December 31, 2013

Penikmat Waktu...

Sudah lama semenjak terakhir kali saya memposting tulisan ke dalam blog ini. Beberapa waktu lalu, blog saya ini sempat mengalami gangguan karena ada pihak yang memblokir akun ini. Namun, dengan kemampuan saya, akhirnya akun ini bisa kembali menjadi milik saya. Ada banyak hal yang ingin saya ungkapkan di sini, saya hiatus untuk menulis di sini selama lebih dari 1 bulan lamanya. Kita mulai dari mana ya?


Kembali saya ingin mem-flash back waktu di saat akhir November di mana wabah hepatitis A menyerang kawasan sekitar saya dan bahkan menyerang orang terdekat saya. Karena memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit seperti itu (ayah saya meninggal karena Hepatitis) perasaan saya was was. Bukan saya takut untuk sakit atau bagaimana, tapi jika saya harus tertular di saat jauh dari keluarga agak ribet juga, kan. Pengalaman saya sakit cacar saja sudah sangat amat cukup merepotkan. Tapi syukurnya saya baik-baik saja dan tidak tertular.



Cerita berlanjut saat awal Desember. Yaitu kedua desain saya (rok) segera masuk produksi. Saya sudah sejak lama mendesain berbagai macam mulai dari baju, kebaya, hingga dress formal yang saya fokuskan materialnya etnik-klasik. Berhubung teman saya di Bali juga memberikan jalan yang sangat mudah bagi saya agar gambar-gambar saya bisa terealisasikan, maka mulai dari pemilihan bahan, pengukuran, dan materi desainnya sendiri saya selesaikan di Jakarta, namun untuk proses produksinya saya serahkan kepada teman saya di Bali. Cukup membanggakan.



Kita bergerak lagi sekarang menuju tanggal 21 Desember. Saya mengikuti pelatihan presenter yang diadakan oleh suatu Badan yang bekerjasama dengan RCTI. Sebenarnya ada banyak cerita di sini, namun saya akan menyingkat saja agar tidak terlalu panjang (capek bo, ngetiknya). Saya menggunakan pakaian rapi dari rumah, kemeja, rok yang saya desain sendiri (bangga haha). Dari awal saya mengikuti acara ini, saya sudah bertemu dengan fate saya. Hahaha well, saya bertemu dengan teman yang amat sangat cocok dengan saya. Kami membicarakan berbagai macam hal selama pelatihan itu berlangsung. Dan malam harinya kami tidur di kamar hotel yang sama dan saya juga sempat membacakan tarot untuknya. Saya mendapatkan banyak teman saat itu. Dan pada tanggal 22 saya mengikuti audisi, syukurnya saya lolos untuk menjadi presenter tv program religi. hehehe.....


Lanjut lagi, saya bertemu dengan beberapa teman lama saya selagi saya memiliki kesempatan untuk bertemu. Banyak hal yang kami bicarakan, banyak hal yang kami bagi. Dan saya sempat mendapatkan masalah kecil tentang itu. Tapi saya baik-baik saja dan berusaha untuk tetap baik-baik saja. hehehe...



Saat saya memposting tulisan ini, saya sedang duduk mendengarkan musik dan memikirkan apa yang telah saya lakukan selama setahun terakhir ini. Berbagai peristiwa which unexpected for my whole life came to me. Saya mendapatkan berbagai kesempatan dan berbagai rejeki serta limpahan kasih sayang dari orang-orang terdekat saya. Pada akhir 2012 saya memiliki beberapa resolusi, 80% resolusi saya tercapai, sisanya belum. Terkadang kita harus memiliki passion terhadap hidup, tapi di saat tertentu kita harus mengalir seperti dan menyerahkan segala jalan kehidupan pada Tuhan. Menjadi orang yang semakin bijaksana atau menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah resolusi basi yang sudah lama saya tinggalkan. Hidup ini bukan hanya sekedar resolusi. Beberapa orang terkadang memaknai hidup mereka terlalu berat, dan terlalu ingin mencitrai diri bahwa merekalah yang memiliki jalur kehidupan paling baik dan benar. Satu yang dilupakan adalah Tuhan menciptakan kita dengan masing-masing jalan kehidupan yang berbeda. Memang kita manusia terlahir sebagai makhluk sosial, tetapi balik lagi bahwa segala keputusan dalam hidup adalah berdasarkan kuasa diri kita sendiri. Jika kita membicarakan porsi sebagai manusia, banyak hal di dunia ini masih harus kita pelajari dan gali. Setiap waktu yang kita miliki, habiskan dengan melalukan hal yang tidak biasa. Benar atau salah jalani saja. Baik atau buruk lakukan saja. Asal tidak bertindak kriminal terhadap suatu kepentingan tertentu. Satu kesedihan akhir tahun adalah saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga untuk menikmati momen-momen bersama tahun baru. Inilah apa yang saya maksud out of rutinity. Tidak semua hal dalam hidup suka saya definisikan. Saya melaluinya dan meninggalkannya dibelakang. Tahun 2013 menjadi tahun pembelajaran bagi saya. Tahun di mana saya lalui dengan sukses tanpa suatu kendala berarti. Hidup adalah sebatas bagaimana kita menjalaninya. Bagaimana kita survive di dalamnya. Kembali lagi Tuhanlah yang memutuskan jalan apa yang harus kita lalui. Untuk tahun 2014, saya meramalkan dengan kartu tarot saya bahwa akan menjadi tahun yang penuh gejolak, terobosan, dan pergerakan yang tanpa henti dalam berbagai hal. Kunci utama untuk bisa survive di tahun depan adalah cerdas, bijaksana, konsisten, dan manfaatkan waktu yang kita punya. Happy New Year!!! 




-WORLD occupant.
PYM

December 23, 2013

November 19, 2013

The Fault in Our Stars

Author   : John Green
Penerbit : Qanita (PT. Mizan Pustaka)
Tebal     : 422

#1 New York Times Bestseller

what do you think about the cover?

Buku karya John Green mana sih, yang tidak best seller? Ini salah satunya. Saya mendapatkan buku ini di Toko Gunung Agung cabang Margo City, Depok. Pertama kali saya melihat katalog, pandangan saya tertuju pada cover buku ini yang didesain cerah, kontras, dan terkesan seperti buku cerita anak-anak. Don't judge a book by it's cover, remember? Ilustrator cover sudah memberikan clue apa kira-kira isi buku ini. Saat saya membalik dan membaca kalimat pertama dalam sinopsis "Mengidap kanker pada umur 16 tahun......." saya tidak ragu untuk membeli buku ini. Karena memiliki sepupu di usia sepantaran yang juga sedang mengidap kanker, saya rasa ini bisa sebagai referensi dan menambah pengetahuan saya memahami seorang penderita kanker.

Best Young Adult Fiction
Goodreads Choice Awards 2012

Dikisahkan gadis berusia 16 tahun, Hazel Grace, mengidap kanker tiroid dan mengharuskannya menyeret tabung oksigen serta selang pernafasan setiap saat untuk menjaga paru-parunya tetap bekerja normal. Ia mendatangi kelompok pendukung ( komunitas kanker ) hampir setiap hari. Hazel adalah tipikal gadis introvert yang tidak terlalu bersemangat mengikuti kegiatan kelompok pendukung ini karena ia berpikir toh cepat atau lambat ia akan mati.. Namun, Mom memaksanya agar setidaknya ia seperti remaja normal merasakan dunia luar. Hazel sudah terbiasa dengan pandangan orang-orang terhadap dirinya, well, siapa yang tidak memandang penasaran jika melihat gadis remaja modis, tapi menenteng tabung oksigen dan memakai selang di hidungnya? Kombinasi yang tidak keren. Tapi begitulah faktanya, Hazel semakin terbiasa dengan pandangan orang-orang. Hingga ia bertemu dengan Augustus Waters. Cowok ini lumayan ganteng, sarkastik dan cerdas. Mereka bertemu saat pertemuan kelompok pendukung setelah itu saling berkenalan. Augustus juga mengidap kanker, satu kakinya sudah direlakan untuk diamputasi dan ia tidak bisa bermain basket lagi seperti dulu. Ketertarikan mereka mulai dari sini. Hazel menceritakan bahwa ia sangat menyukai penulis Peter Van Houten yang bukunya berjudul Kemalangan Luar Biasa. Sampai sekarang Hazel penasaran kenapa Mr. Van Houten 'menggantung' ending cerita buku itu. Ia pun menceritakan kepada Augustus dan singkat cerita sampailah mereka memutuskan untuk pergi ke Belanda untuk bertemu Peter Van Houten. 

#JohnGreen #TheFaultinOurStars #Bestseller #NewYorkTimes #1

Mungkin yang sudah membaca buku ini menyukai bagian  di mana mereka diceritakan sedang berada di Amsterdam, namun saya tidak akan menuliskannya di sini. Semakin ke sini, Hazel dan Augustus memiliki perasaan yang dalam satu sama lain dan memutuskan untuk berpacaran. Mereka menghabiskan waktu hampir tiap hari untuk menonton film, membaca, dan melakukan apa saja. 
John Green sangat ahli membangun suasana dalam cerita sehingga tidak terkesan terlalu fiksi. Padahal novel ini 100% fiksi, namun ia membuatnya seolah-olah ini adalah peristiwa nyata. Kembali pada Hazel, suatu hari ia tidak mendengar kabar dari Augustus Waters. Ternyata kanker yang diidap Augustus sudah menyebar di beberapa tempat, ini karena ia tidak mau dioperasi. Kalian yang penasaran dengan cerita ini, silahkan sisihkan uang dan pergi ke toko buku. Saya tidak mau membocorkan ending-nya karena saya rasa cukup dramatis akhir ceritanya dan sayang jika diungkapkan di sini. 
Novel ini sangat direkomendasikan untuk kalian sebagai pengetahuan tentang bagaimana seorang pengidap kanker menjalani hidup dan bersyukur bahwa kita diberikan kehidupan normal oleh Tuhan, sehingga mampu melakukan berbagai aktivitas tanpa hambatan. Bukan berarti kita mendiskriminasi para penderita kanker. Penyakit itu tidak menular secara radikal, kok. Rangkul dan hibur mereka, karena kita adalah saudara. Jangan ragu untuk membeli ya, di Toko Gunung Agung tentunya. Selamat membaca!



-reader.
PYM

November 18, 2013

Hujan



Duduk bertepian rintik
Mendengar gemericikmu
Kau turun, seolah menangis
Kupandangi dirimu
Bagai bulir alami dalam semesta
Bertaut membentuk alunan indah
Hujan...
Rupamu ku puja
Bagai simfoni dalam jiwa
Kau datang selalu, menemaniku
Bernyanyi 'hai, kawan'
Tak pernah kau berteriak lelah
Air selalu kau curahkan
Kuasa-Nya tanpa batas, menciptamu
Begitu pula aku
Kita adalah sama
Baru kusadari, kau, hujan, dan aku, kita adalah satu
Membentuk melodi galaksi yang merdu

November 11, 2013

Pahlawan INDONESIA abad 20.

Selamat HARI PAHLAWAN! 
Tentu tahu istilah pahlawan kesiangan, bukan? Saya rasa mungkin kalian berpikir "wah, nih orang telat woy! kemaren!" Saya tahu. Karena kesibukan exams untuk kuliah dan banyak hal lainnya, saya baru bisa kembali menulis di sini.

Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November untuk menghormati mereka kakek-nenek kita jaman dahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tersiksa, tersakiti, terpenjara dan lain sebagainya mereka hadapi dengan ikhlas, mereka semua menyadari bahwa perjuangan mereka saat itu pantas agar anak cucu mereka kelak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik dari mereka, tentu saja bebas dari penjajah dan merdeka seutuhnya. Sekarang ini, seperti yang kita tahu, sistem birokrasi di Indonesia sedang dalam konidisi 'setengah matang'. Para pahlawan masa kini yang berjuang terhadap aspirasi-aspirasi dan ide-ide brilian rakyatnya teredam oleh derasnya isu politik di negeri ini. Saya menghabiskan waktu satu minggu untuk membaca rekam jejak dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia yang melibatkan para tokoh-tokoh besar seperti Munir Thalib, Gayus Tambunan, Antasari Azhar, bahkan ini berkaitan erat dengan elit politik sekaliber Susilo Bambang Yudhoyono. Saya bukan mahasiswa hukum atau sos-pol, saya adalah mahasiswa perpajakan yang peduli dengan isu-isu sosial di negara ini yang secara tidak langsung (bahkan mungkin langsung) berdampak kepada rendahnya kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi. Jiwa kritis saya tidak bisa terbendung lagi oleh rasa penasaran tentang apa sebenarnya yang terjadi dibalik para penguasa-penguasa yang dengan mudahnya menjungkir-balikkan tatanan kenegaraan dengan seenak jidatnya. Dalam ilmu sosiologi, stratifikasi sosial yaitu dimensi power, memang mengarah kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan yang dianggap tinggi derajatnya di masyarakat. Saya sadari betul hal ini. Tapi yang tidak bisa saya terima dengan akal sehat adalah jika permainan penguasa ini sudah mulai merembet ke kasus kriminalitas, korupsi, konspirasi yang ujung-ujungnya merugikan  Negara hanya demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu, bukan atas nama rakyat. Ingat! Bukan-atas-nama-rakyat seperti kampanye-kampanye para politikus selama ini. Saya tidak mengecam, ataupun memojokkan, bahkan memfitnah. Tidak semua dari para elit politik ini memiliki hati yang kotor, namun tidak sedikit juga yang mempunyai niat-niat terpendam untuk suatu tujuan tertentu berkuasa di balik kursi pemerintahan.

Mari pertama-tama kita flashback mengenai kasus kematian aktivis HAM, Munir. Siapapun yang mendengar dan menonton tv pada tahun 2004 pasti tidak akan lupa dengan tragisnya cara kematian Munir. Kenapa, karena proses kematiannya sangat apik dan ciamik. Dari kalangan orang awam, mendengar Munir diracun, mungkin mereka berpikir "Ah, dia kan aktivis, memperjuangkan hak-hak rakyat. Pasti ada pihak yang merasa terancam dengan tindakan beliau." Ini sungguh pemikiran yang kritis. Kalau-kalau kalian lupa, Munir, meninggal dalam penerbangan Singapura-Amsterdam dan diperkirakan meninggal tepat diatas langit Rumania. Mulut beliau mengeluarkan liur dan telapak tangan membiru mengindikasikan beliau telah diracun. Setelah melakukan autopsi mayat di Amsterdam, munculah pernyataan mencengangkan bahwa dalam tubuh Munir terdapat kandungan arsenik yang jauh melampaui batas normal sehingga menyebabkan tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa selain menyerah terhadap kematian. Dan kalau-kalau kalian penasaran apa itu arsenik, secara sederhana, arsenik adalah unsur yang kandungan racunnya sangat mematikan. Napoleon Bonaparte juga meninggal dengan cara seperti ini. Tentu saja ini bukan perbuatan bunuh diri karena beliau ke Amsterdam untuk melanjutkan sekolah S2, dan di dalam pesawat pun beliau tidak tahan karena diare yang cukup kronis. Memang, racun arsenik menyerang pada sistem pencernaan. Saat berita ini tiba di Indonesia, pihak kepolisian Republik Indonesia mengajak ahli forensik Indonesia yaitu dr. Abdul Mun'im Idries Sp.F untuk bertolak ke Amsterdam demi meninjau proses autopsi mayat Munir. Beliau dengan tegas menolak, karena baginya, hasil autopsi di Amsterdam sudah cukup untuk menentukan penyebab kematian korban. Yang sekarang menjadi pertanyaan adalah siapa DALANG dari kematian Munir? Seiring waktu berlalu pengusutan dan investigasi dilakukan oleh tim penyidik untuk menguak siapa aktor dibalik kematian Munir. Dan perlu diketahui juga bahwa SBY pada saat itu baru saja dilantik menjadi Presiden dan beliau langsung memerintahkan untuk membuat tim khusus untuk membongkar kasus ini. 9 tahun berlalu hingga saat ini, kewenangan Presiden untuk melindungi segenap rakyat Indonesia disia-siakan, beliau tidak tuntas menyelesaikan kasus ini hingga ke akar. Mungkinkah? Saya tidak mau berasumsi, tetapi jika kalian rakyat Indonesia yang cerdas, berpikirlah!

Yang kedua adalah kasus besar melibatkan oknum pegawai pajak. Saya sebagai mahasiswa pajak, sudah menumbuhkan prinsip dalam diri saya bahwa bekerjalah dengan konsisten dan profesional. Namun, Gayus Tambunan, kasusnya sudah cukup membuat kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan di Indonesia memasuki daftar black-list. Mantan alumni STAN ini mengantongi uang ratusan miliar dari kas negara. Bahkan disinyalir, Gayus memiliki rekening rahasia di Singapura dan Swiss. WOW! Menurut riwayat hidupnya, Gayus bukanlah seorang pengusaha, ia hanyalah seorang pegawai pemerintahan yang imannya tidak kuat melihat dorongan dan /mungkin/ ajakan dari para elit untuk mengutak-atik uang negara. Bagi orang awam seperti kita, uang ratusan miliar tentulah jumlah yang sangat besar. Jika kita seorang konglomerat minyak di Arab, uang segitu masih kecil, tapi bagi seorang pegawai pemerintahan, memiliki rekening gendut seperti itu sungguh mencurigakan. Walaupun Pengadilan sudah mejatuhkan vonis untuk Gayus, namun pertanyaan besar or the big question marks bagi kita rakyat Indonesia adalah "Siapa yang berdiri dibelakang Gayus dan mengumpankannya ke publik?" Saya tidak ingin kembali berasumsi, tapi jika kalian cukup kritis mem-filter informasi dan teknologi canggih yang anda miliki saat ini, anda bisa mencari tahu sendiri.

Ketiga ini membuat hati saya miris dan sedih. Secara naluriah, di saat anak-anak seusia saya menonton sinetron picisan atau bersosialita dengan pergaulan, saya lebih memilih duduk menonton acara tv mendidik dan membaca buku. Might be I am such a nerd person. but I proudly to be am. Karena saya memimpin redaksi jurnalistik saat saya duduk di bangku SMP, maka mata, hati, dan telinga saya harus terbuka lebar-lebar melihat apa yang terjadi di sekitar saya sehingga bisa saya munculkan dalam rubrik sekolah bersama tim. Sikap kritis dan terbuka ini membuat saya semakin tertarik ke dalam dunia poitik dan hukum. Saya dari awal mengikuti kisah dan sepak terjang dari seorang Antasari Azhar yang tidak pandang bulu menyikat para penguasa yang memiliki tangan 'kotor'. Termasuk besan Presiden pun dijebloskannya ke penjara. Saya pada saat itu memasukkan Antasari Azhar ke dalam most valuable personage karena keberaniannya dan konsistensinya dalam memberantas korupsi. Namun, Antasari hanyalah seorang manusia biasa. Di saat niat mulianya ingin membersihkan negara ini dari oknum-oknum rakus, malah dirinya yang djebloskan ke penjara. Tadi malam saya menghabiskan hampir 6 jam untuk membaca artikel tentang kasus Antasari Azhar ini. Di lansir dari sini dan tidak perlu saya jelaskan kembali. Namun satu hal, sebegini kejamnya kah para penguasa negara kita? Saya tidak berkecimpung langsung dalam dunia pemerintahan, maka saya pun tidak tahu siapa orang-orang pastinya. Pada hasil autopsi dari Direktur PT. Rajawali Putra Banjaran, ahli forensik Mun'im Idries menjadi saksi ahli dari pihak Antasari untuk membawakan BAP tentang pemeriksaannya terhadap mayat korban. Terjadi banyak kejanggan serta ke-tidak-valid-an BAP yang dimiliki oleh JPU dan dari pihak Antasari. Ini mengindikasikan bahwa adanya konspirasi dan rekayasa dibalik kasus kematian Nasrudin Zulkarnaen karena dr. Mun'im pun mengatakan bahwa mayat yang ia terima di RSCM sudah tidak tersegel alias sudah diotak-atik sebelumnya untuk menghilangkan barang bukti terkait. Menurut keterangan dari Williardi Wizard sendiri yang pada saat itu mendapat tekanan dari pimpinannya BHD, dengan tegas akhirnya mengubah BAP yang dipaksa oleh rekannya untuk ditanda-tangani namun isinya dibuat oleh penyidik menjadi BAP yang murni dibuat oleh dirinya sendiri yang berisi ketidak-terlibatannya dalam mengeksekusi Nasrudin Zulkarnaen. Namun, apa? Hakim di persidangan tetap menjebloskannya ke penjara dan terkesan ada permainan truth or dare di dalam kasus ini. Mereka yang entah-saya-tidak-tahu-siapa terkesan saling melindungi satu sama lain dan mengorbankan seseorang untuk dijebloskan ke penjara agar publik merasa bahwa pihak penyidik dan kepolisian sudah bekerja dengan sangat baik dalam membogkar kasus pembunuhan. Antasari sendiri dihukum dengan dakwaan merencanakan pembunuhan yang menurutnya sama sekali tidak dilakukannya. Alibinya ini didukung oleh barang bukti dan penguatan saksi ahli ahli forensik dan satu ahli dari ITB yang menyatakan bahwa Antasari tidak terlibat sama sekali dalam proses komunikasi terhadap Nasrudin Zulkarnaen. Namun dijadikan BAP oleh Jaksa dalam menjerat Antasari. Malang datang tak diundang, untung pun tak pernah datang, Antasari dengan pasrah harus beristirahat di sel tahanan agar ia tidak bisa 'bernyanyi' lagi dalam membongkar kasus-kasus besar yang melibatkan elit politik tertinggi negeri ini. Sungguh miris....

Saya banyak memunculkan nama ahli forensik dr. Abdul Mun'im Idries Sp.F ke dalam tulisan ini karena perannya sebagai dokter forensik, juga kejujurannya dalam membeberkan bukti dan fakta penyebab kasus kematian yang misterius. Dari kasus Trisakti, Marsinah, Munir, Nasrudin Zulkarnaen, hingga yang terbaru pembunuhan terhadap Sisca Yovie pun dikuak dari hasil otopsi mayat yang ia lakukan atau analisis. Saya akan selalu mengingat pesan terakhir beliau kepada anaknya, "Dalam bekerja, ingatlah dua hal. Konsisten dan profesional." Sebelumnya dalam tulisan berbahasa inggris saya di tumblr berjudul "Being Consistent." adalah bentuk pertanyaan saya dan rasa ingin tahu saya mengapa orang dewasa cenderung bersikap tidak konsisten dan terombang-ambing dalam menghadapi suatu keputusan. Tidakkah ini memberikan contoh yang buruk kepada generasi muda? Back to topic. Saya sangat mengagumi beliau karena pekerjaannya yang sangat beresiko tinggi dan karena keberaniannya dalam berkata jujur dan tetap pendirian. Poin-poin inilah yang menurut saya harus diasah, dan dipegang teguh oleh generasi muda saat ini untuk menghadapi perkembangan globalisasi yang semakin tidak terkendali. Sebelum wafatnya, beliau meluncurkan sebuah buku berjudul INDONESIA X-FILES yang berisi tentang fakta-fakta kematian tokoh-tokoh di Indonesia dan peran serta penegak hukum di dalamnya. Maka, dewasa ini, saya memberikan penghormatan Hari Pahlawan saya kepada beliau, dokter forensik tiada duanya di Indonesia. Selamat jalan, Pak! Berkati kami sebagai kaum muda untuk membawa Indonesia menuju perubahan yang lebih mengutamakan kebahagiaan rakyat. 


-generasi '94
PYM

November 05, 2013

a daydreamer.

"Aku memaafkan air mata yang harus kutumpahkan,
Aku memaafkan rasa sakit dan semua kekecewaan,
Aku memaafkan semua pengkhianatan serta kebohongan,
Aku memaafkan semua fitnah dan tipu-muslihat,
Aku memaafkan kebencian serta penganiayaan,
Aku memaafkan pukulan-pukulan yang melukaiku,
Aku memaafkan impian-impian yang rusak,
Aku memaafkan harapan-harapan yang mati sebelum waktunya,
Aku memaafkan permusuhan serta kecemburuan,
Aku memaafkan ketidakpedulian dan niat jahat,
Aku memaafkan ketidakadilan yang dijalankan atas nama keadilan,
Aku memaafkan kemarahan serta kekejaman,
Aku memaafkan kelalaian dan sikap menghina,
Aku memaafkan dunia dan semua kejahatannya."

"Aku memiliki kemampuan mencintai, terlepas dari apakah aku balas dicintai,
Kemampuan memberi, bahkan saat aku tidak punya apa-apa,
Kemampuan bekerja dengan bahagia, bahkan di tengah kesulitan-kesulitan,
Kemampuan mengulurkan tangan, bahkan saat aku benar-benar sendirian dan diabaikan,
Kemampuan untuk mengusap air mata, bahkan saat aku menangis,
Kemampuan percaya, bahkan saat tidak seorang pun percaya padaku."

Saya membaca Aleph, dan menemukan kata-kata ini di dalamnya. Ini adalah jawaban dari orang-orang yang sedang 'mencari' namun tidak menyadari apa yang dicari. 'menemukan' namun tidak menyadari apa yang ditemukan. Saat kita berada pada titik Aleph, dan merasa terseret ke dalamnya, ingatlah kita hidup di dunia adalah sebuah rangkaian paralel dari kehidupan-kehidupan kita sebelumnya namun memiliki ruang yang terpisah secara akal sehat. Saya sedang mencari titik di mana Aleph saya berada. Mungkin di sebuah tempat yang saya tidak sadari, tapi pasti akan saya temukan. Begitu juga kalian. Paulo Coelho memberikan saya inspirasi, pandangan, pengalaman, dan pengetahuan baru terhadap misteri-misteri kehidupan. Tapi saya sadari, segala teori yang diciptakan manusia tidak akan mampu melampaui kuasa Tuhan. But this could be one of the greatest value of living life. Such like prepared bento for lunch, I feeding my brain with these life lessons which is I got from reading and will never stop reading every single day. I need to purchased more of his books at Periplus, soon. :)

- book lover,
PYM

October 28, 2013

Muda = Berkembang

Hari ini tanggal 28 Oktober. Kalian masihkah mengingat tahun berapa tepatnya Sumpah Pemuda dikumandangkan? Bahasa sederhananya, lahir. Lupa? Bagus, berarti ada banyak hal yang kalian pikirkan selama hidup di dunia, ini menujukkan otak yang sehat. Saya akan mengingatkan kembali bahwa Sumpah Pemuda dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Saya tidak akan lebih lanjut flashback tentang bagaimana awal mula Sumpah Pemuda lahir karena itu sudah tercetak rapi di buku Sejarah SMP. Tugas kita adalah.....


1. Menjadikan hari ini sebagai hari spesial. Komitmen diri harus di mulai dari sekarang untuk tahun-tahun berikutnya. Kenapa spesial? Karena kita masih muda, dan orang-orang jaman dahulu memberikan kita hadiah sebagai bentuk rasa bangga kita menjadi anak muda yang sehat, cerdas, cantik, ganteng, gaul, cinta lingkungan, kritis, dan banyak kosakata positif lainnya. Korea saja merayakan hari jomblo dengan bangga, kenapa kita tidak bangga merayakan hari pemuda, yang notabene lebih keren?

2. Seperti gambar bunga diatas. Masa muda adalah masanya berkembang. Kita lahir ke dunia mengikuti fase-fase alamiah dan bermetamorfosis menjadi seorang pemuda. Bunga yang memiliki warna, dan bau cemerlang tentu saja hasil dari perawatan si pemilik yang maksimal. Begitupun kita. Pemuda yang karismatik dan cerdas adalah hasil dari didikan orangtua serta lingkungan dan pola pikir yang benar dari diri sendiri. Begitu analoginya.

3. Sumpah Pemuda saya rasa dewasa ini tidak terlalu dimaknai serius oleh generasi muda kita. Muncul pertanyaan 'kenapa?'. Berhubung saya juga anak muda, saya akan memberikan pandangan dari sisi 'pemuda'. Daripada bersibuk-sibuk diri update status facebook atau kultwit tentang Sumpah Pemuda, lebih baik berkutat pada tugas dan gadget. Toh, tidak ada pengaruhnya jika hanya kita yang tidak heboh. Bumi tetap berotasi, Indonesia tetap merdeka, 1 orang tidak mengubah nasib jutaan orang. Pola pikir inilah yang sedikit, bukan, SEGERA harus dirubah. Bagaimana mungkin, kita (lo, gue) begitu cueknya terhadap masa depan bangsa ini. Saat ini ada dua typical generasi muda. 1. mengutamakan pendidikan tinggi, mengeksplorasi diri, membuka mata terhadap perkembangan dunia demi bekal mereka menjadi pemimpin di masa depan. 2. tipikal ini asyik sendiri dengan bagaimana penampilannya di muka umum, menomor sekiankan pendidikan formal maupun informal, tidak membuka diri terhadap perkembangan dunia-Korea Utara sudah mengembangkan nuklir, tapi kita sibuk berkutat dengan pasangan yang ngambek, Amerika dan Suriah terus memanas, Israel dan Pakistan bergejolak- apakah kalian peduli terhadap isu-isu tersebut? merusak diri-NARKOBA, dan segala perilaku sosial menyimpang lainnya yang bertentangan dengan norma.

Sangat mudah menemukan generasi muda tipe 2. Dari skala 1 sampai 10, saya rasa hanya 4 yang masuk dalam kategori pemuda tipe 1. 
Siapa yang bertugas merubah mental para generasi muda ini?
ORANG TUA. Pola asuh orang tua menduduki peringkat pertama dari pembentukan karakter seseorang dan membawa mereka siap menjadi seorang pemuda-pemudi yang berani, cakap, cerdas dan berbudi pekerti luhur. Bahasa sederhananya, kalau belum siap menjadi orangtua, daripada kita membebani anak-anak kita suatu saat nanti, lebih baik isi diri dulu sampai penuh dengan pengetahuan dan wawasan. Saya ingat quote keren dari Dian Sastro "Ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas." 

Pemuda-pemudi di Indonesia ini sangat banyak jumlahnya. Ada begitu banyak kelompok-kelompok sosial yang di bentuk oleh mereka yang bertujuan mensejahterakan Bangsa. Ada beberapa yang saya tahu memfokuskan diri pada berbagai bidang dan mereka concern di sana. Misalnya, komunitas pecinta alam. Pemuda-pemudi ini dengan aktif menjelajah berbagai pelosok di Indonesia untuk mengeksplorasi kekayaan tanah air sekaligus berkomitmen menjaga lingkungan. Yang saya harapkan, ini menjadikan pemuda-pemudi lain di seluruh Indonesia merasa terinspirasi dan ikut bergerak membentuk kelompok-kelompok kecil mereka yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa dan memajukan Indonesia dari segala aspek. Lalu, apa kontribusi saya? Saya menyumbangkan ide-ide saya melalui tulisan dan mendukung karya sastra generasi muda Indonesia dengan rutin membeli buku-buku karya anak Bangsa. Simpel tapi bermakna, bukan? Mungkin bagi kalian biasa, tapi saya memaknainya dengan luar biasa. Saya tentu tidak akan tinggal diam. Ada banyak hal yang ingin saya sumbangkan terhadap Bangsa ini. Tapi, pertama-tama, saya ingin memenuhi kepala saya dengan pengalaman, agar beberapa tahun ke depan saya siap mental, jasmani dan rohani, untuk memimpin Indonesia bersama teman-teman pemuda-pemudi sekalian. Mulai sekarang, apapun, dari hal kecil, jangan pernah berpikir bahwa usaha kalian tidak akan berpengaruh atau tidak mengubah apapun. Apapun usaha yang kalian lakukan, seberapapun kecilnya itu menurut kalian, jika memiliki tujuan untuk membuat Indonesia ini menuju kemajuan, akan memiliki arti sangat amat besar bagi Bangsa Indonesia. Buatlah Soekarno , Moh. Hatta, Kakek-Nenek, dan alam semesta bangga, karena melahirkan generasi muda yang hebat dan tangguh seperti kita.


-Salam "Sumpah, saya masih muda!"
PYM


October 22, 2013

Apa kontribusimu terhadap Pulau Bali?


Saya kali ini akan berbagi sebuah pemikiran yang cukup penting sehingga saya putuskan untuk membuat artikel ini dalam akun blogger saya, karena tulisan ini bertujuan untuk para pembaca di Indonesia. sedangkan akun tumblr saya lebih men-global menggunakan bahasa Inggris. Baik kita to the point saja ya. Apa yang kalian semua pikirkan saat melihat gambar di bawah ini?


Mungkin ada beberapa dari kalian yang kurang paham, mungkin kurang tanggap, atau terkesan tidak peduli dengan kata-kata bercetak biru di atas. Yup. "Bali is not for SALE" Kenapa saya menuliskannya besar-besar? Bukan, itu bukan untuk menambah estetika gambar, tapi untuk menyadarkan kalian semua. Betapa Bali kita (Pulau di Indonesia adalah milik kita semua, karena kita warga negara Indonesia) selama beberapa tahun ini sedikit demi sedikit mulai dikuasai oleh pihak-pihak yang memiliki keegoisan tingkat tinggi dan kemarukan yang hanya mereka dan Tuhan yang mengerti. Saya tidak ingin menyudutkan satu pihak, namun, faktanya adalah, di sini aktor-aktor utamanya adalah para pejabat tinggi Negara. Di mana mereka yang seharusnya melindungi rakyat, dan sadar diri bahwa mereka dipilih oleh rakyat yang seharusnya memprioritaskan kepentingan rakyat diatas kepentingannya sendiri maupun kepentingan golongan, namun faktanya? Mari kita mulai dari yang terhangat dahulu.

Jika anda semua memilki akun twitter, dan aktif berkicau di sana dan melihat kehebohan tentang Reklamasi Teluk Benoa. Pertama-tama, saya ingin meluruskan rasa penasaran anda selama ini tentang arti dari reklamasi. Reklamasi adalah penciptaan daratan baru di lahan yang sebelumnya terdiri atas air. atau bahasa sederhanya pengurugan. Terbayang? Teluk Benoa di tenggara pulau Bali yang selama ini kita tahu terhampar luas dengan air, akan ditimbun oleh tanah. Pertanyaannya adalah, kenapa bisa begitu? Ternyata proyek besar-besaran ini sudah muncul pada tahun 2006. Tidak banyak yang tahu dan muncul ke publik, karena pada saat itu Gubernur Bali yang menjabat yaitu Bapak Dewa Beratha tidak menggubris penawaran para investor untuk mereklamasi Tanjung Benoa yang akan dijadikan kawasan wisata terpadu. Sekian lama proyek ini tarik-ulur, akhirnya pada tahun 2012 di masa pemerintahan Bapak Made Mangku Pastika, proyek reklamasi ini muncul ke permukaan. Konsep reklamasi dari tahun 2006 ke tahun 2012 memiliki perbedaan versi. Di mana pada tahun 2006 rencana reklamasi teluk ini adalah untuk perluasan pelabuhan kapal pesiar seperti di Monako. Namun pada tahun 2012 tujuannya beralih menjadi pulau buatan yang dijual dengan sistem sewa per kapling. Disinggahi kapal pribadi mirip Eropa dan Singapura. Berbagai pro dan kontra muncul seiring dengan munculnya kasus ini ke publik. Berbagai kecaman dari elemen masyarakat menyudutkan Gubernur Bali yang baru terpilih untuk kedua kalinya ini. 

Kira-kira apa ya gunanya reklamasi? Pertanyaan itu menggelitik kepala saya. Pada saat awal kasus ini meruak, saya sudah mendengar berbagai pro dan kontra dari masyarakat Bali. Namun karena saya sudah hijrah ke Jakarta, saya berpikir ahwa biarlah orang Bali saja yang menyelesaikan masalah tersebut. Semakin lama, hati saya merasa berkhianat. Saya lahir dan besar di Bali, sekarang pindah ke Jakarta, lalu begitu saja meninggalkan Bali yang begitu baiknya merawat saya? Maka saya putuskan untuk aktif menyerukan pendapat-pendapat saya melalui twitter dan tulisan ini, untuk membuka pikiran kita semua sebagai generasi muda yang bertanggung jawab terhadap masa depan Bangsa. LSM dan berbagai lapisan masyarakat berlomba-lomba menentang proyek maut ini. Bagaimana tidak, yang diuntungkan di sini sudah jelas para investor, Pejabat tinggi, dan para pengusaha yang menginvestasikan dana mereka untuk proyek ini. Bali memiliki daya jual yang sangat tinggi di bidang pariwisata, siapa yang tidak tergiur dengan uang? Nah, sekarang, siapa pihak yang akan menderita? Tentu saja rakyat pesisir pulau Bali. Jika teluk yang selama ini tergenang air ditimbun dengan tanah, bayangkan sendiri akibatnya bagi para masyarakat kecil yang bermukim di pesisir pantai. Volume air laut akan meninggi, ekosistem dalam teluk juga dipastikan punah, lingkungan yang akan tercemar akibat dari limbah-limbah yang akan muncul seiring dibangunnya proyek tersebut. Dan masih banyak lagi. Saya tidak ingin memperpanjang daftar dampak negatif karena bagi saya pamali atau istilah Balinya 'ile-ile'. 

Jadi, tujuan saya untuk membuat tulisan ini adalah agar kalian semua, saya, tua-muda, besar-kecil, mahasiswa, pelajar, orang dewasa, terutama yang namanya mengadopsi nama Bali, seperti Putu, Made, Nyoman, Ketut, dll. untuk peduli terhadap masa depan Bangsa, terutama masa depan Bali. Karena bagaimanapun juga, Indonesia terkenal di mata dunia karena memliki Bali sebagai destinasi wisata favorit. Jika Bali perlahan-lahan berubah menjadi Pulau sarat investor, akankah turis mancanegara masih mencintai Bali dengan segala kepolosan dan keunikan budayanya? Uang memang penting, namun jika yang hanya kita miliki adalah uang, percayalah tidak semudah itu dunia berjalan di bawahmu karena hidup ini sebuah sinkronisasi dari alam semesta yang melingkupimu, dirimu sendiri, dan sang Penciptamu. Bukan semata-mata soal uang dan isi perut serta hidup mewah berlimpah.

Sekian tulisan saya, semoga berguna dan menginspirasi kita semua. Jika ingin merespon tulisan saya, anda bisa mengirim email ke yogaprani@gmail.com dan saya akan memberitahukan rencana-rencana saya untuk melindungi Pulau Bali dan Pulau-Pulau lainnya di Indonesia bersama kalian.

-salam
PYM.

October 17, 2013

Hocus Pocus. Triiiiinggg....

LOVE, HATE & HOCUS POCUS
LOVE, CURSE & HOCUS POCUS

OLEH
KARLA M. NASHAR


Selamat sore.... saya kali ini akan membahas sebuah buku, eh, bukan, tepatnya dua buah buku ber-genre romance. Mungkin jika kalian membaca judul postingan saya, dan sudah pernah membaca buku-buku ini merasa penasaran melihat seperti apa pandangan saya terhadap buku ini. Namun, jika belum pernah membaca dan kalian mendapati diri kalian membaca postingan saya di bawah ini tanpa berkedip, silahkan pergi ke toko buku terdekat dan bergegas ke rak 'novel' sebelum kehabisan. hohoho *promosi ye?*

well, before I'll tell you about the summary of those novels, I'd like to explain first of all about the main cast, and 'people' whom get involved. 

Tokoh Utama : Troy Mardian, Gadis Parasayu.
Tokoh Pengganggu* : Putra, Lucinda
Tim Troy : Lulu (sekretaris)
Tim Gadis : Nana (sekretaris)
Tokoh yang paling utama dari tokoh utama* : Lyubitshka ( gypsy woman )

Penerbit : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Tebal Buku I&II : 263 & 411
Terbitan Buku I&II : Jakarta, 2008 & Jakarta, 2013

Buku I
Dari keseluruhan buku yang saya baca saat saya masih duduk di kelas 11, Love, Hates & Hocus Pocus termasuk dalam daftar Metropop favorit yang harus berada di urutan paling atas rak buku saya. Saat mood saya sedang acak-adut (amburadul, re-) saya akan memilih untuk membaca novel roman untuk menaikkan adrenalin saya yang nge-drop. Troy Mardian seorang manajer senior sebuah perusahaan farmasi, memiliki tingkat intelejensi yang tinggi ditambah tingkat ketampanan yang menyaingi Robbert Pattinson. Segala sesuatunya harus serba barat dan branded, begitulah prinsip Troy. Berbeda dengan Gadis, ia adalah seorang nasionalis sejati yang anti terhadap barang impor. Ia berpikir, "kalau bukan kita yang membanggakan produk negara sendiri, lalu siapa lagi?" istilah masa kininya, si Gadis ini kudet. Tapi dibalik itu semua, seperti namanya, Parasayu, Gadis menjadi idola diantara para laki-laki di seputaran lingkungan perusahaan. Tiba saatnya mereka dipertemukan dan terbitlah rasa saling membenci satu sama lain karena merasa tidak mau kalah dalam pekerjaan. Eiiiits... jangan salah. Masalah demi masalah muncul perlahan-lahan untuk mendramatisir suasasa sekaligus secara tidak langsung menyatukan Troy dan Gadis. Hingga akhirnya dalam sebuah event, muncul tokoh yang paling penting dalam novel ini, ialah seorang gipsi tua berasal dari Inggris, melafalkan mantra ajaib kepada mereka dan triiiiingg... dalam tiga belas hari hidup mereka jungkir balik. Pada awalnya sebelum bertemu gipsi tersbut Troy dan Gadis enggan untuk bercakap-cakap mesra apalagi bersentuhan, akhirnya memutuskan untuk bertunangan dan menikah. Logika dan imajinasi mereka saling tumpang-tindih. Mereka merasa ini adalah sebuah mimpi, namun keadaan sekitar mereka menolak mentah-mentah persepsi mereka hingga akhirnya mereka menerima segala kejadian gila ulah si gipsi tua, dan perlahan mulai jatuh cinta, mereka terbangun dari mimpi. Dan sama sekali tidak mengerti dengan kegilaan yang baru saja mereka alami karena pada saat Troy dan Gadis terbangun, mereka kembali terlempar pada awal mula sebelum bertemu dengan gipsi sakti ini. -


inilah 2 karya dari Karla M. Nashar
cover pertama dan kedua agak gak nyambung sih, tidak masalah, don't judge a book by it's cover, isn't it?


Buku II
Perjuangan saya meraih buku kedua ini bisa sebanding kira-kira dengan perjuangan para pahlawan Indonesia meraih kemerdekaan *apa sih.* Pertama kali sahabat dan partner membaca saya selama empat belas tahun mengabari saya tentang buku kedua Karla M. Nashar yang sudah di rilis, saya segera berangkat menuju toko buku terdekat. Gagal, bukunya sold out. Okay... saya tetap kalem dan pasang tampang happy. Beberapa minggu kemudian saya beralih ke toko buku lain di mal yang berbeda, hanya ada 1 paket (berisi buku I & buku II) saya berpikir, sahabat saya sudah mengirimkan buku pertama ke alamat saya, dan sedang saya baca untuk me-refresh ingatan, untuk apa saya beli lagi? saya batal membelinya. *agak gak tau diuntung sih gue, iya tau* berselang satu bulan, saya kembali mendatangi toko buku pertama dan disanalah buku kedua berwarna putih tampak paling cemerlang diantara buku-buku lain yang terjajar rapi. Tanpa pikir panjang, saya memilih sampul terbaik (tanpa cacat), dan bergegas menuju kasir dan menggesek kartu. Setelah menandatangani struk dan sukses bertransaksi, saya pulang dengan langkah-langkah ringan. Ini hanya perkenalan awal saya terhadap buku ini hingga akhirnya..........

*lempar tepat di halaman 354*

WHAT THE HELL IS WRONG WITH THIS NOVEL, HUH?

Okay, jadi diceritakan bahwa Troy dan Gadis ditugaskan untuk pergi ke London mengikuti sebuah seminar berskala internasional, dan disinilah masalah bermula. Saya menangkap kesan Troy dan Gadis di sini jarang beradegan romantis, dari skala 100, hanya 30 mereka rukun, bersahabat, mesra, dan saling bercumbu, sisanya? .....begitulah. Mereka bertemu dengan masing-masing tokoh pengganggu di sini. Tepatnya Troy bertemu Lucinda sang mantan pacar yang super perfeksionis seperti dirinya. Dan Gadis di sisi lain akan dilamar oleh Putra-entah-siapa-nama-lengkapnya. Saya tidak terlalu menyukai penjabaran Karla yang terlalu berpusat pada kekerasan hati Troy dan Gadis sehingga melupakan intuisi masing-masing yang sebenarnya saling mencintai. Tapi ya begitulah novel ya saudara-saudara, Karla M. Nashar tetap favorit saya. Di sini juga mereka bertemu dan si gipsi tua di peradaban asli gipsi ini yang terletak di bagian terpencil dan susah di askes dari Inggris sana. Si gipsi dengan tenang tetap bertingah misterius dan tidak memberi tahu langsung kepada mereka tentang arti mimpi-mimpi alias kutukan yang diberikan Lyuba. Mungkin kalian akan merasa agak kecewa dengan buku kedua ini, tapi percaya deh, Karla jago menyelipkan adegan  romantis tapi singkat antara Troy dan Gadis, jadi keseluruhan cerita ini tetap sweet. Mari kita berbicara tentang ending. Saya rasa akan sangat baik jika Gadis diceritakan lebih detail bagaimana ia menerima Troy pada akhirnya, bukan malah berhenti tiba-tiba, mengambang dan ceritanya selesai begitu saja di adegan ia sedang bersama putra. Saya merasa yakin bahwa Karla telah menyiapkan buku ketiga sebagai pembalasan terhadap ketidak puasan pembaca dengan buku ke-II. Semoga saja, karena jujur sekali, saya merasa hidup saya akan semakin bahagia jika Karla mengakhiri cerita antara Troy dan Gadis dengan mereka menjadi kakek-nenek suatu hari dengan kehidupan yang super duper sweet. *iya tau, ini pembaca banyak maunya* Akhir kata, buku ke-II ini harus kudu wajib kalian miliki sebagai bekal kalian dalam menghadapi situasi seperti Gadis dan Troy yang susah move on dari masa lalu. *eaaaa...*

P.S.
*Tokoh pengganggu : tokoh yang biasa dalam istilah sastra disebut sebagai antagonis. Nah, merekalah orang-orangnya. 
*Tokoh yang paling utama dari tokoh utama : ini maksud saya adalah, jika Lyubitshka tidak ada, dan tidak muncul sekalipun, novel ini tidak akan selesai. Dan tidak akan pernah ada istilah Troy dan Gadis happily ever after.

That's all. :)

sincerely, Karla M. Nashar biggest fan.










REJECTED!

04.37 AM on Thursday
my bed.

I have a lot of energy this morning. even I woke up earlier, I still going excited *chicken dance* to write down everything on my thought.

Last night, I've decided to texted the boy kind of good night greetings. and you know what? I've been rejected. he only read my BBM and since I think he was not noticed me, I didn't really mind of it.

well....

I'm going crazy, you know that!
When someone that you like, exactly, really really like, and you feel that your heart filled everything about him but he does not do feel the same as you, it hurts. but it's okay, I'll keep trying to let him know that here I am the one who always admire him.

Have you feel like rejected, ignored, or something?
I have some greatest tips tou you to recover your uncomfortable feeling after being rejected from someone.

1. listen to the music that recently you have got listened.
2. make a chat to another friend to hide your disappointed feeling through him.
3. put your face in front of pillow, and then scream out loud. P.S. do not do this when your grandma stayed at your house. too dangerous. believe me, guys!
4. take a meditation. haha do you think this is too harsh? Nope. when I've got some hard time, meditation is the best way to make my mood better.
5. accepted it all. when you've decided to doing something, and you didn't get a good respons as well, you first must be prepared your mentality 'as if he ignores me, what should I do? crying, or... trying more hard ext time?' you guys have the choice.

so, there is 5 kind of tips that I could give to you when someone has rejects and ignores your existence.

-good morning from Jakarta.

October 16, 2013

so, this is it!

I have tumblr now, guys!

Spread my thought and words over here and over there.

Visit my tumblr account and leave your comment through it.

sincerely, 
the most young and free girl around the world. :p

I started to follow him.

Idk what I should write right here, but here I am decided to keep writing as well and now it's already make a one sentence. hahaha

I did a bunch of things to do and now got back to write some of my thought.

Where should we start this?

Ah. Before I decided to open up my blogger site, I've been surfing on some peoples blog at tumblr.com
My life partner-or you known it as bestfriend- told me about some cutest things about our friend of friendsthat have such a real beautiful yet adorable relationship. I thought never before about make a tumblr account. no, actually I already have one. but I didn't treat it as well as I can. (...or too lazy to writing) :p

When I read those tumblr  site, read one by one words for almost been 12 hours, and realized that I've got a little, nope, actually, SO MUCH positive energy on every sentence he wrote. his thought about religion, politic, etc, to be honest, makes my mind get opened. I have so much to say through it so I started to make my own tumblr account. hehehe

I got inspired and excited, to write down for every little things I've been pass, no matter how important or not, interesting or not, good or bad. Just write every single things you want to. I found out my self back into this blogger site, and promise my own self to take much care about my feeling through my words as cool as he did!

by the way, from now on, I'll write every single things that would make my day or even not, but the most important is I am consistent on it.



from the one who loves writing.

September 27, 2013

I Found You

- sambungan

III.

Pukul 5 sore Melda baru tiba di rumah. SMA 88 sebenarnya sudah membubarkan muridnya pada pukul 2 siang, namun Melda tidak akan langsung pulang begitu saja, karena ia harus mengajar privat Bahasa Inggris bagi anak-anak sekolah dasar. Walaupun orangtua Melda kaya raya karena ayahnya yang seorang CEO dari pusat perbelanjaan terkenal di Indonesia, tetapi ia menyadari bahwa ia harus bisa berdiri diatas kakinya sendiri. Melda tidak mau dianggap cewek manja yang bisanya hanya foya-foya shopping dari satu mal ke

September 26, 2013

Higher - Ailee



                                                                   HIGHER - AILEE


                                                   Nugunga naege jeoldaero haji mallago
Geuraedo nan gieoko hago mal geoya
Geu nuga mwora haedo amugeotdo deulliji anha
Modeun geol nae tteuse nal matgil geoya

Going higher nal mageul suneun eobseo
Naega ganeun i gire deo isang duryeoumeun eobseo
Going higher naega baradeon sungan
Nunbusige bitnaneun tto dareun nareul boge doel geoya

Naega neomeul su eomneun keun byeogi isseuljirado
Ttwieo neomeul su isseo hal su isseo
Geu eotteon siryeoni wado jeoldae nan heundeulliji anha
Igyeonael su isseo nan munje eobseo

Nae gaseum soge sumswineun taoreuneun yeoljeongi
Nal deryeoga jeo meolli deo nopeun goseuro

Going higher nal mageul suneun eobseo
Naega ganeun i gire deo isang duryeoumeun eobseo
Going higher naega baradeon sungan
Nunbusige bitnaneun tto dareun nareul boge doel geoya

(Find a way to my heart)

Going higher nal mageul suneun eobseo
Naega ganeun i gire deo isang duryeoumeun eobseo

Going higher naega baradeon sungan
Nunbusige bitnaneun tto dareun nareul boge doel geoya

Going higher nal mageul suneun eobseo
Naega ganeun i gire deo isang duryeoumeun eobseo
Going higher naega baradeon sungan
Nunbusige bitnaneun tto dareun nareul boge doel geoya

I Found You

- sambungan

II.

Pikiran Melda tidak terpusat pada pelajaran Kimia yang sedang dijelaskan Bu Nuri di depan kelas. Ia hanya lurus menatap papan tulis dan mencoret-coret seolah-olah sedang serius mencatat. Everybody seems doing this habit in class , right? Bukannya sok pintar atau apa, tetapi ia sudah hafal diluar kepala dengan materi

September 25, 2013

I Found You

I.

Melda terburu-buru menghabiskan sarapannya, dengan mulut penuh ia berkata "mom...afkuf frangkat yaf...." namun mommy-nya menarik tangan Melda yang sudah ingin meninggalkan meja makan. "eh..., mau ke mana kamu? duduk, kunyah semua makanan di mulut kamu, minum, baru berangkat." Dengan susah payah Melda berusaha mengunyah nasi goreng yang disuapnya besar-besar dan segera disesalinya sekarang. Adiknya, Rachel, tampak acuh melihat tingkah kakaknya yang selalu terburu-buru setiap hari. Syukurnya mereka sekolah di tempat yang berbeda, jadi Rachel tidak perlu malu harus pulang pergi bersama kakaknya ini.

September 19, 2013

Mia Thermopolis, me, and my self.

Don't you remember who Mia Thermopolis is? She was the Princess of Genovia in Princess Diaries Disney movie. I've got so many life lesson and inspiration because of these story. Recently, I had collected 10 series of Princess Diaries novels and started to reading them all one by one. Seriously, it was about 10 series of all! I was really excited and had done only for 2 days to pass one book left.

September 07, 2013

Miley Cyrus has changed!


Bagi pecinta Disney channel, nama Miley Cyrus sudah tidak asing lagi didengar. Akting innocent-nya dalam sitkom Hannah Montana pada tahun 2006 membuat nama asli dari Destiny Hope Cyrus ini melejit sebagai bintang Disney.  Here you are....

September 05, 2013

1Q84 by Haruki Murakami - はるき むらかみ。


Haruki Murakami
1Q84

Hi, everybody! Sudahkah kalian membaca novel diatas? Kalau sudah, tulisan saya ini bisa dikomentari dan jika belum, ayo kita share this together. Karya kedua dari Haruki Murakami ini telah berhasil menghipnotis saya dengan tema yang unik, cerdas, berliku, namun sangat rasional.