal-hal yang cenderung bertentangan. Saya banyak mengeksplor tentang kehidupan dari mengamati orang-orang. Di saat orang tidak peduli dengan sekitarnya, saya justru sebaliknya. Saya bisa menangis hanya karena melihat bapak-bapak mendorong gerobak sampah, mengerutkan kening melihat anak-anak berseragam SD jalan sendirian di tengah hari, atau melihat tukang bangunan yang bekerja di rumah. Saya banyak mengamati pola dan tingkah laku orang-orang, dan saya berprinsip untuk tidak mau menyepelekan setiap orang yang saya temui.

2. Gender
Women are the same as Men. Tapi banyak sekali di luar sana orang-orang masih membedakan gender. "Ladies First" atau "Udah lo cewek diem aja" atau bahkan "Lo cewek bisa apa sih, sini biar gue aja". Lalu, apa gunanya emansipasi wanita dikamapanyekan? Saya berpikir banyak tentang hal ini. Bagaimana perbedaam kaum wanita dan laki-laki begitu jelas terlihat. Mereka jelas-jelas hanya omong kosong saat mengatakan bahwa wanita dan laki-laki itu sama. Tentu saja mereka berbeda. Ada hal yang bisa dikerjakan oleh wanita tetapi tidak oleh laki-laki, dan begitu juga sebaliknya. Saya mulai memikirkan kampanye yang tepat tentang gender yaitu "Toleransi antara Pria dan Wanita". Di mana garis-garis batasannya jelas tentang bagaimana pria dan wanita harus memiliki rasa toleransi yang tinggi dan saling menghargai mengenai keberadaan mereka masing-masing. Tahu secara jelas mengenai pekerjaan yang layak untuk laki-laki dan wanita itu sendiri.

3. Pergaulan
Nah, saya suka membahas mengenai pergaulan. Sejak dulu hingga sekarang, entah kenapa saya justru terikat dengan orang-orang yang memiliki jaringan pergaulan yang luas, sehingga membawa saya juga dikenal banyak orang. Padahal, jujur saja, saya tipikal introvert yang tidak mudah beradaptasi. Tetapi itu dulu, sekarang, semakin saya bertemu banyak orang, saya sangat bersemangat untuk berkenalan dengan setiap orang yang saya temui, berteman, dan membicarakan banyak hal. Dan saya sekarang terbalik menjadi pribadi yang extrovert. Teman-teman seusia saya cenderung hanya berkutat pada pergaulan yang itu-itu saja. Mereka enggan untuk keluar dar zona nyaman dan memilih untuk tetap hangat dalam lingkaran persahabatan mereka. Saya punya banyak pengalaman indah dan pahit tentang dunia pergaulan sehingga membuat saya untuk menggunakan prinsip open minded, tidak membeda-bedakan status sosial seseorang-tetapi tetap memilih pergaulan yang layak untuk diri saya, banyak tersenyum, berani bicara duluan, percaya diri, dan saat ini media sosial yang begitu banyak pilihan, memudahkan saya untuk tetap keep in touch dengan beberapa teman saya baik di dalam maupun luar negeri.

4. Hobi
Setiap orang mempunyai hobi yang berbeda-beda tergantung dari apa yang mereka sukai. Saya memilih untuk menyukai bidang seni seperti bernyanyi, mendesain, dan mengobservasi banyak hal. Di atas semua itu, hobi kebanggaan saya adalah membaca. Bukan hanya sekedar membaca, saya selalu mendapat kepuasan setelah memahami status BBM seseorang yang sarkastis. Atau berpikir dalam setelah membaca iklan layanan masyarakat di jalan. Banyak orang tidak menyadari bahwa membaca buku fiktif, jauh lebih bermanfaat bagi perkembangan mental seorang remaja daripada hanya membaca buku self-help, atau buku motivasi yang berat mengenai finansial, marketing dan sebagainya. Karena cerita fiktif dapat dengan cepat menstimulasi otak agar berpikir, menerka-nerka dan menebak solusi dari setiap permasalahan dalam cerita, jika dilatih secara terus-menerus, ini sangat baik bagi perkembangan emosi remaja berusia 12-18 tahun, dan efeknya nanti akan dirasakan saat mereka berusia diatas 20 tahun. Karena saya mengalaminya sendiri, jadi saya merasa perlu membagikannya.

5. Agama
Sebetulnya topik yang agak sensitif dan butuh beberapa menit dalam diri saya berperang untuk mengungkapkan ini. Saya memutuskan untuk membaginya saja. Secara pribadi, saya bukanlah orang yang religius dan fanatik terhadap suatu agama. Berbekal dari hobi saya membaca buku, saya banyak sekali membaca buku-buku mengenai agama, dan sampailah saya menyimpulkan pada titik bahwa agama justru menjadi penghalang kerukunan umat manusia. (Maaf) karena masing-masing agama memiliki dogma yang berbeda-beda sehingga menimbulkan pergesekan antar penganut yang berbeda sehingga terjadilah perpecahan. Di awal usia 19 tahun saya sempat meminta ijin kepada ibu saya untuk tidak menganut agama sama sekali, tetapi tetap memuja Tuhan dan leluhur. Saya mengambil keputusan ini karena saya merasa lebih nyaman dengan hanya menyebut kata Tuhan dalam setiap doa saya dan tidak terpaku pada ajaran-ajaran yang menyulitkan saya. Tetapi menjelang usia 20 tahun, di saat titik balik perubahan pola pikir saya dari remaja menuju dewasa, saya justru mem-flashback hal-hal apa yang harus saya pikirkan lebih dalam di usia 20 tahun ini. Yang terlintas pertama adalah agama. Ternyata, hati kecil saya bertolak belakang dengan otak saya yang memerintahkan untuk tidak menganut agama. Lalu, saya duduk tenang dan mulai melafalkan doa-doa yang saya anut dan berprinsip untuk setia pada agama yang saya anut sampai ajal memisahkan jiwa dari badan saya. Setelah melakukan itu, layaknya seperti seorang Sidharta yang mendapat pencerahan setelah 7 minggu bertapa di hutan dan menjadi seorang Buddha, di usia 20 tahun, saya menjadi manusia baru yang lebih ber'agama', kenapa saya beri tanda kutip, karena bukan agama menurut saya adalah sebagai pilihan yang membuat diri saya merasa nyaman dan semakin dekat kepada Tuhan, tidak bisa di-intervensi oleh orang lain termasuk orangtua saya sendiri, dan ini murni persoalan pribadi saya antara Tuhan dan diri saya. Beruntungnya saya memiliki pasangan yang memiliki pemikiran sejalan dengan saya, jadi kami sama-sama berprinsip untuk tetap setia pada agama kami namun tidak fanatik dan menjaga toleransi antar umat lain.


-PYM


July 13, 2014

Berdamai Itu Indah


Saya sengaja memilih gambar yang paling 'biasa' untuk ditampilkan karena di internet begitu banyak gambar yang membuat hati meringis saking memprihatinkan situasi di sana. Yap, Gaza. Begitu banyak hal yang terjadi beberapa hari belakangan mengenai konflik antar dua negara, Israel dan Palestina. Kabar terakhir yang saya ketahui adalah Israel mengebom Masjid dan sejumlah klinik di Gaza.
Ke mana perginya hati nurani mereka?
Konflik yang tidak kunjung berakhir ini seolah-olah semakin memanas. Lalu, apa fungsi PBB dalam hal ini? Mereka cenderung lamban bergerak untuk menghentikan konflik yang terjadi di Gaza, padahal justru organisasi ini yang harus tegas dalam menindak lanjuti misi perdamaian di dunia.
Okay, saya tidak akan menghabiskan posting kali ini hanya untuk kinerja PBB yang tidak memuaskan. Saya ingin mengajak kalian untuk lebih peka, melihat betapa sengsaranya saudara kita di Gaza yang tempat tinggal, sekolahan, serta segala fasilitas umum dijatuhi bom. Coba kalian bayangkan bila kalian berada di posisi mereka. Hidup dalam kecemasan dan rasa tidak aman, terluka serta hidup sederhana di pengungsian. Tidakkah nurani kalian terketuk?
"Iya, tetapi mereka jauh. Biar mereka selesaikan masalah mereka sendiri." Begitu rata-rata kata orang yang saya tanyai pendapatnya mengenai konflik Gaza ini. Tentu saja kita tidak bisa semudah itu menyelesaikan masalah, karena konflik ini sudah berlangsung bahkan sebelum kalian lahir hingga saat ini. Nah, lalu bagaimana cara kita berkontribusi untuk mereka?
Gampang sekali, di jaman hi-tech seperti ini, kita semua tentunya tidak ketinggalan jaman untuk membuat akun-akun media sosial, kita bisa berkampanye perdamaian dari internet. Karena internet adalah media penghubung yang sangat instan, jadi tidak ada istilah jarak yang terlalu jauh. Lalu, setelah kita berkampanye perdamaian di internet, apa pengaruhnya bagi mereka? Orang-orang yang sedang mengalami guncangan mental, tidak membutuhkan luapan materi agar membuat mereka terlepas dari rasa trauma, yang mereka perlukan adalah motivasi secara mental dan psikis, tempat berlindung dan juga kasih sayang. Coba bayangkan bagaimana kalau orang-orang di seluruh dunia kompak bersama-sama melakukan kampanye perdamaian dan mendesak PBB untuk segera melakukan tindakan untuk meredam konflik, atau siapapun pihak yang berpengaruh untuk menyelesaikan permasalahan perang ini. Is it still impossible?
Kita semua pasti tidak ingin ada korban berjatuhan lagi dan terutama, masa depan bangsa Palestina, yaitu anak-anak, tidak memiliki masa depan yang layak seperti layaknya yang kita miliki saat ini. Mari kita doakan mereka para korban agar kuat, tabah, dan tetap optimis menatap masa depan. Kita jangan henti menyuarakan kampanye perdamaian di media sosial, sebagai bentuk respect kita terhadap umat manusia di dunia.
Ada bagian lirik lagu dari Michael Jackson yang berjudul Heal The World yang semoga bisa menginspirasi, "We could fly so high
let our spirits never die
in my heart I feel
you are all my brothers
create a world with no fear
together we'll cry happy tears
see the nations turn
their swords into plowshares
we could really get there...."



-PYM

sources: google, nytimes, detik

July 09, 2014

Surat 9 Juli

Untuk Bapak Prabowo Subianto, dan bapak Joko Widodo

Hari ini adalah pemilihan umum presiden di Indonesia yang dilaksanakan lima tahun sekali. Euforia pesta demokrasi seperti yang bapak-bapak ketahui, berlangsung sejak tiga bulan belakangan, sangat meriah. Semua media cetak, elektronik, bahkan media sosial pun ikut beramai-ramai untuk berpartisipasi dalam pemilu 2014 ini.
Bapak Prabowo dan bapak Jokowi, hari ini adalah hari penentuan, siapakah diantara kalian berdua yang akan duduk di kursi nomor 1 di Indonesia menggantikan bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Saya tahu, pak Prabowo dan pak Jokowi pasti sedang deg-degan menunggu hasil, tetapi tetap menujukkan wajah tenang di depan media. Salut!
Sebelum salah satu dari kalian akan terpilih menjadi The President of Indonesia, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pak Prabowo dan pak Jokowi. Terimakasih, karena kalian berdua telah memberanikan diri untuk maju sebagai calon presiden, pak Prabowo yang seorang pengusaha dan pak Jokowi yang bergerak di bidang birokrasi, meninggalkan tugasnya sementara untuk muncul sebagai harapan baru Bangsa Indonesia. Sungguh sangat mulia...
Terimakasih untuk segala pengorbanan pak Prabowo dan pak Jokowi semasa kampanye, mengajak rakyat Indonesia untuk memilih, memperjuangkan rakyat, dan memberikan santunan-santunan kepada rakyat kecil. 
Terimakasih juga untuk pak Prabowo dan pak Jokowi, karena telah memiliki jiwa kepemimpinan yang begitu besar sehingga kalian berdua memang pantas untuk diunggulkan sebagai calon pemimpin bangsa.
Terimakasih telah memberikan contoh untuk bertoleransi diantara para kandidat capres dan cawapres, walaupun di luar sana para pendukung bapak-bapak sekalian, saling menjatuhkan satu sama lain.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa demokrasi di negara kita sudah sangat transparan dewasa ini. Semua warga negara dengan bebas dapat menyuarakan aspirasinya untuk membela para kandidat presiden pilihan mereka. Seperti saat ini, saya memutuskan untuk membuat surat ini, sebagai bentuk dukungan saya terhadap pak Prabowo dan pak Jokowi. Di saat banyak warga di luar sana yang melakukan black campaign, saling menjatuhkan kandidat lain, saling mempengaruhi, membongkar bobrok masing-masing kandidat, saya lebih memilih jalan lain yaitu mendukung dan percaya akan visi misi kalian berdua yang bertujuan untuk menjadikan bangsa Indonesia ini semakin maju ke depan dan melanjutkan visi dan misi dari presiden terdahulu. Terlepas dari segala kepentingan golongan yang kalian emban (yang saya yakini sekali bahwa itu tidak ringan), saya yakin bapak-bapak sekalian adalah pemimpin yang bijaksana dan siapapun yang terpilih nanti, akan lebih cermat dalam membawa Indonesia selama lima tahun ke depan. Tentu saja menuju ke arah kebaikan, karena jika sebaliknya, bapak-bapak sekalian akan berhadapan dengan lebih dari 202 juta rakyat Indonesia yang kecewa telah memilih salah satu dari kalian. Tolong, kepada siapapun yang terpilih nanti, berikanlah yang terbaik, buatlah keputusan-keputusan yang adil, jangan pernah lupakan dasar ideologi negara kita, dan jadilah pemimpin yang dicintai oleh rakyat, dengan selalu tersenyum dan optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara yang dihormati di mata internasional, rakyatnya sejahtera, pemerintahnya bersih dari korupsi, serta nilai investasi yang semakin meningkat. Salah satu dari kalian akan menjadi icon Indonesia di mata internasional, jadi percaya dirilah, dan tunjukkan bahwa kalian memang layak sebagai seorang pemimpin. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, saya yakini bapak-bapak sekalian akan memperoleh jawaban yang pantas atas pencalonan diri ini.
Demikianlah surat ini, saya selaku rakyat Indonesia, mewakilkan diri untuk memohon maaf atas semua kesalahan ataupun kekhilafan kami dalam berkampanye di media sosial yang mungkin kurang sopan, menyakiti hati, ataupun sebagainya. Semoga pak Prabowo dan pak Jokowi berlapang dada untuk menerima kekalahan, dan tidak lupa diri saat menerima kemenangan. Sukses untuk kalian berdua, pak Prabowo dan pak Jokowi!



Salam, PYM
9 Juli 2014, 10.00 am

July 07, 2014

Tidak Menangis Sebelum Menangis

Saya pernah membuat review tentang novel fiksi berjudul The Fault In Our Stars karangan John Green. First impression yang baik untuk penulis yang baru saya kenal. Di saat novel ini belum se-booming sekarang, sampai begitu banyak ada penggemar yang hanya sekedar ikut-ikutan, saya sudah mencintai kisah ini. Setahun lalu saat saya membeli novel ini dan banyak hal yang saya dapat dari hanya membaca interaksi antara Hazel Grace dan Augustus Waters.
Saya banyak mengutip kata mutiara dari novel ini, hingga saya dapat kesempatan untuk menonton filmnya. Sesungguhnya saya bukan penikmat film, tetapi selalu ada pengecualian untuk setiap hal, bukan?
Bagian yang paling saya nanti-nantikan agar terwujud dalam bentuk visual ternyata sesuai dengan bayangan saya selama ini. Perfect! Air mata saya keluar begitu saja saat menonton film ini, yang, well, notabene saya amat sangat jarang menangis. Bahkan di saat bapak saya meninggal pun, tidak ada air mata yang meluncur dari pipi saya.
Okay, menangis. Sama halnya dengan tertawa, menangis adalah sebuah respon dari otak terhadap sebuah kejadian yang dialami oleh manusia. Takut, marah, dengki, apapun itu, pusat kendalinya adalah otak.
Back to menangis.
Saya tidak sebegitu naifnya jadi manusia bahwa saya berkomitmen untuk tidak akan menangis, tidak akan marah, tidak akan tertawa, tidak akan bahagia, tidak akan jatuh cinta, maka teori saya adalah, segala hal yang berhubungan tentang perasaan itu sifatnya tidak konsisten, tidak abadi dan akan selalu berubah-ubah. Dan ini juga tidak bisa dikatakan bahwa kita orang yang tidak tetap pendirian. Karena dalam hidup ini begitu banyak hal yang tidak bisa kita kotak-kotakkan dan kita cap seperti apa yang kita persepsikan. We are alive, we are who run the world. Tentunya dalam konteks yang benar (kita sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan yang mana).
Saat dalam perjalanan pulang saya memikirkan banyak hal, tentang betapa dulunya saya sangat antipati untuk menangis, terutama menangisi orang meninggal, karena justru saya sangat mendoakan seseorang yang memang pantas untuk melepaskan diri dengan jiwanya, belakangan menjadi begitu berbeda. Saat mendapat kabar nenek saya meninggal, saya menangis sejadi-jadinya di dalam mobil saat sedang menyetir, dan adik asuh saya hanya diam melihat saya yang begitu rapuh saat itu. Itu baru pertama kalinya ia melihat saya menangis sejadi-jadinya. Tapi, saat saya memutar kembali kaset masa lalu saya enam tahun yang lalu, saat bapak saya meninggal, saya justru menjadi satu-satunya orang terkuat di rumah, karena semua, I mean every single one, menangisi kedatangan ambulans, dan saya hanya tertawa-tawa ceria seperti biasa. See? Lihat saya sekarang menjadi sensitif karena sebuah buku dan film!
Terkadang, kita harus menyalurkan perasaan-perasaan yang dulunya mungkin kita rasa bertolak belakang dengan kepribadian kita. Untuk apa begitu? Tanya dirimu sendiri. Kalau alasan saya, sih, karena saya tidak ingin suatu saat nanti menyesal karena terlewat untuk menikmati semua perasaan-perasaan semasa hidup menjadi manusia, karena umur adalah rahasia Tuhan, jadi saya menikmati tangisan saya karena dulu saya tidak pernah terpikir untuk menangis.
Jangan pernah takut untuk menjadi apa yang bertolak belakang dengan kebiasaanmu. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang memiliki hak untuk menghakimi, semasih dalam batasan norma, dan semasih kita hidup sebagai manusia, just do it.
Selamat menjadi berbeda!



-PYM
thanks to John Green who taught me how to cry on

July 03, 2014

Pantaskah Kita Jadi Manusia?

Beberapa waku lalu saya dikejutkan oleh headline berita online mengenai kasus mutilasi yang dilakukan oleh seorang pria terhadap teman dekat wanitanya. Bisa jadi karena motif percintaan, dendam, lalu memutuskan untuk menghabisi nyawa seseorang begitu saja. Tidakkah kalian berpikir, apa yang dipikirkan oleh orang semacam ini saat melakukan tindakan tersebut? Apakah sudah direncanakan, ataukah karena emosi sesaat?
Saya mengundang banyak pertanyaan terhadap hal tersebut, sampai-sampai saya satu waktu saya memutuskan untuk duduk, menutup mata, dan membayangkan bahwa saya adalah pelaku kriminal. Saya posisikan diri saya sebagai seorang yang memiliki tingkat emosional tidak stabil. Lalu, saya hadapkan diri saya pada medan di mana ada satu kejadian yang tidak saya kehendaki, tetapi sudah terjadi. Daripada saya menanggung malu seumur hidup, dan berhubung kejadian yang tidak saya kehendaki tersebut berkaitan dengan satu individu, saya berpikir pelan. Seolah-olah saya berdiri di dua ambang pintu dan jika saya buka pintu tersebut, yang saya lihat adalah; satu: mengikhlaskan kejadian tersebut dan bersiap bertatapan dengan orang-orang yang mungkin akan melihat saya sebelah mata. dan kedua: saya tidak siap menanggung malu, dan tidak tega melihat masa depan keluarga yang hancur, maka penyebab kejadian ini harus saya binasakan.
Saat saya berpikir dengan akal sehat normal saya, pilihan kedua jelas akan saya buang jauh-jauh, karena saya berpikir efek jangka panjang (domino's effect) dari saya melakukan tindak kejahatan yang disengaja adalah akan membuat masa depan saya hancur tak berbentuk. Lebih baik saya mengikhlaskan kejadian itu, toh, seiring berjalannya waktu, semuanya akan berlalu. Oke.
Tapi saat ini saya sedang memosisikan diri saya sebagai seorang yang sedang dimabuk oleh rasa galau dan tertekan, kegelisahan, depresi tingkat tinggi serta kekecewaan, ditambah rasa takut berlebihan. Saya tidak siap menanggung malu, jadi saya memilih untuk melakukan apa yang insting saya arahkan; eksekusi. Buat penyebab dari permasalahan saya ini hilang selama-lamanya dari muka bumi, karena saya diliputi oleh rasa benci yang tidak bisa dibendung lagi. Saya pun tanpa rasa bersalah, bahkan dengan kepuasan, bisa menghabisi nyawa seseorang yang dulunya pernah berarti dalam hidup saya. Saya menghabisinya dengan perasaan tenang karena sudah terbentuk rencana dalam otak saya akan apa yang arus saya lakukan.

Kembali otak saya berpikir, berarti setiap manusia memiliki insting untuk membunuh satu sama lain, dong? Jawabannya, secara alamiah menurut saya, iya. Tetapi, manusia dicipitakan otak untuk berpikir, sehingga mereka bisa memilah apa yang baik dan apa yang buruk untuk dirinya. Bagaimana masa lalu seseorang bisa memberi pengaruh begitu signifikan pada kehidupan masa kini orang tersebut, bagaimana pola asuh, pola pikir internal, eksternal, tekanan sosial, kurangnya pendidikan, dan rendahnya kontrol diri dapat membawa seseorang menuju penderitaan. Lalu, jika kita sudah mengalami gejala-gejala seperti itu, sebetulnya pantas tidak sih, kita jadi manusia?
Saya bertanya pada diri saya, dan melihat apa yang telah saya lakukan selama 20 tahun ini, saya pribadi merasa pantas untuk menjadi manusia. Kenapa? Karena Tuhan menghendaki saya untuk jadi manusia. Tuhan mengisi badan saya dengan jiwa, dan saya memerankan jiwa ini sebagai seorang Prani. Saya membantu orang, saya memberi apa yang saya punya, saya mencintai kehidupan saya, saya memiliki orang-orang yang mencintai saya, saya diremehkan, saya tidak dihargai, saya dikecewakan, saya dipermainkan, saya dihormati, saya disanjung, membuat saya memiliki pengalaman untuk membawa diri saya pada prinsip bahwa saya lahir sebagai manusia bukan untuk menjadi hujatan masyarakat, kehidupan di dunia ini tidak bisa diukur dengan kebahagiaan semata, tetapi bagaimana kita bisa menjadi kuat dengan pengalaman masa lalu yang menjatuhkan, tetapi kita bisa bangkit dan berjalan seperti semula. saya ingin menjadi ibu, dan memiliki keluarga yang bahagia kelak.
Lalu, tanya pada diri kalian sendiri, di saat punya masalah berat, adakah dua pintu bertolak belakang yang kalian lihat? pintu mana yang akan kalian pilih? Bayangkan diri anda, lalu simpulkan sendiri seberapa pantas anda menjadi seorang manusia.


-human activist
PYM

July 01, 2014

Dibawa Pergi Sang Waktu

Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?

Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu

-
Summer in Seoul, Ilana Tan

Cuaca Selasa yang cerah, membuat mood saya untuk menulis meningkat tajam. Sesaat melihat tulisan di atas saya tertegun, hari ini sudah memasuki awal bulan Juli, summer time, orang-orang pergi berlibur, teman saya berulang tahun, ada yang gajian, dan kalau saya... menikmati waktu yang telah saya lalui dan membaginya dengan orang terkasih.
Masih pensaran dalam benak saya tentang bagaimana waktu bisa menjadi patokan untuk jalannya kehidupan di bumi ini. Tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu hidup tanpa waktu. Lalu, sebetulnya bagaimana waktu itu terbentuk? Terlalu banyak pertanyaan dalam hati yang tidak bisa terungkap dan akhirnya tersimpan rapi. Jika dilihat dari di mana saya berdiri sekarang, peran waktu menjadi seperti cahaya yang menuntun setiap langkah saya. Seperti melihat hamparan padang rumput yang luas, saya melihat begitu banyak hal yang telah saya lalui dari setiap titik titik kehidupan. Dan di sinilah saya berdiri sekarang.
Saya percaya setiap momentum dalam hidup ini tidak ada yang sia-sia. Semuanya saling berkaitan seperti sulaman benang, satu persatu terjalin sebuah pola yang jika dirajut dengan sabar dan tenang, akan menghasilkan sesuatu yang berarti. Kembali lagi, Sang Waktu menunjukkan perannya.
Waktu yang berlalu begitu cepat tanpa kita semua mampu untuk menyadarinya. Sungguh menakjubkan. Saya bisa saja menjadikan waktu sebagai sahabat sekaligus senjata bagi saya untuk berjalan ke depan. Bekal saya adalah kepergian Sang Waktu, yaitu pengalaman. Apa yang saya rasakan di masa lalu, akan menjadi dasar pijakan untuk saya kembali melangkah di masa depan. Keputusan-keputusan yang saya ambil dalam hidup inilah yang akan dibawa pergi oleh Sang Waktu dan membawa saya ke masa di mana saya bisa melihat hamparan padang rumput yang luas; sebuah perjalanan.
Saya sangat menghargai waktu dan tidak pernah ingin bermusuhan dengannya. Saya ingin bersahabat dengan alam semesta dan seluruh isinya. Saya berusaha untuk berlaku baik, menjadi diri sendiri, apa adanya dan tidak berpura-pura, berekspresi, independen, dan tidak berusaha untuk menyangkut-pautkan diri pada hal yang tidak berkaitan dengan diri saya. Saya memiliki kehidupan, orang terkasih, keluarga, serta sahabat yang di mana perjalanan kami akan terus dibawa pergi oleh Sang Waktu, saya ikhlas. Karena Sang Waktu teramat baik hati pada saya, memberikan kesempatan untuk saya menikmati moment hidup, hari ini.

Semoga dapat menginspirasi untuk lebih mensyukuri hari ini.


-PYM

June 18, 2014

Owo VS Owi

Masa pemilu sudah semakin dekat dan berbagai kalangan berlomba-lomba untuk menyerukan aspirasi mereka dalam berpendapat. Beberapa waktu lalu, saya diundang oleh seorang teman untuk masuk di sebuah forum khusus tentang pemilu. Saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam forum tersebut, namun, memang pada dasarnya jiwa kepo saya cukup tinggi, saya mengendap-endap masuk dan membuka artikel-artikel politik. Isinya? Saling menjatuhkan si Owo dan si Owi. Artikel yang dimuat beberapa saya baca mengandung unsur provokatif yang kalau tidak pintar difilter, akan membahayakan mental. Kenapa saya bisa bicara seperti ini? Karena, saat ini kecenderungan orang-orang untuk membicarakan politik dalam situasi apapun. Ibu-ibu arisan, anak SMA nongkrong di sevel, bapak-bapak meeting, kang bakso dan teman-temannya, setiap elemen masyarakat membicarakan mengenai politik. Saling mengetes kemampuan mereka untuk mempersuasi lawan bicara bahwa pilihannya lah yang paling tepat untuk jadi orang nomor satu di Republik ini. Masalahnya bukan di situ, setiap warga negara berhak untuk menyuarakan pendapatnya dan itu diatur dalam Undang-Undang, tapi yang jadi permasalahan di sini adalah, mereka yang menjadikan politik sebagai wadah untuk mengacaukan demokrasi justru sukses mencekoki masyarakat dengan pemberitaan yang kebenarannya belum bisa dibuktikan 100%. Masyarakat akan terpengaruh untuk saling beradu argumen, berkata kasar, saling menjatuhkan, yang justru ditakutkan akan mengancam keamanan pemilu. Bukan saya mengaharpkan hal buruk sampai terjadi, tetapi, jika secara terus-menerus provokator ini menyulut emosi masyarakat, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi bisa kebalikannya. 
Intinya adalah, kita sebagai masyarakat yang sudah diberikan keleluasaan untuk berkembang di negara Republik Indonesia ini, mari kita sama-sama menjaga ketertiban pemilu, cara kita memberikan penilaian terhadap calon kandidat bukan dengan menjatuhkan mereka, tapi kita cari tahu latar belakang atau track record dari si Owo dan si Owi. Saya pribadi, lebih memilih untuk mencari tahu latar belakang calon pemimpin ini melalui wikipedia atau google. Tentang karirnya di masa lalu, visi dan misi, serta pola interaksinya dengan rakyat seperti apa. Jangan mengkambing-hitamkan politik, karena politik adalah sebuah sistem yang dipakai oleh semua umat di muka bumi ini, para penggerak sistem inilah yang harus memiliki jiwa sosial yang tinggi agar tidak menyalahi aturan dan malah menjadi boomerang untuk dirinya sendiri dan masyarakat luas dan negara tentunya. 
1 ataupun 2 adalah hak kita setiap warga negara untuk memilih. Ingat, pemilu itu bersifat jujur dan adil. Berikan contoh kepada generasi di bawah kita untuk cerdas dalam menyikapi isu pemilu. Jangan sampai kerusuhan pada tahun 1999 terulang kembali. 

“Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan.” 
― Tere LiyeNegeri Di Ujung Tanduk

BIOGRAFI
Prabowo Subianto merupakan mantan Danjen Kopassus, pengusaha dan politisi. Prabowo juga politikus dari partai Gerindra. Pada pemilihan umum tahun 2009, ia dipilih sebagai wakil dari capres Megawati Soekarnoputri namun ia harus bersabar karena kemenangan masih belum berpihak.

Prabowo berasal dari keluarga ilmuwan. Kakeknya, Margono Djojohadikusumo, merupakan pendiri Bank Negara Indonesia, pemimpin pertama Dewan Pertimbangan Agung Sementara, dan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang merupakan ahli ekonomi dulu dipercaya Presiden Soeharto untuk menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Prabowo menikahi anak Soeharto yang bernama Siti Hediati Hariyadi pada tahun 1983.

Prabowo pernah mengenyam pendidikan di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970 dan lulus pada tahun 1974. Selama karir militernya, ia berjasa dalam sebuah operasi melawan Gerakan Papua Merdeka. Ia membebaskan 12 peneliti yang sedang melakukan ekspedisi, 5 di antaranya  adalah warga negara Indonesia.

Nama Prabowo sering dikaitkan dengan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Mulai dari tudingan bahwa dialah dalang (mastermind) dari serangkaian aksi penculikan para aktivis penembakan mahasiswa Trisakti, penyulut kerusuhan Mei 1998, hingga menerabas ke isu seputar klik dan intrik di kalangan elite ABRI. Mulai dari tudingan adanya "pertemuan konspirasi" di Markas Kostrad pada 14 Mei 1998, tuduhan hendak melakukan kudeta yang dikaitkan dengan isu "pengepungan" kediaman Presiden B.J. Habibie oleh pasukan Kostrad dan Kopassus, sampai ke pembeberan sifat-sifat pribadinya.

Selain karir politik dan militernya, Prabowo juga memiliki sebuah bisnis bersama saudaranya di Mangkajang, Kalimantan Timur. Ia kini tercatat memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan yang dipimpinnya meliputi Nusantara Energy (perusahaan minyak, gas alam dan batu bara), Tidar Kerinci Agung (minyak kelapa), dan Jaladri Nusantara (industri perikanan).

Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia.

Dalam pemilu tahun 2009, Prabowo tercatat sebagai calon presiden-wakil presiden terkaya yang memiliki nilai kekayaan hingga 1,5 trilyun rupiah dan 7.5 milyar dollar Amerika.

Prabowo Subianto terpilih sebagai kandidat calon presiden untuk putaran pemilu 2014, Dengan menggandeng Hatta Rajasa sebagai calon wakil presidennya. Pasangan dengan nomor urut satu ini menghadapi pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada tanggal 9 Juli 2014.


Riset dan analisa oleh Pilar Asa Susila

profil.merdeka.com


BIOGRAFI
Nama Joko Widodo mulai menjadi sorotan ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta. Awalnya publik menyangsikan kemampuan pengusaha mebel ini untuk memimpin dan mengembangkan kota Surakarta, namun beberapa perubahan penting yang dibuat untuk membangun Surakarta di tahun pertama kepemimpinannya menepis keraguan ini.
Diawali dengan branding, di bawah kepemimpinan Jokowi kota Surakarta atau yang sering disebut dengan Solo punya slogan 'Solo: The Spirit of Java' yang mendasari semangat warga Solo untuk mengembangkan kotanya. Ini bukan sekedar branding, sejak tahun 2006 lalu kota Surakarta telah menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia. Dengan keanggotaan tersebut, di tahun berikutnya (2007) Solo menjadi tempat Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di Benteng Vastenburg. Penyelenggaraan event ini membawa misi penyelamatan situs bersejarah karena benteng tersebut terancam akan digusur untuk kepentingan bisnis. Bahkan tahun 2008, Solo menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi Organisasi Kota-kota Warisan Dunia ini. 
Proses relokasi pedagang barang bekas yang biasanya selalu diwarnai dengan penolakan dan protes bisa dilakukan Jokowi dengan baik karena komunikasi yang langsung dan jelas dijalin dengan masyarakat. Salah satu bentuk komunikasi tersebut adalah melalui saluran televisi lokal di mana masyarakat bisa langsung berinteraksi dengan walikotanya. Masalah lahan hijau juga menjadi perhatian Jokowi, relokasi pedagang barang bekas tersebut juga dilakukan dalam rangka revitalisasi lahan hijau di kota Solo.
Langkah besar lain yang diambil oleh Jokowi adalah menetapkan persyaratan bagi para investor untuk memperhatikan kepentingan publik dan tidak segan untuk menolak mereka jika tidak bisa mengikuti peraturan yang ada dalam kepemimpinan Jokowi. Nama Surakarta kembali menjadi perbincangan ketika para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo ini berhasil merakit mobil yang diberi nama Esemka. Jokowi sangat mendukung hasil yang membanggakan ini dengan ikut mengendarai mobil Esemka tersebut.
Untuk prestasinya ini Jokowi kemudian mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakilnya. Mereka berdua menjadi pasangan calon gubernur yang paling kuat berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan di hari pemilihan (Rabu, 11 Juli 2012), dan menjadi cagub yang paling banyak disoroti dalam Pilgub DKI 2012 ini. Namun demikian pencalonan Jokowi diwarnai dengan isu SARA yang dikeluarkan oleh Rhoma Irama dalam ceramahnya di Masjid Al'Isra Tanjung Duren Jakarta Barat. Dalam kesempatan itu, Rhoma Irama mengimbau warga agar memilih pemimpin yang seiman, dan beliau menyebutkan bahwa ibu Jokowi adalah seorang non-muslim. Pernyataan ini menuai protes keras dari publik hingga Panwaslu DKI melakukan pemeriksaan atas Rhoma Irama atas dugaan menyebarkan isu SARA.
Hasil dari kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berhasil mengambil hati masyarakat. Kini ia maju sebagai calon presiden sebagai kandidat dari PDIP dan menggandeng Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya dengan nomor urut dua. Melawan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto dengan wakilnya Hatta Rajasa.
Riset dan analisa oleh Somya Samita
profil.merdeka.com

Sukseskan Pemilu 9 Juli 2014, pilih berdasarkan hati nurani. 1 untuk 5 tahun.
Salam...
PYM


May 12, 2014

Memelihara Rasa Takut

Seseorang pernah mencetuskan istilah 'Hidup itu pilihan'. Well, I believe this kind of things are exactly true. Hidup adalah memilih. Mendapatkan apa yang diinginkan tanpa didasari oleh paksaan dari siapapun. Tetapi... Apakah semudah itu?

Mari kita mundur beberapa langkah, di saat kita akan di hadapi pada pilihan. Sebuah kejadian tiba-tiba muncul di hadapan kita, bak batu sebesar meja begitu saja menghalangi kita yang sedang menyetir dengan kecepatan tinggi, pilihan satu-satunya adalah menghindar atau pasrah untuk menabrak batu tersebut. Di kala waktu yang sesingkat itu, pilihan terburuk tentu menjadi pertimbangan paling terakhir yang akan kita ambil, istilah kerennya, kita semua maunya play safe. Lebih baik menghindari batu daripada mati menabrak batu. Tetapi, apakah sudah ada jaminan jika kita membelokkan setir secara tiba-tiba dengan kecepatan tinggi, akan membuat kita selamat? Bukannya justru membuat kesalahan yang lebih besar?

Hidup sebagai manusia yang diberi kekuatan oleh Sang Pencipta untuk berpikir, merasa, bertindak dan bersosialisasi, tentu saja tidak akan terlepas dari berbagai macam perasaan. Saya tertarik untuk menyelami rasa yang paling sering berusaha untuk dihindari para manusia, yaitu rasa takut.

Rasa takut terbentuk dari luapan emosi seseorang terhadap rasa kurang nyaman, kurang aman, dan kecemasan sesuatu hal buruk akan menimpa dirinya. Seperti halnya rasa bahagia, bentuk respon kita terhadap sesuatu dengan rasa takut ini ditimbulkan oleh efek stimulus dari setiap kejadian yang muncul di hadapan kita. Rasa takut biasanya dihadapi oleh orang-orang yang merasa terancam pada masa depannya. Jadi, mereka berusaha sebisa mungkin untuk tidak bersinggungan dengan rasa takut yang dapat menjadikan kehidupan mereka tidak stabil kembali. Bagi mereka yang memiliki sejuta pengalaman di kepala, ratusan tempat yang telah dijajaki, dan ribuan pasang mata yang pernah ditatap, perasaan takut ini cenderung menjadi sahabat karibnya. Tanpa kita sadari, perasaan takut yang setiap saat kita alami, akan menstimulus otak kita untuk kebal terhadap rasa takut itu sendiri di kemudian hari, akhirnya otak pun tidak merespon sama sekali dari ketakutan itu, kalau kita cerdas mengelola rasa takut, perasaan ini justru akan membawa kita menuju tempat yang baru.

Saya banyak mempelajari mengenai perasaan takut yang hampir setiap hari saya alami. Dari hal terkecil sampai hal terbesar, berbagai macam keputusan yang saya buat selalu diiringi oleh rasa takut. Tiba saatnya saya hanya fokus memikirkan rasa takut saya, dan cenderung mengecilkan kapasitas berpikir saya terhadap berbagai keputusan yang saya ambil. Apakah ini benar? Tidakkah ini salah? Haruskah seperti ini?
Berjuta pertanyaan silih berganti muncul di kepala saya untuk memetakan kemungkinan-kemungkinan perasaan takut yang saya alami setiap waktu. Akhirnya sayapun memutuskan berhenti berlari pada satu titik: jadikan rasa takut sebagai acuan untuk berubah. 

Maksudnya?
Saat perasaan takut muncul dalam diri kita, segeralah terima perasaan tersebut, berikan ia celah untuk semakin merasuki badan kita hingga titik terkecil, lalu dengan kemampuan otak kita hempaskan jauh-jauh perasaan itu dengan mengatakan: "everything will be alright, this is the right decision I've made. If I don't do it at this time, when I would be?" Perasaan takut ini memang memiliki karakter sangat keras, ia masih akan berusaha terus untuk merasuk ke dalam jiwa, namun, kembali kuatkan hati kita dengan membentuk sebuah benteng pertahanan melalui sugesti kata-kata menenangkan dan alihkan segala rasa takut kepada suatu hal yang membuat kita merasa lebih happy.

Pelihara rasa takut sebagai senjata untuk melalui rasa takut itu sendiri. Jika kita bisa bertahan dengan rasa takut itu tanpa merasa takut, artinya kita memberikan kuasa penuh kepada rasa takut itu untuk menempati posisi dalam diri kita, namun kita tidak memberi mereka kapasitas untuk mempengaruhi kita, saya yakin semua bisa menjadikan ini pelajaran menuju lebih baik. 

Ada kutipan dari sebuah novel yang pernah saya buat review-nya di sini tentang bagaimana seorang tokoh utama, Augustus Waters yang pandai bermain dengan rasa takutnya terhadap kematian :





-scary is my friend
PYM

May 08, 2014

Sebuah Rangkaian Bunga

Tak henti-hentinya akan kutunjukkan pada semua bahwa betapa wajibnya kita bersyukur telah terlahir sebagai manusia di dunia. Segala proses yang tebentuk dari masa ke masa hingga kita menjadi manusia seperti sekarang sungguh menakjubkan.

Sang Pencipta yang kita percayai sebagai the main character of every single thing in this world, galaxy, universe, and the civilization tidak pernah memberikan bocoran sedikitpun tentang bagaimana wujud dan rupanya, namun memberikan kita satu pelajaran penting: Ia ada. It does exsist. 

Sebagai manusia, perjalanan hidup dari baru lahir hingga mau menutup usia adalah sebuah anugerah. Kehidupan adalah anugerah. Setiap kejadian dalam hidup manusia adalah karunia dari Sang Pencipta. Seperti rangkaian bunga, berbagai macam bunga terbungkus rapi dalam kertas kaca dengan aromanya yang semerbak dan tangkainya yang mencuat. Saling tumpang tindih berusaha menunjukkan siapa jati dirinya yang sebenarnya, dan mana yang paling dicintai banyak orang.

Manusia pun seperti itu, terbungkus dalam sebuah komunitas dan rutinitas, berusaha menunjukkan siapa yang akan menjadi pemenang, rasa percaya diri yang tinggi, dibarengi ego dan ketidak-pernah-puasan, selalu ingin menjadi nomor satu, namun tetap, mereka masih berada dalam satu komunitas dan terkunci dari rutinitas.

Apakah ini?

Tidak, ini bukanlah sesuatu yang patut untuk ditakuti, dihindari, atau dijauhi. Justrt, inilah bagian dari kehidupan yang paling menyenangkan. Why? Berada dalam 'rangkaian bunga' apakah itu menyenangkan? Of course, I said it loudly with yes. Dalam rangkaian bunga akan ada satu bunga utama dan yang lain sebagai pemanis. Dan beryukurlah manusia memiliki selera yang beraneka ragam, si utama tak akan selalu menjadi yang utama, si pemanis akan selalu memiliki peluang untuk menjadi yang pertama. Hal yang kita hanya perlu lakukan adalah ikhlas, tetap belajar, konsisten, dan tetap berdiri di jembatan kebenaran yang kokoh. 

Kehidupan bukan untuk ditakuti, atau mungkin aku hanya ingin menunjukkan bahwa menjadi manusia adalah sebuah miracle.


-believe in miracle
PYM

April 25, 2014

Manusia dan emphaty

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki tingkatan paling tinggi atau paling sempurna diantara yang lain. Mengapa? Seperti yang kita ketahui bahwa manusia memiliki otak untuk berpikir, mulut untuk berbicara dan hati untuk merasakan. Dibanding makhluk hidup yang lain, manusia tentu saja memiliki tanggung jawab untuk melindungi, memelihara dan memberikan kontribusinya untuk kelangsungan ekosistem. Makhluk hidup seperti binatang dan tumbuhan, hidupnya bergantung dari manusia. Mereka semua tidak bisa bertahan hidup tanpa campur tangan manusia. Walaupun mereka tidak bisa secara langsung mengucapkan terimakasih pada kita, tapi...pernahkah kalian membayangkan betapa bahagianya mereka jika kita peduli?

Menurut ilmu psikologi, pola pikir manusia cenderung dapat dibagi menjadi dua; Logika dan Empati. Selama berapa lama, saya melakukan pengamatan terhadap beberapa orang tentang bagaimana dan apa yang menjadi dasar pemikiran mereka terhadap sesuatu dan pengaruhnya terhadap kehidupan mereka sehari-hari. Berpikir dengan logika dan perhitungan itu prosesnya dilakukan di otak kanan, sedangkan art things, and the emphay it is posisinya berada di otak kiri. Dari sini saja otak kita sudah mulai memberi ruang tersendiri terhadap dua hal tersebut. Tidak ada satupun manusia di dunia ini bisa berpikir hanya menggunakan satu metode, logika, ataupun emphaty. Kedua hal ini saling tumpang tindih dan seperti mesin pencetak, secara berselang-seling melabeli setiap kejadian apakah harus ditanggapi dengan logika atau empati. 

Bahkan, seorang Adolf Hitler yang terkenal kejam saat jaman WWII dan terkenal dengan logika-logikanya yang jenius, memiliki sisi seni tersembunyi dengan hobinya yaitu melukis. Bayangkan, seorang Hitler melukis? Beberapa orang yang membaca tulisan ini mungkin berpikir ini mustahil, tapi kenyataan yang ada justru berkata sebaliknya.

Secara tiak disadari, kita sebagai manusia sesungguhnya kadang melupaka untuk berempati terhadap lingkungan sekitar. Keegoisan kita sebagai manusia telah membutakan mata bahwa manusia, khususnya individu, tidak akan pernah bisa hidup seorang diri. Bahkan orang se-kaya Paris Hilton pun masih membutuhkan orang lain dalam kesehariannya. Rasa empati yang tinggi mencerminkan diri kita yang mudah menerima berbagai macam perbedaan, sehingga langkah kita akan menjadi ringan kemanapun kita pergi. Latihlah berpikir melalui empati, dan mulailah menyayangi. Apapun yang ada di sekitar kalian. Karena dengan menyayangi, itu artinya kita telah menjalankan kewajiban sebagai manusia makhluk paling 'sempurna' yang diciptakan Tuhan.

Jadi, berusahalah yang terbaik untuk menjalankan hidup dan cerdas lah dalam berpikir agar semakin meningkatnya simbiosis mutualisme antara manusia dan alam semesta.



-PYM

April 23, 2014

a friendly man

Oke, post kali ini disponsori oleh seseorang yang meminta saya untuk menulis sesuatu tentang dirinya. Saya baru mengenalnya kurang dari tiga hari dan diminta untuk menulis 'sesuatu'. Mari kita coba saja dulu.....

Aku mengenal Komang, murni dari ketidak sengajaan. Padahal kami berada di satu lingkungan ibadah yang sama, namun tidak pernah melihat satu sama lain. Hingga suatu hari, orangtuanya menghampiriku dan mengajakku berkenalan. Beberapa hari kemudian, orang ini menghubungiku. Dari obrolan-obrolan kami di dunia maya, aku mulai menilai kepribadian Komang. Entah benar atau salah, ia adalah sosok yang tenang, mudah menerima masukan, dewasa dan I think he is truly a simple person. Mungkin, saat ia membaca tulisanku ini, sudut-sudut bibirnya tertarik untuk menguntai senyuman, atau justru kedua sisi alisnya saling bertautan. Aku tidak tahu, selama obrolan-obrolan singkat kami, ia suka tertawa, dan itu cukup menyenangkan. Mungkin jarak umur kami terpaut jauh, tapi ia mengijinkan aku untuk memanggilnya hanya nama saja, dan itu mencerminkan sifatnya yang opened. Orang-orang terbuka seperti ini biasanya humble, disenangi banyak orang, friendly, tetapi pada dasarnya ia adalah orang yang serius. Dua kali ia mengatakan "hebat" padaku, dan aku menyimpulkan bahwa ia tidak malu untuk memuji orang lain, terimakasih...

Ah... dan  kurasa Komang juga bukan tipikal orang yang banyak bicara (semoga saja benar). Masih banyak waktu untuk mengenal Komang lebih lanjut, dan aku menjanjikan untuk menulis lima kalimat tentangnya, tapi kurasa ini sudah lebih dari lima kalimat. Are you happy?



-me, for the first time written down about someone
PYM

April 22, 2014

Dekuk Burung Kukuk

ROBERT GALBRAITH
THE CUCKOO'S CALLING




Ada yang sudah membaca novel keren di atas ini? Ini adalah karya 'tersembunyi' J.K. Rowling penulis serial Harry Potter yang menggunakan nama samaran Robert Galbraith. Tujuannya ya, adalah untuk mengetes para pembaca, apakah mereka menyukai J.K. Rowling hanya karena Harry Potter, atau memang the real writer based on her soul yang dicintai oleh pembaca karena ia memang berbakat. Bagi para novel freak, desas-desus buku ini sangat heboh di dunia internasional, jadi, sebagai fans dari J.K. Rowling (bukan Harry Potter) saya membeli novel ini di hari pertama peluncurannya. Thanks to Gramedia Store. So, now.... Saya akan mengulas tentang isi buku ini, semoga membuat penasaran dan jangan ragu untuk membelinya di Gramedia terdekat. :)

Author      : J.K. Rowling
Penerbit    : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal        : 517 halaman




Cormoran Strike, adalah anak seorang rocker legendaris yang kakinya diamputasi akibat kecelakaan militer di Afganisthan. Ia memutuskan untuk pensiun dari army dan menjadi detektif partikelir di London. Perjalanan hidup yang berat, kaki kanan menggunakan prostetik, tidak punya rumah, banyak terlilit hutang, dan tunangannya, Charlotte meninggalkannya, Strike harus berusaha untuk melanjutkan hidup.

Pada suatu hari di tengah London yang tertutup salju, terjadi peristiwa mengenaskan, yaitu seorang supermodel Lula Landry meregang nyawa terjatuh dari balkon flat yang ia tinggali. Kakak angkat Lula, John Bristow  memperjakan Strike untuk mengungkap kasus adik angkatnya yang sangat misterius. Publik berspekulasi bahwa Lula Landry dibunuh oleh pacarnya sendiri, Evan Duffield, yang sebelum kejadian sempat bertengkar hebat, opini lain menuduh sang produser yang tinggal satu lantai di bawah flat Lula, Freddie Bestigui sebagai pelakunya. Strike, dengan kecermatan dan kecerdasan yang terlatih sebagai seorang militer, selangkah demi selangkah menggali informasi mengenai motif meninggalnya Lula Landry. Dibantu oleh sekretaris temporernya, Robin, mereka bekerja sama untuk mengumpulkan segala bukti yang terkait mengenai Landry.

Jangan berharap ada kisah percintaan di novel ini, karena semuanya murni membahas tentang penguakkan kasus  Lula Landry yang menyita perhatian publik London tiga bulan terakhir yang menyimpan banyak tanda tanya.

Sampai akhirnya, bukti-bukti yang Strike dan Robin kumpulkan semakin mengerucut mengarah kepada satu kemungkinan, Lula Landry dibunuh. Polisi yang selama ini menyimpulkan bahwa ini adalah kasus bunuh diri, dalam beberapa bulan berhasil dipatahkan oleh Strike yang memiliki bukti autentik bahwa Lula Landry dibunuh oleh orang terdekatnya sendiri.



Novel ini memiliki alur yang tidak mudah ditebak, dan sangat misterius. Rowling sukses membuat cerita kriminal menjadi sangat luar biasa dengan alur yang konsisten dan runut. Lula Landry disini diceritakan sebagai anak angkat dari Sir Alec Bristow dan Lady Bristow, dimana Lula adalah keturunan Afrika, sedangkan keluarga angkatnya semua berkulit putih. Namun, Lady Bristow sangat menyayangi Lula. Pekerjaan Lula sebagai supermodel dengan kecantikannya yang sempurna, berhasil menyisakan harta sebesar sepuluh juta pound yang akan ia berikan kepada adik kandungnya. Harta inilah yang jadi motif utama dari si pembunuh untuk menghabisi nyawa Lula dengan kejam melalui mendorongnya dari balkon flat Lula di Kentigen Gardens. 



Di bagian akhir buku ini terdapat sebuah puisi, kutipan entah dari mana, yang pasti isinya sangat dalam dan bermakna.
Aku tak mampu rehat dari petualangan:
aku mau mereguk tuntas hidup hingga tandas,
sampai ampas; seluruh waktu telah kunikmati
senikmat-nikmatnya, melukaiku secuka-cukanya,
baik ketika bersama mereka yang kucintai,
atau saat aku sendiri menemani diri;
Di landai pantai, gugus bintang Hyades berjatuhan bagai hujan petir
menyalakan samar hampar lautan: aku menjelma sebaris nama.....





-need 4 months to finish this novel
PYM







































April 21, 2014

Pria, Wanita dan Kepemimpinan

Indonesia memperingati tanggal 21 April setiap tahunnya sebagai hari kebangkitan emansipasi wanita yang diprakarsai oleh R.A. Kartini (anak bupati Jepara 1902). Beliau yang pada masa itu sebagai keturunan cendekiawan, berjuang keras untuk menyuarakan hak-hak perempuan di mana para perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengeyam pendidikan dan out of the zone. Satu abad berlalu, kini kita berada di era di mana perempuan dan laki-laki tidak memiliki batasan sama sekali. Di Indonesia sendiri, begitu banyak perempuan yang terekspos menjadi public figures yang kinerjanya tidak kalah dengan laki-laki. Memang pantas kita menghargai perjuangan Kartini saat itu, hingga kita bisa mencapai seperti sekarang.
Sebagai seorang pemimpin, banyak orang masih meragukan jika perempuan mampu melakukannya. Mengapa di setiap perusahaan, kepala negara, instansi, dan sebagainya, yang menduduki posisi teratas selalu laki-laki, ya, walaupun tidak semua, tetapi sebagian besar. Jika dilihat dari berbagai sisi, pria memang terlahir kodratnya sebagai pemimpin sejak lahir. Karena bagaimanapun, pria memiliki tanggung jawab lebih besar dari wanita dalam hal fisik maupun mental. Pria juga dituntut harus bersikap cekatan, cerdas, dan anti cengeng, serta memiliki optimism* yang tinggi sehingga bisa memimpin bawahannya dengan bahagia. Mengapa jabatan pemimpin harus ditujukkan kepada pria? Ini disebabkan karena pria, sudah terbukti memiliki insting pertahanan yang lebih kuat dari wanita. Dengan insting alami inilah, diharapkan nantinya, jika suatu saat mengalami krisis, sang pemimpin tidak mudah goyah dan terombang-ambing dalam mengambil keputusan terlebih-lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sensitif sehingga kesempatan untuk melakukan kesalahan bisa diperkecil. Selain itu juga, pria terkenal memiliki ego yang tinggi. Mereka tidak mudah menyerah dan selalu berusaha untuk menuntaskan sampai akhir. Rasa percaya diri pria tidak mudah dijatuhkan oleh apapun, mereka (pria) akan tetap berdiri pada prinsipnya dalam menjalankan sebuah keputusan. Segala hal harus dipikirkan dengan logic, dan mereka cenderung perfeksionis dan tidak mau adanya kesalahan dalam setiap  langkah karirnya. Hal seperti inilah kenapa pria banyak mendapatkan  kepercayaan untuk menjadi seorang pemimpin.

Lalu, bagaimana dengan pemimpin wanita?

Tidak sedikit pemimpin yang berasal dari kaum wanita di dunia ini. Saya tidak perlu menyebutkan satu persatu, karena saking banyaknya dan mereka semua, bisa dipastikan, memiliki peran penting dalam peradaban. Wanita memiliki sifat yang cenderung sensitif namun sangat peka terhadap lingkungan. Inilah yang menjadi nilai lebih jika wanita bisa menempati posisi pemimpin. Mereka dengan sensitifitasnya yang tinggi, mampu membawa krisis yang sedang dihadapi dengan metode-metode yang cenderung slow tapi paten, dan mereka berani untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak mainstream dan cenderung mustahil, karena wanita terbiasa dihadapi pada berbagai macam pilihan yang absurd, dan melihat peluang dari pilihan tersebut, dan dengan instingnya mampu memilih mana yang tepat. Para pemimpin wanita justru lebih berani dari pria, coba lihat ibu kalian, bukankah mereka lebih 'galak' dari ayah? Sifat wanita yang model seperti ini, membantu besar mereka untuk sukses menjadi pemimpin. Seperti buku biografi dari Sir Alex Ferguson, ia mengatakan, "Cathy (istrinya) adalah kepala keluarga di rumah. Ia mengatur segala sesuatu dalam rumah tangga, mengurus rumah, mendidik anak-anak, tetapi ia tetap meninggikan saya sebagai suami dan kepala keluarga yang utama." Dan banyak saya jumpai kenyataan seperti itu. Jadi, wanita sudah terbiasa untuk 'mengatur' dan mereka memang berkompeten untuk itu. Para wanita juga memiliki sifat penyayang yang luar biasa, mereka bisa langsung bercucuran air mata melihat hal-hal yang sensitif dan mudah iba kepada orang lain. Pemimpin yang menanamkan rasa kasih sayang dalam dirinya, menurunkan logika dan meninggikan empathy, tentu akan dicintai oleh bawahannya. 

Ada istilah yang mengatakan bahwa pria berasal dari planet Mars, dan wanita berasal dari planet Venus. Saya menganalisis makna dari istilah tersebut dan menemukan sebuah filosofi yang sangat menarik. Planet Mars dengan warnanya yang merah menyala mencerminkan sifat berani dan tegas. Tidak takut, konsisten, dan percaya diri. Jika kita lihat planet Mars dari teleskop, akan terlihat tekstur permukaannya yang kasar dan berlubang, namun justru menampilkan aura kokoh dan strong. Begitulah laki-laki. Beralih ke planet Venus, warnanya yang putih selalu tampak transparan di langit. Seperti wanita, mereka dicerminkan sebagai sosok yang bersifat lembut, penyayang, tidak terlihat namun selalu 'ada'. Menimbulkan rasa nyaman, dan menjadi daya tarik memikat hanya dengan tampilannya yang sederhana dan feminin. Bukan berarti lemah, justru terdapat the sense of powers di balik lemah lembutnya sifat wanita.

Kesimpulan dari analogi planet tersebut adalah, pria maupun wanita memiliki masing-masing sifat yang berbeda namun berkarakter kuat. Mereka bisa mengimbangi langkah walaupun dalam jalur yang sama sekali berbeda. Pria dan wanita tentu selamanya tidak akan bisa disamakan, namun, bukan berarti mereka juga tidak bisa disatukan. Sebagai seorang pemimpin, pria dan wanita memiliki capability yang sama-sama kuat dan tegas, meski dengan metode yang jauh berbeda  dan bertoalk belakang, namun kelebihan yang mereka miliki dalam karakternya itulah yang justru menjadi the invisible weapons of the war sebagai kekuatan terbesar mereka sebagai seorang pemimpin.

Berikut adalah empat tokoh wanita dunia yang menjadi inspirasi saya untuk menjadi seseorang yang mampu 'menggerakkan' suatu saat nanti. Selamat hari Kartini, Indonesia!




-perempuan Bali
PYM



Mother Teresa
(founded the Missionaries of Charity)
Sri Mulyani Indrawati
(Director of world bank, Chief Operating Officer)
Margaret Thatcher
(Britain's female first prime minister)





Indri Gautama
(founder of Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa)


*I Putu Gede Ary Suta's leadership theories
sources: wikipedia, kaskus, google, Biography of Sir Alex Ferguson