Sudah pernah mendengar lagu Royals? Wajiblah kalian sebagai pecinta musik mendengarkan lagu ini. Liriknya yang nyelekit sekaligus realistis, menginspirasi banyak musisi Hollywood untuk men-cover lagu ini. I thought you wonder about the singer.... here we are... LORDE. Banyak yang pada awalnya tidak percaya kalau gadis cantik ini masih berusia 16 tahun saat single Royals meluncur di pasaran. Terang saja, lirik dalam lagu ini terkesan dewasa dan matang, padahal jelas kita ketahui bahwa Lorde masih remaja. Pada pertengahan tahun 2013 saya tertegun melihat situs itunes.com diratui oleh single Royals. Tidak hanya di US tapi juga UK, Canada, dan banyak negara lainnya. Ia bahkan mengalahkan Katy Perry yang saat itu bertepatan meluncurkan album Prism. Saya awalnya tidak terlalu tertarik untuk mendengar lagu ini karena penyanyi Lorde sama sekali asing di telinga saya. Hingga pada akhir 2013 saya penasaran oleh Royals karena di beberapa situs dan chart musik Internasional, nama Lorde menduduki posisi teratas. Pertama kali mendengar Royals, saya selami liriknya, saya perhatikan teknik vokalnya, dan saya berpikir "Astaga, siapa orang ini?" Such a great musician! Lorde benar-benar menunjukkan kepada dunia bahwa musik yang sesungguhnya begitu adanya. Tanpa sensasi, skandal apalagi pencitraan. Dalam setiap penampilannya, Lorde cenderung berpakaian sederhana dan minimalis, tanpa banyak atribut perempuan untuk mendukung penampilan on stage. "I created my own style. For me, when I'm singing on the stage, people do not see what I wore, but they listen what I sing." begitu katanya.
Dari Auckland ke Amerika
Karir bermusik Lorde berawal semenjak ia berusia 12 tahun. Dengan label Universal ia menghabiskan waktunya mengeksplor bakat seninya hingga mulai menginjak 13 tahun ia berhasil menciptakan sejumlah lagu. Ia mampu membangun chemistry dengan menulis lirik imajinatif serta hidup, yang sangat bertolak belakang dengan usianya yang masih sangat belia. Pertama kali Lorde merilis mini album tanpa major marketing dan tanpa promosi di New Zealand. Reaksi publik menyengangkan. Lagu-lagunya justru banyak di-request oleh pendengar di radio-radio. Dan ia semakin luas melebarkan karir bermusiknya hingga lahirlah Pure Heroine yang mampu menerbangkannya ke Amerika untuk konser di beberapa Negara. Kesuksesan ini juga diikuti oleh beberapa penghargaan yang di dapat oleh gadis bernama asli Ella Maria Lani Yelich O'Connor seperti Silver Scroll 2013, People Choice Award (The Love Club EP), International Achievement Award, dan menjadi wanita pertama setelah Tracy Bonham (1996) untuk menduduki peringkat 1 di chart Billboard Alternative Songs.
Tetap Remaja Biasa
Terlahir dengan bakat yang cemerlang tidak membuat Lorde menjadi tinggi hati. Ia tetap mempertahankan idealismenya sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh arus Hollywood yang glamour. Tenyata bakat puitis yang mengalir dalam diri Lorde ini mengalir dari sang Ibu yang adalah seorang penyair. Saat ia berusia 6 tahun, psikolog pernah mengatakan bahwa kemampuan Ella setara dengan usia 21 tahun. Di saat usianya kurang dari 12 tahun, ia mengklaim sudah membaca lebih dari 1000 buku. (see this, people!). Cewek kelahiran 7 Novermber 1996 ini juga mengaku sangat terinspirasi dari performance musik dari Neil Young, Fleetwood Mac, The Smiths, dan Nick Drake. Siapa sangka? Remaja seumuran Lorde justru menggemari hal-hal klasik yang diluar dugaan. Ia banyak mendapat pujian dari artis-artis Hollywood seperti Kanye West, Lady Gaga, dan Taylor Swift. Namun banyak juga yang 'gosip'nya merasa risih dengan eksistensi Lorde karena kata-katanya yang tajam dan blak-blakan. But haters gonna hate, and lovers gona love. Still being cutie, Lorde! We got a lot of young, wild, and free insipirations from you!
PYM



No comments:
Post a Comment