January 28, 2014

karma

Saya percaya dengan adanya karma. Terlepas dari ajaran Agama yang mencantumkan kepercayaan terhadap hukum karma, saya tetap percaya karma. 
Siklus kehidupan yang kita jalani dari awal lahir, hingga saat ini tentunya saling berkaitan tanpa kita sadari. Begitu banyak hal terjadi dalam kehidupan kita. Otak manusia menyimpan segala memori dari baru lahir hingga saat ini bahkan ada yang sudah membayangkan apa yang akan terjadi 50 tahun ke depan. Jika kita membicarakan manusia, orang-orang, people, banyak hal yang bisa kita bicarakan. Dan jika bicara karma, banyak hal juga yang bisa dijadikan contoh.
Tanya kepada diri kita masing-masing. Pasti ada hal yang pernah terjadi di kehidupan kita yang berkaitan dengan karma, atau bahkan muncul berkali-kali tiap waktu? Semasih manusia hidup di dunia, tidak akan bisa lepas dari karma. Karena manusia berbicara, berpikir, dan berbuat. 
Saya tidak ingin membahas soal Agama di sini, karena topik tersebut sangat riskan bagi saya. Kita berbicara tentang karma secara umum dalam kehidupan.

Saya ada contoh kecil. Sewaktu saya sekolah dasar, saya memiliki dua teman perempuan. Sebut saja namanya Aly dan Ela. Ela ini anaknya agak lemot, cuek, dan kurang respek masalah akademis. Kalau di kelas sukanya diem aja, tapi di depan guru suka cari perhatian. Nah, teman saya Aly ini karena merasa gregetan, berakhirlah Ela di bully. Ela tetap diam karena sadar dirinya memang tidak menonjol di kelas. Pindah SMP, Ela satu sekolah dengan saya. Kami tidak terlalu akrab karena memang saya tidak terlalu nyaman bergaul dengan Ela. Aly bersekolah di sekolah swasta yang tidak terkenal. Pindah SMA, Ela bersekolah di sekolah negeri nomor 1, dan Aly entah ke mana. Setelah kuliah, ternyata Ela satu-satunya dari angkatan saya saat sekolah dasar yang kuliah ke luar negeri. Lalu, Aly? Berakhir menikah dan mengurus anak di rumah.
See?

Hal kecil seperti itu menyadarkan diri saya bahwa, ya, karma itu mutlak. Saat kita melakukan sesuatu kepada orang lain, suatu saat kita akan diperlakukan seperti itu. Begitu terus seiring kehidupan ini berjalan.
Saya tidak ingin mempersuasi bahwa kita manusia harus selalu baik, lemah lembut dan lemah agar karma yang kita dapatkan selalu baik juga. Kita ini manusia. Segala hal yang baik ataupun buruk dalam hidup kita adalah sebuah kehidupan yang patut disyukuri. Yang saya ingin bagi adalah, kita sebagai manusia, hiduplah seperti manusia. Jangan bersikap seolah-olah dewa yang bisa berbuat semaunya, juga jangan bersikap lemah agar diberi kasihan oleh orang lain. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah tidak bahagia, isi yang sebenarnya adalah kosong. Tidak ada orang yang bisa men-judge kita, apalagi mempermainkan karma kita. Hanya diri kita sendirilah kuncinya.

Saya tidak ingin membahas teori-teori para ahli tentang karma, karena saya percaya bahwa di dunia ini, dalam kehidupan, tidak ada satupun teori buatan manusia yang mampu 100% benar terhadap apa yang ditujuankan sang Pencipta untuk dunia ini. Yang saya percaya adalah, kita semua, akan mengetahui semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di dunia ini setelah meninggal. Dan itu akan menjadi sensasi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ataupun perasaan. Karena hal utama yang sudah kita dapatkan adalah kembali ke asal.



- ...
PYM

No comments:

Post a Comment