Duduk bertepian rintik
Mendengar gemericikmu
Kau turun, seolah menangis
Kupandangi dirimu
Bagai bulir alami dalam semesta
Bertaut membentuk alunan indah
Hujan...
Rupamu ku puja
Bagai simfoni dalam jiwa
Kau datang selalu, menemaniku
Bernyanyi 'hai, kawan'
Tak pernah kau berteriak lelah
Air selalu kau curahkan
Kuasa-Nya tanpa batas, menciptamu
Begitu pula aku
Kita adalah sama
Baru kusadari, kau, hujan, dan aku, kita adalah satu
Membentuk melodi galaksi yang merdu

No comments:
Post a Comment