April 25, 2014

Manusia dan emphaty

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki tingkatan paling tinggi atau paling sempurna diantara yang lain. Mengapa? Seperti yang kita ketahui bahwa manusia memiliki otak untuk berpikir, mulut untuk berbicara dan hati untuk merasakan. Dibanding makhluk hidup yang lain, manusia tentu saja memiliki tanggung jawab untuk melindungi, memelihara dan memberikan kontribusinya untuk kelangsungan ekosistem. Makhluk hidup seperti binatang dan tumbuhan, hidupnya bergantung dari manusia. Mereka semua tidak bisa bertahan hidup tanpa campur tangan manusia. Walaupun mereka tidak bisa secara langsung mengucapkan terimakasih pada kita, tapi...pernahkah kalian membayangkan betapa bahagianya mereka jika kita peduli?

Menurut ilmu psikologi, pola pikir manusia cenderung dapat dibagi menjadi dua; Logika dan Empati. Selama berapa lama, saya melakukan pengamatan terhadap beberapa orang tentang bagaimana dan apa yang menjadi dasar pemikiran mereka terhadap sesuatu dan pengaruhnya terhadap kehidupan mereka sehari-hari. Berpikir dengan logika dan perhitungan itu prosesnya dilakukan di otak kanan, sedangkan art things, and the emphay it is posisinya berada di otak kiri. Dari sini saja otak kita sudah mulai memberi ruang tersendiri terhadap dua hal tersebut. Tidak ada satupun manusia di dunia ini bisa berpikir hanya menggunakan satu metode, logika, ataupun emphaty. Kedua hal ini saling tumpang tindih dan seperti mesin pencetak, secara berselang-seling melabeli setiap kejadian apakah harus ditanggapi dengan logika atau empati. 

Bahkan, seorang Adolf Hitler yang terkenal kejam saat jaman WWII dan terkenal dengan logika-logikanya yang jenius, memiliki sisi seni tersembunyi dengan hobinya yaitu melukis. Bayangkan, seorang Hitler melukis? Beberapa orang yang membaca tulisan ini mungkin berpikir ini mustahil, tapi kenyataan yang ada justru berkata sebaliknya.

Secara tiak disadari, kita sebagai manusia sesungguhnya kadang melupaka untuk berempati terhadap lingkungan sekitar. Keegoisan kita sebagai manusia telah membutakan mata bahwa manusia, khususnya individu, tidak akan pernah bisa hidup seorang diri. Bahkan orang se-kaya Paris Hilton pun masih membutuhkan orang lain dalam kesehariannya. Rasa empati yang tinggi mencerminkan diri kita yang mudah menerima berbagai macam perbedaan, sehingga langkah kita akan menjadi ringan kemanapun kita pergi. Latihlah berpikir melalui empati, dan mulailah menyayangi. Apapun yang ada di sekitar kalian. Karena dengan menyayangi, itu artinya kita telah menjalankan kewajiban sebagai manusia makhluk paling 'sempurna' yang diciptakan Tuhan.

Jadi, berusahalah yang terbaik untuk menjalankan hidup dan cerdas lah dalam berpikir agar semakin meningkatnya simbiosis mutualisme antara manusia dan alam semesta.



-PYM

April 23, 2014

a friendly man

Oke, post kali ini disponsori oleh seseorang yang meminta saya untuk menulis sesuatu tentang dirinya. Saya baru mengenalnya kurang dari tiga hari dan diminta untuk menulis 'sesuatu'. Mari kita coba saja dulu.....

Aku mengenal Komang, murni dari ketidak sengajaan. Padahal kami berada di satu lingkungan ibadah yang sama, namun tidak pernah melihat satu sama lain. Hingga suatu hari, orangtuanya menghampiriku dan mengajakku berkenalan. Beberapa hari kemudian, orang ini menghubungiku. Dari obrolan-obrolan kami di dunia maya, aku mulai menilai kepribadian Komang. Entah benar atau salah, ia adalah sosok yang tenang, mudah menerima masukan, dewasa dan I think he is truly a simple person. Mungkin, saat ia membaca tulisanku ini, sudut-sudut bibirnya tertarik untuk menguntai senyuman, atau justru kedua sisi alisnya saling bertautan. Aku tidak tahu, selama obrolan-obrolan singkat kami, ia suka tertawa, dan itu cukup menyenangkan. Mungkin jarak umur kami terpaut jauh, tapi ia mengijinkan aku untuk memanggilnya hanya nama saja, dan itu mencerminkan sifatnya yang opened. Orang-orang terbuka seperti ini biasanya humble, disenangi banyak orang, friendly, tetapi pada dasarnya ia adalah orang yang serius. Dua kali ia mengatakan "hebat" padaku, dan aku menyimpulkan bahwa ia tidak malu untuk memuji orang lain, terimakasih...

Ah... dan  kurasa Komang juga bukan tipikal orang yang banyak bicara (semoga saja benar). Masih banyak waktu untuk mengenal Komang lebih lanjut, dan aku menjanjikan untuk menulis lima kalimat tentangnya, tapi kurasa ini sudah lebih dari lima kalimat. Are you happy?



-me, for the first time written down about someone
PYM

April 22, 2014

Dekuk Burung Kukuk

ROBERT GALBRAITH
THE CUCKOO'S CALLING




Ada yang sudah membaca novel keren di atas ini? Ini adalah karya 'tersembunyi' J.K. Rowling penulis serial Harry Potter yang menggunakan nama samaran Robert Galbraith. Tujuannya ya, adalah untuk mengetes para pembaca, apakah mereka menyukai J.K. Rowling hanya karena Harry Potter, atau memang the real writer based on her soul yang dicintai oleh pembaca karena ia memang berbakat. Bagi para novel freak, desas-desus buku ini sangat heboh di dunia internasional, jadi, sebagai fans dari J.K. Rowling (bukan Harry Potter) saya membeli novel ini di hari pertama peluncurannya. Thanks to Gramedia Store. So, now.... Saya akan mengulas tentang isi buku ini, semoga membuat penasaran dan jangan ragu untuk membelinya di Gramedia terdekat. :)

Author      : J.K. Rowling
Penerbit    : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal        : 517 halaman




Cormoran Strike, adalah anak seorang rocker legendaris yang kakinya diamputasi akibat kecelakaan militer di Afganisthan. Ia memutuskan untuk pensiun dari army dan menjadi detektif partikelir di London. Perjalanan hidup yang berat, kaki kanan menggunakan prostetik, tidak punya rumah, banyak terlilit hutang, dan tunangannya, Charlotte meninggalkannya, Strike harus berusaha untuk melanjutkan hidup.

Pada suatu hari di tengah London yang tertutup salju, terjadi peristiwa mengenaskan, yaitu seorang supermodel Lula Landry meregang nyawa terjatuh dari balkon flat yang ia tinggali. Kakak angkat Lula, John Bristow  memperjakan Strike untuk mengungkap kasus adik angkatnya yang sangat misterius. Publik berspekulasi bahwa Lula Landry dibunuh oleh pacarnya sendiri, Evan Duffield, yang sebelum kejadian sempat bertengkar hebat, opini lain menuduh sang produser yang tinggal satu lantai di bawah flat Lula, Freddie Bestigui sebagai pelakunya. Strike, dengan kecermatan dan kecerdasan yang terlatih sebagai seorang militer, selangkah demi selangkah menggali informasi mengenai motif meninggalnya Lula Landry. Dibantu oleh sekretaris temporernya, Robin, mereka bekerja sama untuk mengumpulkan segala bukti yang terkait mengenai Landry.

Jangan berharap ada kisah percintaan di novel ini, karena semuanya murni membahas tentang penguakkan kasus  Lula Landry yang menyita perhatian publik London tiga bulan terakhir yang menyimpan banyak tanda tanya.

Sampai akhirnya, bukti-bukti yang Strike dan Robin kumpulkan semakin mengerucut mengarah kepada satu kemungkinan, Lula Landry dibunuh. Polisi yang selama ini menyimpulkan bahwa ini adalah kasus bunuh diri, dalam beberapa bulan berhasil dipatahkan oleh Strike yang memiliki bukti autentik bahwa Lula Landry dibunuh oleh orang terdekatnya sendiri.



Novel ini memiliki alur yang tidak mudah ditebak, dan sangat misterius. Rowling sukses membuat cerita kriminal menjadi sangat luar biasa dengan alur yang konsisten dan runut. Lula Landry disini diceritakan sebagai anak angkat dari Sir Alec Bristow dan Lady Bristow, dimana Lula adalah keturunan Afrika, sedangkan keluarga angkatnya semua berkulit putih. Namun, Lady Bristow sangat menyayangi Lula. Pekerjaan Lula sebagai supermodel dengan kecantikannya yang sempurna, berhasil menyisakan harta sebesar sepuluh juta pound yang akan ia berikan kepada adik kandungnya. Harta inilah yang jadi motif utama dari si pembunuh untuk menghabisi nyawa Lula dengan kejam melalui mendorongnya dari balkon flat Lula di Kentigen Gardens. 



Di bagian akhir buku ini terdapat sebuah puisi, kutipan entah dari mana, yang pasti isinya sangat dalam dan bermakna.
Aku tak mampu rehat dari petualangan:
aku mau mereguk tuntas hidup hingga tandas,
sampai ampas; seluruh waktu telah kunikmati
senikmat-nikmatnya, melukaiku secuka-cukanya,
baik ketika bersama mereka yang kucintai,
atau saat aku sendiri menemani diri;
Di landai pantai, gugus bintang Hyades berjatuhan bagai hujan petir
menyalakan samar hampar lautan: aku menjelma sebaris nama.....





-need 4 months to finish this novel
PYM







































April 21, 2014

Pria, Wanita dan Kepemimpinan

Indonesia memperingati tanggal 21 April setiap tahunnya sebagai hari kebangkitan emansipasi wanita yang diprakarsai oleh R.A. Kartini (anak bupati Jepara 1902). Beliau yang pada masa itu sebagai keturunan cendekiawan, berjuang keras untuk menyuarakan hak-hak perempuan di mana para perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengeyam pendidikan dan out of the zone. Satu abad berlalu, kini kita berada di era di mana perempuan dan laki-laki tidak memiliki batasan sama sekali. Di Indonesia sendiri, begitu banyak perempuan yang terekspos menjadi public figures yang kinerjanya tidak kalah dengan laki-laki. Memang pantas kita menghargai perjuangan Kartini saat itu, hingga kita bisa mencapai seperti sekarang.
Sebagai seorang pemimpin, banyak orang masih meragukan jika perempuan mampu melakukannya. Mengapa di setiap perusahaan, kepala negara, instansi, dan sebagainya, yang menduduki posisi teratas selalu laki-laki, ya, walaupun tidak semua, tetapi sebagian besar. Jika dilihat dari berbagai sisi, pria memang terlahir kodratnya sebagai pemimpin sejak lahir. Karena bagaimanapun, pria memiliki tanggung jawab lebih besar dari wanita dalam hal fisik maupun mental. Pria juga dituntut harus bersikap cekatan, cerdas, dan anti cengeng, serta memiliki optimism* yang tinggi sehingga bisa memimpin bawahannya dengan bahagia. Mengapa jabatan pemimpin harus ditujukkan kepada pria? Ini disebabkan karena pria, sudah terbukti memiliki insting pertahanan yang lebih kuat dari wanita. Dengan insting alami inilah, diharapkan nantinya, jika suatu saat mengalami krisis, sang pemimpin tidak mudah goyah dan terombang-ambing dalam mengambil keputusan terlebih-lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sensitif sehingga kesempatan untuk melakukan kesalahan bisa diperkecil. Selain itu juga, pria terkenal memiliki ego yang tinggi. Mereka tidak mudah menyerah dan selalu berusaha untuk menuntaskan sampai akhir. Rasa percaya diri pria tidak mudah dijatuhkan oleh apapun, mereka (pria) akan tetap berdiri pada prinsipnya dalam menjalankan sebuah keputusan. Segala hal harus dipikirkan dengan logic, dan mereka cenderung perfeksionis dan tidak mau adanya kesalahan dalam setiap  langkah karirnya. Hal seperti inilah kenapa pria banyak mendapatkan  kepercayaan untuk menjadi seorang pemimpin.

Lalu, bagaimana dengan pemimpin wanita?

Tidak sedikit pemimpin yang berasal dari kaum wanita di dunia ini. Saya tidak perlu menyebutkan satu persatu, karena saking banyaknya dan mereka semua, bisa dipastikan, memiliki peran penting dalam peradaban. Wanita memiliki sifat yang cenderung sensitif namun sangat peka terhadap lingkungan. Inilah yang menjadi nilai lebih jika wanita bisa menempati posisi pemimpin. Mereka dengan sensitifitasnya yang tinggi, mampu membawa krisis yang sedang dihadapi dengan metode-metode yang cenderung slow tapi paten, dan mereka berani untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak mainstream dan cenderung mustahil, karena wanita terbiasa dihadapi pada berbagai macam pilihan yang absurd, dan melihat peluang dari pilihan tersebut, dan dengan instingnya mampu memilih mana yang tepat. Para pemimpin wanita justru lebih berani dari pria, coba lihat ibu kalian, bukankah mereka lebih 'galak' dari ayah? Sifat wanita yang model seperti ini, membantu besar mereka untuk sukses menjadi pemimpin. Seperti buku biografi dari Sir Alex Ferguson, ia mengatakan, "Cathy (istrinya) adalah kepala keluarga di rumah. Ia mengatur segala sesuatu dalam rumah tangga, mengurus rumah, mendidik anak-anak, tetapi ia tetap meninggikan saya sebagai suami dan kepala keluarga yang utama." Dan banyak saya jumpai kenyataan seperti itu. Jadi, wanita sudah terbiasa untuk 'mengatur' dan mereka memang berkompeten untuk itu. Para wanita juga memiliki sifat penyayang yang luar biasa, mereka bisa langsung bercucuran air mata melihat hal-hal yang sensitif dan mudah iba kepada orang lain. Pemimpin yang menanamkan rasa kasih sayang dalam dirinya, menurunkan logika dan meninggikan empathy, tentu akan dicintai oleh bawahannya. 

Ada istilah yang mengatakan bahwa pria berasal dari planet Mars, dan wanita berasal dari planet Venus. Saya menganalisis makna dari istilah tersebut dan menemukan sebuah filosofi yang sangat menarik. Planet Mars dengan warnanya yang merah menyala mencerminkan sifat berani dan tegas. Tidak takut, konsisten, dan percaya diri. Jika kita lihat planet Mars dari teleskop, akan terlihat tekstur permukaannya yang kasar dan berlubang, namun justru menampilkan aura kokoh dan strong. Begitulah laki-laki. Beralih ke planet Venus, warnanya yang putih selalu tampak transparan di langit. Seperti wanita, mereka dicerminkan sebagai sosok yang bersifat lembut, penyayang, tidak terlihat namun selalu 'ada'. Menimbulkan rasa nyaman, dan menjadi daya tarik memikat hanya dengan tampilannya yang sederhana dan feminin. Bukan berarti lemah, justru terdapat the sense of powers di balik lemah lembutnya sifat wanita.

Kesimpulan dari analogi planet tersebut adalah, pria maupun wanita memiliki masing-masing sifat yang berbeda namun berkarakter kuat. Mereka bisa mengimbangi langkah walaupun dalam jalur yang sama sekali berbeda. Pria dan wanita tentu selamanya tidak akan bisa disamakan, namun, bukan berarti mereka juga tidak bisa disatukan. Sebagai seorang pemimpin, pria dan wanita memiliki capability yang sama-sama kuat dan tegas, meski dengan metode yang jauh berbeda  dan bertoalk belakang, namun kelebihan yang mereka miliki dalam karakternya itulah yang justru menjadi the invisible weapons of the war sebagai kekuatan terbesar mereka sebagai seorang pemimpin.

Berikut adalah empat tokoh wanita dunia yang menjadi inspirasi saya untuk menjadi seseorang yang mampu 'menggerakkan' suatu saat nanti. Selamat hari Kartini, Indonesia!




-perempuan Bali
PYM



Mother Teresa
(founded the Missionaries of Charity)
Sri Mulyani Indrawati
(Director of world bank, Chief Operating Officer)
Margaret Thatcher
(Britain's female first prime minister)





Indri Gautama
(founder of Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa)


*I Putu Gede Ary Suta's leadership theories
sources: wikipedia, kaskus, google, Biography of Sir Alex Ferguson

April 14, 2014

Menjadi seperti Pohon

Alam semesta diciptakan dengan berbagai macam isinya. Bumi menjadi salah satu planet layak huni karena adanya lapisan oksigen yang tinggi sehingga memugkinkan makhluk hidup untuk bernafas. Miliaran tahun yang lalu, saat manusia belum berevolusi secara sempurna, makhluk hidup yang lain justru dengan percaya diri menunjukkan eksistensinya.


Salah satu makhluk hidup yang percaya diri itu adalah tumbuhan. Mereka dengan kekuatannya yang mampu menghasilkan oksigen sungguh menakjubkan. Mereka juga bisa bermanfaat bagi makhluk hidup lain, dalam hal apapun. Pohon contohnya. 
Pernah mendengar perumpamaan "semakin tinggi pohon, semakin kencang angin berembus"? Artinya, semakin tinggi kedudukan seseorang, maka berbagai cobaan akan datang menerjang. 

Belakangan ini, hobi saya untuk mengamati tingkah laku manusia semakin membuat saya penasaran tentang makna perumpamaan tersebut. Karena orang-orang yang menjadi objek pengamatan saya ini sedang mengalami kemajuan karir yang signifikan, namun diikuti oleh masalah-masalah baru. Setiap orang yang saya amati, polanya hampir sama. Mengapa meningkatnya karir justru menciptakan masalah?

Pohon, bisa berdiri kokoh karena memiliki akar yang solid. Akar ini akan menjaga keseimbangan batang pohon agar tidak mudah goyang terbawa angin. Akar bertugas untuk menyediakan asupan nutrisi bagi kehidupan sang pohon. Dengan kata lain, akar adalah jantung pohon. Ini bisa saja kita analogikan dalam kehidupan karir manusia. Untuk menciptakan akar yang kuat dalam berkarir, tentu saja kita harus memenuhi aspek yaitu ilmu pengetahuan, wawasan, komunikasi, relasi, dan percaya diri. Di saat kita sudah bisa memenuhi kriteria aspek-aspek tersebut, maka bisa dipastikan kita akan memiliki rasa percaya diri untuk melangkah dan melangkah terus meningkatkan karir. Jika kelima aspek tadi tidak kita kuasai, maka jangan bermimpi untuk memiliki karir yang cemerlang. 

Saat karir berada di puncak, cobaan untuk menguji seberapa pantas kita mendapat posisi karir tersebut mulai terlihat. Pohon yang tertiup angin kencang akan merontokkan ranting dan dedaunan, tetapi tidak akan menumbangkan kalau akarnya cukup kuat. Dalam berkarir pun juga sama. 
Biarlah masalah-masalah datang menghampiri kita, pasang perisai diri dan bersiaplah untuk menghadapi serangan mereka. Tidak semua hal dalam kehidupan ini bisa sesuai dengan apa mau kita, alam semesta tidak memihak siapapun. Kita tidak berpihak pada siapapun. Kita, saya, dan anda tidak akan pernah terbebas dari masalah, semasih kita hidup di dunia ini. Selalu akan ada kisah untuk diceritakan, dan selalu akan ada masalah untuk diselesaikan. Intinya adalah, persiapkan diri masing-masing dengan ilmu untuk menghadapi dunia ini. Buka pintu selebar-lebarnya untuk segala informasi dan bukalah diri untuk menerima kritikan serta pujian. Karena terkadang kita begitu mudah tersanjung saat menerima pujian, namun justru berbalik 180 derajat saat menerima kritikan atau hujatan.

ada pepatah Bali yag sesuai saat saya membaca biografi beberapa tokoh-tokoh besar dengan ketajaman karirnya, 'eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin', 'Jangan mengaku diri hebat, biar orang lain yang menilai'. Mereka tidak pernah peduli seberapa hebat atau seberapa sukses karir dan kehidupan mereka, karena yang mereka lihat hanya pada bagaimana mereka menjalankan tugas sebaik-baiknya, belajar dari kesalahan, dan selalu berjalan dengan kepala tegak. Orang lain yang posisinya sebagai 'penonton', akan memiliki penilaian tersendiri, positif maupun negatif, apapun itu, namun mereka tidak akan pernah ambil pusing terhadap penilaian dari 'penonton'.



-dig
PYM

April 01, 2014

Love is crying*

"gaseumi unda gaseumi sorichinda
han sarameul saranghago sipeoseo
neol ulge haetgo apeuge haetdeon naega
ijen neoreul mot ijeoseo unda
nae sarangi unda..."


"My heart is crying, my heart is shouting
Because it wants to love one person
I made you cry and hurt you
But now I can’t forget you so I’m crying
My love is crying..."


Aku pagi ini bersenandung lagu milik K.Will dalam soundtrack King Two Hearts yang berjudul Love is Crying. Ya, cintaku menangis. Dalam salah satu episode drama ini, Lee Jae Ha menyakiti hati Kim Hang Ah, agar gadis ini membencinya. Namun, justru Lee Jae Ha yang hatinya sakit karena Kim Hang Ah mampu menyembunyikan ekspresinya. Betapa rumitnya jika seseorang jatuh cinta. Dan, betapa cinta dapat membuat seseorang berubah amat drastis, sungguh menarik. Jika kita bicara tentang hati yang tersakiti, setiap orang tentu saja pernah mengalami sakit hati. Bila kita tanya satu persatu, setiap orang pastinya memiliki alasan tersendiri mengapa mereka mengalami sakit hati. 

Bagaimana seharusnya kita mencintai agar tidak mengalami rasa sakit? Ini ibarat bermain-main di atas bara api, tetapi menolak untuk merasakan panasnya bara. Cinta dan rasa sakit memiliki jarak yang sangat tipis. Setiap langkah dari mencintai, akan diikuti oleh rasa sakit yang tidak bisa diabaikan keberadaannya. Bukankah cinta adalah perasaan penuh kebahagiaan? Tentu saja. Tapi masihkah kita ingat tentang istilah  'sesuatu yang berlebihan itu tidak baik'? Cinta yang berlebih juga dapat menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit pun memiliki beberapa level, ringan, sedang dan yang paling parah adalah akut. Jadi, cinta tidak hanya 'penuh' oleh rasa bahagia, namun juga perasaan-perasaan lain yang tergabung pada akhirnya membentuk sebuah ikatan cinta.

Saat perasaan dilingkupi oleh perasaan cinta yang 'bahagia', biasanya kita akan mudah terlena dan tidak mengantisipasi lingkungan sekitar. Segala perhatian terpusat pada seseorang yang menjadi objek dari cinta kita dan mengesampingkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan orang itu. Karena terlalu bahagia, pada akhirnya sang pecinta ini cenderung menjadi posesif dan obsesif. Sungguh betapa rumitnya  cinta...

Kata siapa rasa cinta hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa? Pernyataan ini sangat tidak adil dan saya 100% menentangnya. Anak-anak juga berhak merasakan cinta. Saya sebagai pecinta anak-anak merasa harus memberitahukan pemikiran saya. Justru sejak dini kita harus mengenalkan anak-anak terhadap cinta, agar kelak nanti mereka cukup bekal untuk menghadapi berbagai serbuan 'cinta'. Kebanyakan para orangtua memiliki rasa takut berlebihan terhadap anak-anak mereka untuk merasakan cinta. Padahal, di setiap fase-fase pertumbuhan manusia, pengenalan rasa cinta sudah sangat jelas pembagiannya. Misal, saat anak usia 0-3 tahun ajarkan ia untuk mengenal dan mencintai orangtua, bentuk ikatan batin antara anak dan orangtua mulai dijalin saat fase ini, kalau tidak ada cinta, apakah mungkin fase ini bisa terlewati oleh anak dengan sempurna? Lanjut, dari usia 3-6 tahun adalah fase di mana anak-anak diajarkan untuk mencintai barang kepunyaan. Dengan mereka diajarkan perasaan cinta di fase ini, anak-anak mulai memahami perasaan cinta terhadap 'sesuatu' akan menjadikan mereka bertanggung jawab dan menjaga hal itu agar tetap terlihat dalam pandangan. Di fase antara 6-12 tahun adalah masa anak-anak mencintai pergaulannya. Ia mulai mampu berinteraksi, bersosialisasi, pembentukan karakter berdasarkan siapa saja teman-teman di pergaulannya. Dalam berteman tentu saja kita harus menanamkan rasa cinta, hal inilah yang harus ditanamkan orangtua kepada anak-anak. Usia 12-17 tahun adalah masa perubahan perilaku dari anak-anak menjadi remaja. Kita semua sepakat menyebut ini sebagai fase pubertas. Dalam fase ini, jujur, menurut riset orangtua saya saat mendidik saya di usia tersebut, adalah fase tersulit sepanjang masa. Kenapa? karena, di sinilah diuji, apa yang orangtua ajarkan di fase-fase sebelum usia 12 tahun akan sangat berpengaruh dalam pengembangan karakter si anak. Lahirnya remaja-remaja #salahgaul di sini diakibatkan karena kurangnya pendidikan mental, sosial dan spiritual dari orangtua mereka di fase sebelum 12 tahun. Saat anak mulai menginjak masa remaja, panca indera mereka sedang kuat-kuatnya, tidak heran, rata-rata remaja cenderung menyukai untuk bersikap memberontak, ingin menang sendiri, egois, pemarah, dan lain-lain, karena ini secara alami harus dialami oleh SEMUA remaja di muka bumi untuk melepaskan hormon-hormon pubertas yang bersarang di diri mereka. Cara pelampiasan kekuatan yang mereka miliki inilah yang harusnya dipantau oleh orangtua secara bijaksana dengan menanamkan rasa cinta terhadap diri sendiri, sehingga mereka siap untuk menghadapi dunia di luar sana tanpa terpengaruh oleh hal-hal negatif. Bahasa lainnya, ajari remaja untuk memiliki prinsip terhadap hidupnya sendiri. Semua itu tidak akan berhasil jika remaja-remaja ini tidak mencintai dirinya sendiri, dan mereka tidak mungkin mencintai dirinya sendiri jika orangtua mereka tidak mengajarkan sejak dini tentang bagaimana dan apa itu cinta. 17 tahun ke atas? Anak adalah teman. Para orangtua harus rela membiarkan seorang anak memilih keinginan mereka sendiri dan bertanggung jawab terhadap pilihan tersebut. Orangtua tidak susah payah lagi mengajari anak mereka ini dan itu, karena rasa inisiatif sudah muncul dari dalam diri anak berkat rasa cinta mereka dan pandangan mereka terhadap cinta.
Mengerti?


Kembali ke cinta, begitu luas jika kita membahas topik mengenai cinta yang tidak hanya tentang bagaimana hubungan antara satu individu dengan individu lain, tetapi juga refleksi dari diri kita terhadap alam semesta. Ingatlah bahwa cinta itu mulia, rasakan saja, dan nikmati. Berbesar hatilah jika kita yang kita berikan kepada orang lain tidak dibalas dengan hal yang sama, di sisi lain, jangan terlalu bersuka hati saat cinta kita terbalas. Karena, justru, orang yang menjadi alasan kebahagiaan kita memiliki potensi untuk menjadi alasan kesedihan kita di kemudian hari. Life is never flat, but flat is never reside.
ENJOY!



-love,love,and love
PYM


*picture by www.tumblr.com
*Titled post by title song of K.Will 

마음의 부어 주심

오늘 2 4 월 정확한 날짜. 새로운 달, 새로운 무언가를 시작합니다.
나는 사랑이 울고있다라는 케이윌가 부른 노래가 생각 나게했다.
나는 하나님에 대한, 삶에 대해 불평 할 ... 나는 비명 할 ... 울고 싶어.
내가 무슨 생각을했던거야? 난 두려워. 나는 혼자 외로운 느낌. 나는 자유를 위해, 나는 미래를 직면 두려워 갈망. 혼자 이런, 나를 정말 아프게. 지금까지 정말 나에 대해 관심을 사람들이있다?