What a good quote from our father, Mahatma Gandhi which is talked about how the purpose of give and take. "For it is all give and no take." "Untuk semua itu, memberilah dan jangan menerima."
Saya melihat beberapa situasi di luar sana tentang bagaimana proses memberi dan menerima ini masih rancu batasannya. Apakah kita harus lebih banyak menerima? Atau justru lebih banyak memberi? Atau tidak keduanya? Saya memiliki pemikiran yang bertolak belakang kali ini dengan Mr. Gandhi, dan koreksi saya jika ini salah.
Banyak hal dalam kehidupan ini saya pelajari kondisinya lalu saya simpan dalam jurnal pemikiran saya untuk saya analisis dan kemudian menjadikannya sebagai tapakan untuk berjalan ke depan. Salah satunya adalah bagaimana saya menghargai betul tentang interaksi mengenai memberi dan menerima. Saya tidak pernah menolak untuk diberikan sesuatu oleh orang lain. Seburuk atau sebaik apapun niat orang yang memberi, saya meyakini bahwa mereka pasti sudah ikhlas memberi saya, kalau tidak, saya pasti bisa membaca ekspresi wajahnya dan tentunya saya akan menolak. Tapi sejauh ini, banyak orang yang memberi kepada saya memang orang-orang yang penuh rasa ikhlas. Padahal sebetulnya sesuatu yang diberikan kepada saya bukanlah sesuatu yang memang menjadi idaman saya, tetapi, saya punya prinsip "saya akan merasa bahagia jika saya tidak menyakiti orang lain dengan menolak apa yang mereka berikan kepada saya." Besar ataupun kecil pemberian itu, saya pasti akan menyambutnya dengan riang dan penuh rasa suka cita. Mereka yang memberi pun merasa senang karena apa yang mereka berikan berarti di mata si penerima. Dan seterusnya, saya semakin didekatkan dengan rejeki, dalam hal apapun. So is.... kedua tangan saya terbuka lebar untuk menerima apapun pemberian orang terhadap saya, baik ataupun buruk, besar maupun kecil, ringan atau berat sekalipun, suka ataupun tak suka, saya tidak mempermasalahkan mengenai hal itu. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana dengan saya menerima, konektivitas antara saya dan si pemberi semakin erat dan semakin baik ke depannya. Dan di saat saya memiliki sesuatu untuk dibagi, mereka dengan tangan terbuka menerima apapun pemberian saya, kehidupan menjadi penuh canda dan tawa. Harmonis. Dan kami sangat baik-baik saja dan saling memberi sampai sekarang, sharing to another is the most important thing to makes you become happier.
Saya hanya manusia biasa yang tentunya tidak pernah luput dari kesalahan. Sebagai pembanding dari sikap saya di atas, saya melakukan riset yang berbeda. Kali ini, ketika seseorang memberikan saya sesuatu, dengan tegas saya mengucapkan, "TIDAK!" dan bersikeras untuk tidak menerimanya sampai kami mengalami perdebatan kecil masalah tolak-menolak ini. Saya ditanya, "why you tidak menerima saja, sih, saya tidak memberi racun, kok, di sana. Well, if you don't want to, saya akan beri ini ke orang lain." Dan dari ekspresi wajahnya saya bisa membaca ia menambah kata dalam hatinya, "jangan harap aku akan memberi lagi ke kamu, ya setelah ini." Ia berlalu dengan santai. Tetapi, saya berpikir. What have I done? Saya melakukan kesalahan. Apa itu? Saya menyakiti hati orang yang dengan ikhlas memberikan saya sesuatu, untuk alasan apa saya menolak? Karena saya tidak ingin berhutang budi. Hohoho... naif sekali cara berpikir saya. Saya mempertahankan prinsip saya dan menyakiti hati orang lain, dan saya merasa itu sebuah kesalahan. Padahal sebetulnya saya bisa saja pura-pura menerima tetapi setelahnya memberi lagi ke orang lain, daripada menolak mentah-mentah pemberian orang. Hati saya ngilu, setiap kali telah menyakiti orang lain. Dan lain waktu, saya meminta maaf dengan memberikan dia sesuatu, dan....SAYA DITOLAK! Sungguh setelah itu saya dan dia tidak terlalu akrab dalam bergaul, dan ia sekarang sudah lebih maju dari saya, yang tersisa adalah sebuah penyesalan.
Jadi menurut saya, kesimpulannya adalah menerimalah secara ikhlas, lalu kalian akan diberi dengan ikhlas. Sebelum kalian bisa menerima, jangan harap pemberian kalian akan disukai orang lain. Dan jangan pernah menyakiti orang lain dengan berkata tidak pada pemberian mereka, karena apa yang tidak kalian ketahui, di belakang sana, mereka akan mulai menilai kepribadian kalian. Dengan proses inilah kita dapat mempererat hubungan dengan orang lain, dan percayalah, kemanapun kalian melangkah, tidak akan ada kerutan di dahi dan kecemasan, karena percaya diri dengan kepribadian terbuka yang kalian miliki, salah satunya adalah berani menerima sebelum memberi.
"The point is, literally, it's all about how you take more, and give more at the same time, so your life would be balance." -PYM
Semoga menginspirasi!
-PYM

No comments:
Post a Comment