Tak henti-hentinya akan kutunjukkan pada semua bahwa betapa wajibnya kita bersyukur telah terlahir sebagai manusia di dunia. Segala proses yang tebentuk dari masa ke masa hingga kita menjadi manusia seperti sekarang sungguh menakjubkan.
Sang Pencipta yang kita percayai sebagai the main character of every single thing in this world, galaxy, universe, and the civilization tidak pernah memberikan bocoran sedikitpun tentang bagaimana wujud dan rupanya, namun memberikan kita satu pelajaran penting: Ia ada. It does exsist.
Sebagai manusia, perjalanan hidup dari baru lahir hingga mau menutup usia adalah sebuah anugerah. Kehidupan adalah anugerah. Setiap kejadian dalam hidup manusia adalah karunia dari Sang Pencipta. Seperti rangkaian bunga, berbagai macam bunga terbungkus rapi dalam kertas kaca dengan aromanya yang semerbak dan tangkainya yang mencuat. Saling tumpang tindih berusaha menunjukkan siapa jati dirinya yang sebenarnya, dan mana yang paling dicintai banyak orang.
Manusia pun seperti itu, terbungkus dalam sebuah komunitas dan rutinitas, berusaha menunjukkan siapa yang akan menjadi pemenang, rasa percaya diri yang tinggi, dibarengi ego dan ketidak-pernah-puasan, selalu ingin menjadi nomor satu, namun tetap, mereka masih berada dalam satu komunitas dan terkunci dari rutinitas.
Apakah ini?
Tidak, ini bukanlah sesuatu yang patut untuk ditakuti, dihindari, atau dijauhi. Justrt, inilah bagian dari kehidupan yang paling menyenangkan. Why? Berada dalam 'rangkaian bunga' apakah itu menyenangkan? Of course, I said it loudly with yes. Dalam rangkaian bunga akan ada satu bunga utama dan yang lain sebagai pemanis. Dan beryukurlah manusia memiliki selera yang beraneka ragam, si utama tak akan selalu menjadi yang utama, si pemanis akan selalu memiliki peluang untuk menjadi yang pertama. Hal yang kita hanya perlu lakukan adalah ikhlas, tetap belajar, konsisten, dan tetap berdiri di jembatan kebenaran yang kokoh.
Kehidupan bukan untuk ditakuti, atau mungkin aku hanya ingin menunjukkan bahwa menjadi manusia adalah sebuah miracle.
-believe in miracle
PYM
No comments:
Post a Comment