September 25, 2013

I Found You

I.

Melda terburu-buru menghabiskan sarapannya, dengan mulut penuh ia berkata "mom...afkuf frangkat yaf...." namun mommy-nya menarik tangan Melda yang sudah ingin meninggalkan meja makan. "eh..., mau ke mana kamu? duduk, kunyah semua makanan di mulut kamu, minum, baru berangkat." Dengan susah payah Melda berusaha mengunyah nasi goreng yang disuapnya besar-besar dan segera disesalinya sekarang. Adiknya, Rachel, tampak acuh melihat tingkah kakaknya yang selalu terburu-buru setiap hari. Syukurnya mereka sekolah di tempat yang berbeda, jadi Rachel tidak perlu malu harus pulang pergi bersama kakaknya ini.
Well, sebenarnya Melda bukan gadis buruk rupa apalagi seorang nenek sihir sehingga membuat adiknya sendiri malu sebelahan dengannya. Untuk ukuran gadis berusia 18 tahun, ia cukup cantik dengan rambut lurus sebahu, namun jarang disisir karena selalu buru-buru, mata yang eksotis tetapi ditutupi kacamata levis, kulit putih bersih dan tinggi semampai, masalah otak, Imelda Hosea ini jangan ditanya, deh. Minggu lalu ia baru saja kembali dari USA untu mewakili Indonesia dalam olimpiade akademik di bidang Fisika dan meraih juara II setelah diungguli oleh tuan rumah. Sudah terbayang seperti apa Melda, kan? Yup, she is totally nerd! completely out of date atau kalau kata orang jaman sekarang anti-mainstream. Berbeda dengan adiknya yang super fashionable tapi tak kalah berprestasi juga.
Setiap harinya Melda menyetir mobilnya sendiri ke sekolah, sebenarnya ia lebih suka naik kendaraan umum, tapi mommy-nya selalu melarang karena keamanan kota Jakarta ini tidak seperti Singapura. Setelah berpamitan dengan mommy dan ayah, serta Rachel yang tiap hari berangkat bersama Ayah karena letak sekolah Rachel searah dengan Perusahaan Ayahnya. Mommy yang seorang dokter tentunya memiliki jam kerja yang fleksibel dan selalu berangkat paling akhir setelah semua anggota keluarganya meninggalkan rumah. Melda mengeluarkan mobil SUV merahnya dari car port, dengan cuek ia membelokkan mobil ke arah jalan namun sedetik kemudian lengkingan klakson dari mobil depannya sudah menggema di telinganya.
"Sial!" Umpatnya, lalu meluruskan pandangan kepada pengemudi yang ditutupi oleh kaca ray ban sehingga ia tidak jelas melihat wajahnya. Memang sih, ini salahnya karena memundurkan mobil dengan kecepatan tinggi, tapi hello, ini kompleks elit yang orang-orangnya tidak pernah keluar-masuk pada pukul 5.30 pagi seperti dirinya sebelum ini. Siapa orang ini? Sudahlah, dengan kesal ia menekan klakson juga agar pengemudi mobil di depannya segera menyingkir, namun ternyata takdir berkata lain, pengemudi ini malah turun.
Pintu kemudi dibuka. Sssrrr!
Cowok.
Cakep.
Cool.
Beberapa detik Melda hanya terbengong dan tidak menyadari bahwa cowok ini mengetuk kaca jendelanya. Dengan gemetar ia menurunkan kaca dan memandang ke arah cowok itu yang sebelah tangannya bertumpu pada pintu mobil. Wangi cirtrus tercium samar saat kaca jendela diturunkan dan lebih jelas melihat wajah cowok-entah-siapa ini. Oke, mari kita deskripsikan secara singkat seperti apa cowok yang mampu membuat seorang introvert Melda terbengong-bengong. Cowok ini cukup tinggi sekitar 180 cm karena berdiri menunduk sebelahnya, kulitnya mulus dan wajahnya baby face namun masih terdapat garis-garis gelap after-shave disekitar bibir dan rahang yang membuat wajahnya tampak seksi. Rambutnya tidak bisa didefinisikan secara rinci karena yah, susah memahami selerea rambut cowok. Ia mengenakan kaos berwarna cokelat tua polos dan menonjolkan ototnya yang terlatih sempurna serta dadanya yang bidang. Kurasa ia baru bangun, itu firasat Melda. Dan dengan bodohnya ia tersadar bahwa ia benar-benar akan terlambat jika tidak tancap gas sekarang. Ia tak mau menanggung resiko terlambat ulangan Fisika Pak Nurdin. 
"Hmm..sorry ya, gue minta maaf, tapi serius, bukanya gue mau menghindar atau apa, tapi kalau 1 menit lagi gue gak jalan, gue bakal terlambat ulangan. Kalau lo butuh ganti rugi atau apa, itu rumah gue, ada nyokap di dalam. Okay? Bye!" Tanpa menunggu jawaban cowok itu, Melda langsung tancap meninggalkan kompleks perumahan dan cowok yang tersenyum kecil dibelakangnya. 
Bersambung-

No comments:

Post a Comment