LOVE, HATE & HOCUS POCUS
LOVE, CURSE & HOCUS POCUS
OLEH
KARLA M. NASHAR
Selamat sore.... saya kali ini akan membahas sebuah buku, eh, bukan, tepatnya dua buah buku ber-genre romance. Mungkin jika kalian membaca judul postingan saya, dan sudah pernah membaca buku-buku ini merasa penasaran melihat seperti apa pandangan saya terhadap buku ini. Namun, jika belum pernah membaca dan kalian mendapati diri kalian membaca postingan saya di bawah ini tanpa berkedip, silahkan pergi ke toko buku terdekat dan bergegas ke rak 'novel' sebelum kehabisan. hohoho *promosi ye?*
well, before I'll tell you about the summary of those novels, I'd like to explain first of all about the main cast, and 'people' whom get involved.
Tokoh Utama : Troy Mardian, Gadis Parasayu.
Tokoh Pengganggu* : Putra, Lucinda
Tim Troy : Lulu (sekretaris)
Tim Gadis : Nana (sekretaris)
Tokoh yang paling utama dari tokoh utama* : Lyubitshka ( gypsy woman )
Penerbit : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Tebal Buku I&II : 263 & 411
Terbitan Buku I&II : Jakarta, 2008 & Jakarta, 2013
Buku I
Dari keseluruhan buku yang saya baca saat saya masih duduk di kelas 11, Love, Hates & Hocus Pocus termasuk dalam daftar Metropop favorit yang harus berada di urutan paling atas rak buku saya. Saat mood saya sedang acak-adut (amburadul, re-) saya akan memilih untuk membaca novel roman untuk menaikkan adrenalin saya yang nge-drop. Troy Mardian seorang manajer senior sebuah perusahaan farmasi, memiliki tingkat intelejensi yang tinggi ditambah tingkat ketampanan yang menyaingi Robbert Pattinson. Segala sesuatunya harus serba barat dan branded, begitulah prinsip Troy. Berbeda dengan Gadis, ia adalah seorang nasionalis sejati yang anti terhadap barang impor. Ia berpikir, "kalau bukan kita yang membanggakan produk negara sendiri, lalu siapa lagi?" istilah masa kininya, si Gadis ini kudet. Tapi dibalik itu semua, seperti namanya, Parasayu, Gadis menjadi idola diantara para laki-laki di seputaran lingkungan perusahaan. Tiba saatnya mereka dipertemukan dan terbitlah rasa saling membenci satu sama lain karena merasa tidak mau kalah dalam pekerjaan. Eiiiits... jangan salah. Masalah demi masalah muncul perlahan-lahan untuk mendramatisir suasasa sekaligus secara tidak langsung menyatukan Troy dan Gadis. Hingga akhirnya dalam sebuah event, muncul tokoh yang paling penting dalam novel ini, ialah seorang gipsi tua berasal dari Inggris, melafalkan mantra ajaib kepada mereka dan triiiiingg... dalam tiga belas hari hidup mereka jungkir balik. Pada awalnya sebelum bertemu gipsi tersbut Troy dan Gadis enggan untuk bercakap-cakap mesra apalagi bersentuhan, akhirnya memutuskan untuk bertunangan dan menikah. Logika dan imajinasi mereka saling tumpang-tindih. Mereka merasa ini adalah sebuah mimpi, namun keadaan sekitar mereka menolak mentah-mentah persepsi mereka hingga akhirnya mereka menerima segala kejadian gila ulah si gipsi tua, dan perlahan mulai jatuh cinta, mereka terbangun dari mimpi. Dan sama sekali tidak mengerti dengan kegilaan yang baru saja mereka alami karena pada saat Troy dan Gadis terbangun, mereka kembali terlempar pada awal mula sebelum bertemu dengan gipsi sakti ini. -
inilah 2 karya dari Karla M. Nashar
cover pertama dan kedua agak gak nyambung sih, tidak masalah, don't judge a book by it's cover, isn't it?
Buku II
Perjuangan saya meraih buku kedua ini bisa sebanding kira-kira dengan perjuangan para pahlawan Indonesia meraih kemerdekaan *apa sih.* Pertama kali sahabat dan partner membaca saya selama empat belas tahun mengabari saya tentang buku kedua Karla M. Nashar yang sudah di rilis, saya segera berangkat menuju toko buku terdekat. Gagal, bukunya sold out. Okay... saya tetap kalem dan pasang tampang happy. Beberapa minggu kemudian saya beralih ke toko buku lain di mal yang berbeda, hanya ada 1 paket (berisi buku I & buku II) saya berpikir, sahabat saya sudah mengirimkan buku pertama ke alamat saya, dan sedang saya baca untuk me-refresh ingatan, untuk apa saya beli lagi? saya batal membelinya. *agak gak tau diuntung sih gue, iya tau* berselang satu bulan, saya kembali mendatangi toko buku pertama dan disanalah buku kedua berwarna putih tampak paling cemerlang diantara buku-buku lain yang terjajar rapi. Tanpa pikir panjang, saya memilih sampul terbaik (tanpa cacat), dan bergegas menuju kasir dan menggesek kartu. Setelah menandatangani struk dan sukses bertransaksi, saya pulang dengan langkah-langkah ringan. Ini hanya perkenalan awal saya terhadap buku ini hingga akhirnya..........
*lempar tepat di halaman 354*
WHAT THE HELL IS WRONG WITH THIS NOVEL, HUH?
Okay, jadi diceritakan bahwa Troy dan Gadis ditugaskan untuk pergi ke London mengikuti sebuah seminar berskala internasional, dan disinilah masalah bermula. Saya menangkap kesan Troy dan Gadis di sini jarang beradegan romantis, dari skala 100, hanya 30 mereka rukun, bersahabat, mesra, dan saling bercumbu, sisanya? .....begitulah. Mereka bertemu dengan masing-masing tokoh pengganggu di sini. Tepatnya Troy bertemu Lucinda sang mantan pacar yang super perfeksionis seperti dirinya. Dan Gadis di sisi lain akan dilamar oleh Putra-entah-siapa-nama-lengkapnya. Saya tidak terlalu menyukai penjabaran Karla yang terlalu berpusat pada kekerasan hati Troy dan Gadis sehingga melupakan intuisi masing-masing yang sebenarnya saling mencintai. Tapi ya begitulah novel ya saudara-saudara, Karla M. Nashar tetap favorit saya. Di sini juga mereka bertemu dan si gipsi tua di peradaban asli gipsi ini yang terletak di bagian terpencil dan susah di askes dari Inggris sana. Si gipsi dengan tenang tetap bertingah misterius dan tidak memberi tahu langsung kepada mereka tentang arti mimpi-mimpi alias kutukan yang diberikan Lyuba. Mungkin kalian akan merasa agak kecewa dengan buku kedua ini, tapi percaya deh, Karla jago menyelipkan adegan romantis tapi singkat antara Troy dan Gadis, jadi keseluruhan cerita ini tetap sweet. Mari kita berbicara tentang ending. Saya rasa akan sangat baik jika Gadis diceritakan lebih detail bagaimana ia menerima Troy pada akhirnya, bukan malah berhenti tiba-tiba, mengambang dan ceritanya selesai begitu saja di adegan ia sedang bersama putra. Saya merasa yakin bahwa Karla telah menyiapkan buku ketiga sebagai pembalasan terhadap ketidak puasan pembaca dengan buku ke-II. Semoga saja, karena jujur sekali, saya merasa hidup saya akan semakin bahagia jika Karla mengakhiri cerita antara Troy dan Gadis dengan mereka menjadi kakek-nenek suatu hari dengan kehidupan yang super duper sweet. *iya tau, ini pembaca banyak maunya* Akhir kata, buku ke-II ini harus kudu wajib kalian miliki sebagai bekal kalian dalam menghadapi situasi seperti Gadis dan Troy yang susah move on dari masa lalu. *eaaaa...*
P.S.
*Tokoh pengganggu : tokoh yang biasa dalam istilah sastra disebut sebagai antagonis. Nah, merekalah orang-orangnya.
*Tokoh yang paling utama dari tokoh utama : ini maksud saya adalah, jika Lyubitshka tidak ada, dan tidak muncul sekalipun, novel ini tidak akan selesai. Dan tidak akan pernah ada istilah Troy dan Gadis happily ever after.
That's all. :)
sincerely, Karla M. Nashar biggest fan.

No comments:
Post a Comment