Alam semesta diciptakan dengan berbagai macam isinya. Bumi menjadi salah satu planet layak huni karena adanya lapisan oksigen yang tinggi sehingga memugkinkan makhluk hidup untuk bernafas. Miliaran tahun yang lalu, saat manusia belum berevolusi secara sempurna, makhluk hidup yang lain justru dengan percaya diri menunjukkan eksistensinya.
Salah satu makhluk hidup yang percaya diri itu adalah tumbuhan. Mereka dengan kekuatannya yang mampu menghasilkan oksigen sungguh menakjubkan. Mereka juga bisa bermanfaat bagi makhluk hidup lain, dalam hal apapun. Pohon contohnya.
Pernah mendengar perumpamaan "semakin tinggi pohon, semakin kencang angin berembus"? Artinya, semakin tinggi kedudukan seseorang, maka berbagai cobaan akan datang menerjang.
Belakangan ini, hobi saya untuk mengamati tingkah laku manusia semakin membuat saya penasaran tentang makna perumpamaan tersebut. Karena orang-orang yang menjadi objek pengamatan saya ini sedang mengalami kemajuan karir yang signifikan, namun diikuti oleh masalah-masalah baru. Setiap orang yang saya amati, polanya hampir sama. Mengapa meningkatnya karir justru menciptakan masalah?
Pohon, bisa berdiri kokoh karena memiliki akar yang solid. Akar ini akan menjaga keseimbangan batang pohon agar tidak mudah goyang terbawa angin. Akar bertugas untuk menyediakan asupan nutrisi bagi kehidupan sang pohon. Dengan kata lain, akar adalah jantung pohon. Ini bisa saja kita analogikan dalam kehidupan karir manusia. Untuk menciptakan akar yang kuat dalam berkarir, tentu saja kita harus memenuhi aspek yaitu ilmu pengetahuan, wawasan, komunikasi, relasi, dan percaya diri. Di saat kita sudah bisa memenuhi kriteria aspek-aspek tersebut, maka bisa dipastikan kita akan memiliki rasa percaya diri untuk melangkah dan melangkah terus meningkatkan karir. Jika kelima aspek tadi tidak kita kuasai, maka jangan bermimpi untuk memiliki karir yang cemerlang.
Saat karir berada di puncak, cobaan untuk menguji seberapa pantas kita mendapat posisi karir tersebut mulai terlihat. Pohon yang tertiup angin kencang akan merontokkan ranting dan dedaunan, tetapi tidak akan menumbangkan kalau akarnya cukup kuat. Dalam berkarir pun juga sama.
Biarlah masalah-masalah datang menghampiri kita, pasang perisai diri dan bersiaplah untuk menghadapi serangan mereka. Tidak semua hal dalam kehidupan ini bisa sesuai dengan apa mau kita, alam semesta tidak memihak siapapun. Kita tidak berpihak pada siapapun. Kita, saya, dan anda tidak akan pernah terbebas dari masalah, semasih kita hidup di dunia ini. Selalu akan ada kisah untuk diceritakan, dan selalu akan ada masalah untuk diselesaikan. Intinya adalah, persiapkan diri masing-masing dengan ilmu untuk menghadapi dunia ini. Buka pintu selebar-lebarnya untuk segala informasi dan bukalah diri untuk menerima kritikan serta pujian. Karena terkadang kita begitu mudah tersanjung saat menerima pujian, namun justru berbalik 180 derajat saat menerima kritikan atau hujatan.
ada pepatah Bali yag sesuai saat saya membaca biografi beberapa tokoh-tokoh besar dengan ketajaman karirnya, 'eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin', 'Jangan mengaku diri hebat, biar orang lain yang menilai'. Mereka tidak pernah peduli seberapa hebat atau seberapa sukses karir dan kehidupan mereka, karena yang mereka lihat hanya pada bagaimana mereka menjalankan tugas sebaik-baiknya, belajar dari kesalahan, dan selalu berjalan dengan kepala tegak. Orang lain yang posisinya sebagai 'penonton', akan memiliki penilaian tersendiri, positif maupun negatif, apapun itu, namun mereka tidak akan pernah ambil pusing terhadap penilaian dari 'penonton'.
-dig
PYM

No comments:
Post a Comment