Kemarin, tepat tanggal 25 Juli 2014, saya dan pacar saya resmi membuka sebuah situs pribadi berbayar yang berawal dari ide iseng, lalu akhirnya kesampaian dengan tujuan untuk menginspirasi orang banyak melalui media yang memberikan informasi. Proses yang sangat melelahkan bagi kami berdua, jujur saja, karena di situs ini, bisa dilihat
di sini, kami mengerjakan setiap detailnya secara hati-hati dan penuh perhitungan. Banyak ketidak-puasan yang kami dapatkan, tetapi untuk mencapai hasil akhir yang dapat diterima publik, kami sudah berhasil melewati proses dan menyelesaikannya. Sebuah website tidak akan ada artinya tanpa pengunjung. Jadi, kami berdua sepakat untuk membuat website ini se-
catchy mungkin, agar pengunjung merasa ketagihan untuk membuka website kami untuk memuaskan rasa haus terhadap informasi yang berkembang di sekitar kita.
Banyak reaksi yang muncul seiring dengan kami
publish-nya website ini. Ada yang secara terang-terangan memuji, namun tidak sedikit juga hanya memandang sebelah mata, atau acuh sama sekali. Inilah hal menarik yang ingin saya bahas, sesuai dengan judul di atas, saya ingin mengungkapkan bagaimana pandangan saya tentang kritik dan pujian.
Seorang teman melihat saya me-
launch website baru di media sosial, lalu menghubungi saya setelah membaca postingan saya di website dan blog ini. Ia memotivasi saya untuk terus menulis, konsisten di sini, karena tulisan-tulisan yang saya buat cenderung anti-
mainstream, yaitu memberikan sudut pandang yang bertolak belakang dari pemikiran banyak orang, namun masuk akal. Saya dipuji sedemikian rupa olehnya, dan ditunggu gebrakan menarik agar website ini berhasil di kancah dunia maya. Setelah kami mengobrol beberapa lama, saya berpikir bagaimana perasaan saya setelah dipuji berdasarkan karya yang saya buat. Bangga. Saya merasa dunia sedang berfokus untuk melihat saya dan memerhatikan apa yang sedang saya kerjakan, saya adalah pusat perhatian. Ini menyenangkan sekali, dan sungguh saya menikmatinya. Yang ada di kepala saya hanya bagaimanna orang-orang memberikan ucapan selamat mereka karena tulisan-tulisan saya sangat menginspirasi mereka, dan saya merasa begitu tersanjung dengan kata-kata pujian mereka.
Lalu, tiba saatnya seorang teman lain mengatakan bahwa website saya tidak penting,
alay, tidak akan ada yang melihat, dan hanya memandang sebelah mata. Saya kaget, apakah segitu buruknya? Saya hanya tersenyum, dan mengucapkan terimakasih atas kritikannya. Dan justru perasaan saya lebih dari sekedar bangga karena kritikan tersebut. Pasalnya, pacar saya memantau setiap jam mengenai trafik pengunjung website saya, dan responnya sangat bertolak belakang dengan apa yang teman saya ucapkan. Berarti kritikannya terpatahkan, namun ia tidak tahu fakta tersebut, bukan begitu? Saya tidak banyak berbicara, justru mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas kritikannya karena itu membuat saya dan pacar saya semakin semangat dalam membuat sebuah karya yang bermanfaat.
Banyak orang begitu mudah untuk melayang karena dipuji atas keberhasilan mereka, tulus maupun hanya untuk cari muka, pujian itu tidak bisa dipungkiri membuat ego kita jadi meningkat dan semakin meningkat, ini sangat berbahaya. Coba perhatikan orang yang sedang dipuji, ekspresi wajahnya pasti berubah dan seperti oase dalam gurun pasir,
mood mereka akan meningkat secara drastis. Dan coba perhatikan orang yang habis dikritik mati-matian, kepercayaan dirinya langsung
down, namun, jauh dari lubuk hatinya, ia akan mengevaluasi diri, apa kira-kira yang menjadi penyebab dari ketidak-berhasilannya dan bagaimana agar hal tersebut tidak terulang lagi padanya. Mengerti maksud saya? Padahal, kata pujian itu sendiri dapat membuat kita menjadi lupa bahwa pembuktian dari keberhasilan dari pekerjaan kita adalah bukan saat orang-orang menyukai begitu saja hasil karya kita, tetapi bagaimana orang datang dan meremehkan pekerjaan kita yang sebetulnya telah berhasil, lalu dengan bangga kita merangkul mereka dan berkata, "Hei,
bud. Santailah sedikit, ingin kuperlihatkan sesuatu? Inilah hasil karyaku yang belum kaulihat tapi sudah kau komentari." Melihat ekspresi orang yang terkaget-kaget karena sesuatu yang dia pikirkan ternyata salah total, sungguh sebuah kebanggaan lebih dari apapun.
Perfect!
Siapkan diri untuk menerima banyak kritikan, dan kuatkan mental saat dipuji.
Semoga menginspirasi!