April 01, 2014

Love is crying*

"gaseumi unda gaseumi sorichinda
han sarameul saranghago sipeoseo
neol ulge haetgo apeuge haetdeon naega
ijen neoreul mot ijeoseo unda
nae sarangi unda..."


"My heart is crying, my heart is shouting
Because it wants to love one person
I made you cry and hurt you
But now I can’t forget you so I’m crying
My love is crying..."


Aku pagi ini bersenandung lagu milik K.Will dalam soundtrack King Two Hearts yang berjudul Love is Crying. Ya, cintaku menangis. Dalam salah satu episode drama ini, Lee Jae Ha menyakiti hati Kim Hang Ah, agar gadis ini membencinya. Namun, justru Lee Jae Ha yang hatinya sakit karena Kim Hang Ah mampu menyembunyikan ekspresinya. Betapa rumitnya jika seseorang jatuh cinta. Dan, betapa cinta dapat membuat seseorang berubah amat drastis, sungguh menarik. Jika kita bicara tentang hati yang tersakiti, setiap orang tentu saja pernah mengalami sakit hati. Bila kita tanya satu persatu, setiap orang pastinya memiliki alasan tersendiri mengapa mereka mengalami sakit hati. 

Bagaimana seharusnya kita mencintai agar tidak mengalami rasa sakit? Ini ibarat bermain-main di atas bara api, tetapi menolak untuk merasakan panasnya bara. Cinta dan rasa sakit memiliki jarak yang sangat tipis. Setiap langkah dari mencintai, akan diikuti oleh rasa sakit yang tidak bisa diabaikan keberadaannya. Bukankah cinta adalah perasaan penuh kebahagiaan? Tentu saja. Tapi masihkah kita ingat tentang istilah  'sesuatu yang berlebihan itu tidak baik'? Cinta yang berlebih juga dapat menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit pun memiliki beberapa level, ringan, sedang dan yang paling parah adalah akut. Jadi, cinta tidak hanya 'penuh' oleh rasa bahagia, namun juga perasaan-perasaan lain yang tergabung pada akhirnya membentuk sebuah ikatan cinta.

Saat perasaan dilingkupi oleh perasaan cinta yang 'bahagia', biasanya kita akan mudah terlena dan tidak mengantisipasi lingkungan sekitar. Segala perhatian terpusat pada seseorang yang menjadi objek dari cinta kita dan mengesampingkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan orang itu. Karena terlalu bahagia, pada akhirnya sang pecinta ini cenderung menjadi posesif dan obsesif. Sungguh betapa rumitnya  cinta...

Kata siapa rasa cinta hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa? Pernyataan ini sangat tidak adil dan saya 100% menentangnya. Anak-anak juga berhak merasakan cinta. Saya sebagai pecinta anak-anak merasa harus memberitahukan pemikiran saya. Justru sejak dini kita harus mengenalkan anak-anak terhadap cinta, agar kelak nanti mereka cukup bekal untuk menghadapi berbagai serbuan 'cinta'. Kebanyakan para orangtua memiliki rasa takut berlebihan terhadap anak-anak mereka untuk merasakan cinta. Padahal, di setiap fase-fase pertumbuhan manusia, pengenalan rasa cinta sudah sangat jelas pembagiannya. Misal, saat anak usia 0-3 tahun ajarkan ia untuk mengenal dan mencintai orangtua, bentuk ikatan batin antara anak dan orangtua mulai dijalin saat fase ini, kalau tidak ada cinta, apakah mungkin fase ini bisa terlewati oleh anak dengan sempurna? Lanjut, dari usia 3-6 tahun adalah fase di mana anak-anak diajarkan untuk mencintai barang kepunyaan. Dengan mereka diajarkan perasaan cinta di fase ini, anak-anak mulai memahami perasaan cinta terhadap 'sesuatu' akan menjadikan mereka bertanggung jawab dan menjaga hal itu agar tetap terlihat dalam pandangan. Di fase antara 6-12 tahun adalah masa anak-anak mencintai pergaulannya. Ia mulai mampu berinteraksi, bersosialisasi, pembentukan karakter berdasarkan siapa saja teman-teman di pergaulannya. Dalam berteman tentu saja kita harus menanamkan rasa cinta, hal inilah yang harus ditanamkan orangtua kepada anak-anak. Usia 12-17 tahun adalah masa perubahan perilaku dari anak-anak menjadi remaja. Kita semua sepakat menyebut ini sebagai fase pubertas. Dalam fase ini, jujur, menurut riset orangtua saya saat mendidik saya di usia tersebut, adalah fase tersulit sepanjang masa. Kenapa? karena, di sinilah diuji, apa yang orangtua ajarkan di fase-fase sebelum usia 12 tahun akan sangat berpengaruh dalam pengembangan karakter si anak. Lahirnya remaja-remaja #salahgaul di sini diakibatkan karena kurangnya pendidikan mental, sosial dan spiritual dari orangtua mereka di fase sebelum 12 tahun. Saat anak mulai menginjak masa remaja, panca indera mereka sedang kuat-kuatnya, tidak heran, rata-rata remaja cenderung menyukai untuk bersikap memberontak, ingin menang sendiri, egois, pemarah, dan lain-lain, karena ini secara alami harus dialami oleh SEMUA remaja di muka bumi untuk melepaskan hormon-hormon pubertas yang bersarang di diri mereka. Cara pelampiasan kekuatan yang mereka miliki inilah yang harusnya dipantau oleh orangtua secara bijaksana dengan menanamkan rasa cinta terhadap diri sendiri, sehingga mereka siap untuk menghadapi dunia di luar sana tanpa terpengaruh oleh hal-hal negatif. Bahasa lainnya, ajari remaja untuk memiliki prinsip terhadap hidupnya sendiri. Semua itu tidak akan berhasil jika remaja-remaja ini tidak mencintai dirinya sendiri, dan mereka tidak mungkin mencintai dirinya sendiri jika orangtua mereka tidak mengajarkan sejak dini tentang bagaimana dan apa itu cinta. 17 tahun ke atas? Anak adalah teman. Para orangtua harus rela membiarkan seorang anak memilih keinginan mereka sendiri dan bertanggung jawab terhadap pilihan tersebut. Orangtua tidak susah payah lagi mengajari anak mereka ini dan itu, karena rasa inisiatif sudah muncul dari dalam diri anak berkat rasa cinta mereka dan pandangan mereka terhadap cinta.
Mengerti?


Kembali ke cinta, begitu luas jika kita membahas topik mengenai cinta yang tidak hanya tentang bagaimana hubungan antara satu individu dengan individu lain, tetapi juga refleksi dari diri kita terhadap alam semesta. Ingatlah bahwa cinta itu mulia, rasakan saja, dan nikmati. Berbesar hatilah jika kita yang kita berikan kepada orang lain tidak dibalas dengan hal yang sama, di sisi lain, jangan terlalu bersuka hati saat cinta kita terbalas. Karena, justru, orang yang menjadi alasan kebahagiaan kita memiliki potensi untuk menjadi alasan kesedihan kita di kemudian hari. Life is never flat, but flat is never reside.
ENJOY!



-love,love,and love
PYM


*picture by www.tumblr.com
*Titled post by title song of K.Will 

No comments:

Post a Comment