September 19, 2014

Hidupkan Hidupmu


Tidak banyak yang bisa saya tulis belakangan ini, karena topik yang ingin saya bahas justru saya eliminasi untuk naik posting. Sesaat saya berpikir tentang cara saya menghidupi kehidupan, dan cara orang lain memandang kehidupan mereka, saya rasa cukup menarik untuk diangkat menjadi sebuah tulisan.



Kehidupan yang kita jalani saat ini adalah seperti bermain dalam permainan the Sims. Kita makan untuk punya tenaga, tertawa untuk meningkatkan mood, bekerja untuk membangun rumah, dan menikah untuk hidup bersama. Dalam setiap kesempatan, kita akan mendapat sebuah 'surprise' apakah itu dalam bentuk fisik maupun nonfisik. Sesederhana bermain dalam the Sims, kita bisa menggunakan cheat untuk menambah uang dan membeli rumah dengan posisi yang strategis lalu menghiasnya sedemikian rupa agar tampak oke dan layak huni bagi karakter the Sims. Nah, dalam the Sims juga ada interaksi sosial yang harus diisi full tabungnya agaar karakter the Sims tetap bahagia. Mereka harus rajin mengundang teman-teman untuk datang berpesta dan mengobrol membicarakan topik-topik yang sudah disediakan dalam permainan ini. Semenyenangkan itu untuk hidup dalam dunia virtual. Lalu, bagaimana realisasi dalam dunia nyata?

Bagi mereka yang menyukai permainan kehidupan virtual, biasanya di kehidupan nyata ia akan lebih terlatih untuk meniru cara karakter mereka hidup seperti dalam game. Menjadi lebih rapi dan tertata, karena sudah terbiasa untuk cleaning up di dunia virtual. Absolutely as survival.

Sebenarnya, cara saya dan cara kalian dalam memandang kehidupan ini tidak bisa disama-ratakan. Which is, apa yang saya anggap mudah, belum tentu sama di benak kalian. Jalur yang kita buat untuk dilewati, terdiri atas material yang hanya masing-masing dari kita yang paham akan penggunaannya. Dalam kehidupan ini, begitu banyak hal yang harus kita lalui dan kita hadapi. Terlepas dari seberapa kaya, populer, ganteng, cantik, berpangkat atau apapun yang menjadi self-brand dalam diri kita, beban hidup tidak akan pernah bisa lepas selama kita ada. Justru, dengan adanya intrik-intrik dalam perjalanan kehidupan kita membuatnya menjadi semakin 'hidup'. Menghadapi segala beban yang ada haruslah dengan perhitungan. Plan A, plan B harus dipikirkan dengan cermat, karena tidak sedikit dari kita yang menggampangkan segalanya dan hanya mau dapat senang padahal kenyataan yang ada justru kebalikannya.

Bagaimana cara semua orang menjalankan kehidupannya adalah sepenuhnya hasil dari pengalaman yang mereka dapatkan di masa lalu. Tidak perlu kita merepotkan diri untuk bertanggung jawab pada hidup orang lain karena apa yang menurut kita benar, belum tentu sama dengan mereka. Berhentilah untuk mendikte kehidupan orang lain, "lo harusnya begini.." "apa kan gue bilang, lo gak denger sih!" "udah ikutin saran gue aja" dan sebagainya adalah salah tiga dari begitu banyak contoh kita secara tidak langsung 'menghidupi' hidup orang lain. Sah-sah saja, sih, kalau kita ingin memberi saran atau komentar, tapi kita juga harus tahu batasan bahwa semua perjalanan hidup seseorang adalah bukan wewenang kita. Jadi, hidupkan hidup dengan cara kalian sendiri. Berlari, tersandung, jatuh, bangun, lari lagi dan anggap orang lain sebagai penonton, suporter, atau cheerleaders kalian. Hidupmu adalah caramu, don't let anybody ruin your rule.
Stay Alive, people!



PYM

No comments:

Post a Comment