Hari ini adalah pemilihan umum presiden di Indonesia yang dilaksanakan lima tahun sekali. Euforia pesta demokrasi seperti yang bapak-bapak ketahui, berlangsung sejak tiga bulan belakangan, sangat meriah. Semua media cetak, elektronik, bahkan media sosial pun ikut beramai-ramai untuk berpartisipasi dalam pemilu 2014 ini.
Bapak Prabowo dan bapak Jokowi, hari ini adalah hari penentuan, siapakah diantara kalian berdua yang akan duduk di kursi nomor 1 di Indonesia menggantikan bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Saya tahu, pak Prabowo dan pak Jokowi pasti sedang deg-degan menunggu hasil, tetapi tetap menujukkan wajah tenang di depan media. Salut!
Sebelum salah satu dari kalian akan terpilih menjadi The President of Indonesia, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pak Prabowo dan pak Jokowi. Terimakasih, karena kalian berdua telah memberanikan diri untuk maju sebagai calon presiden, pak Prabowo yang seorang pengusaha dan pak Jokowi yang bergerak di bidang birokrasi, meninggalkan tugasnya sementara untuk muncul sebagai harapan baru Bangsa Indonesia. Sungguh sangat mulia...
Terimakasih untuk segala pengorbanan pak Prabowo dan pak Jokowi semasa kampanye, mengajak rakyat Indonesia untuk memilih, memperjuangkan rakyat, dan memberikan santunan-santunan kepada rakyat kecil.
Terimakasih juga untuk pak Prabowo dan pak Jokowi, karena telah memiliki jiwa kepemimpinan yang begitu besar sehingga kalian berdua memang pantas untuk diunggulkan sebagai calon pemimpin bangsa.
Terimakasih telah memberikan contoh untuk bertoleransi diantara para kandidat capres dan cawapres, walaupun di luar sana para pendukung bapak-bapak sekalian, saling menjatuhkan satu sama lain.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa demokrasi di negara kita sudah sangat transparan dewasa ini. Semua warga negara dengan bebas dapat menyuarakan aspirasinya untuk membela para kandidat presiden pilihan mereka. Seperti saat ini, saya memutuskan untuk membuat surat ini, sebagai bentuk dukungan saya terhadap pak Prabowo dan pak Jokowi. Di saat banyak warga di luar sana yang melakukan black campaign, saling menjatuhkan kandidat lain, saling mempengaruhi, membongkar bobrok masing-masing kandidat, saya lebih memilih jalan lain yaitu mendukung dan percaya akan visi misi kalian berdua yang bertujuan untuk menjadikan bangsa Indonesia ini semakin maju ke depan dan melanjutkan visi dan misi dari presiden terdahulu. Terlepas dari segala kepentingan golongan yang kalian emban (yang saya yakini sekali bahwa itu tidak ringan), saya yakin bapak-bapak sekalian adalah pemimpin yang bijaksana dan siapapun yang terpilih nanti, akan lebih cermat dalam membawa Indonesia selama lima tahun ke depan. Tentu saja menuju ke arah kebaikan, karena jika sebaliknya, bapak-bapak sekalian akan berhadapan dengan lebih dari 202 juta rakyat Indonesia yang kecewa telah memilih salah satu dari kalian. Tolong, kepada siapapun yang terpilih nanti, berikanlah yang terbaik, buatlah keputusan-keputusan yang adil, jangan pernah lupakan dasar ideologi negara kita, dan jadilah pemimpin yang dicintai oleh rakyat, dengan selalu tersenyum dan optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara yang dihormati di mata internasional, rakyatnya sejahtera, pemerintahnya bersih dari korupsi, serta nilai investasi yang semakin meningkat. Salah satu dari kalian akan menjadi icon Indonesia di mata internasional, jadi percaya dirilah, dan tunjukkan bahwa kalian memang layak sebagai seorang pemimpin. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, saya yakini bapak-bapak sekalian akan memperoleh jawaban yang pantas atas pencalonan diri ini.
Demikianlah surat ini, saya selaku rakyat Indonesia, mewakilkan diri untuk memohon maaf atas semua kesalahan ataupun kekhilafan kami dalam berkampanye di media sosial yang mungkin kurang sopan, menyakiti hati, ataupun sebagainya. Semoga pak Prabowo dan pak Jokowi berlapang dada untuk menerima kekalahan, dan tidak lupa diri saat menerima kemenangan. Sukses untuk kalian berdua, pak Prabowo dan pak Jokowi!
Salam, PYM
9 Juli 2014, 10.00 am
No comments:
Post a Comment