Apa yang akan kamu lakukan jika berhadapan dengan masa depan dua arah? Maksud saya, apakah kamu akan ambil jalan ke kanan atau justru memilih jalur kiri? Karena, saya ingat sekali pada waktu SMA, guru kimia berkata, "kita pasti akan lebih sulit bila berada pada dua pilihan dibandingkan tiga atau lebih." Jadi, memilih antara benar atau salah keduanya memiliki resiko yang besar.
Maksudnya bagaimana?
Saya penasaran sejak dulu tentang maksud dari kata-kata guru kimia saya tersebut. Saya pikirkan berulang-ulang mengenai maksud dari perkataan guru itu, dan setelah beberapa tahun terlewati, saya terinspirasi untuk menuliskan apa jawaban yang ada di kepala saya.
Semua umat manusia dalam hidupnya, tidak terkecuali kita, akan berhadapan pada masa antara dua pilihan. Jika ke kanan, apakah kita akan jatuh? Jika ke kiri, mungkinkah lebih baik yang kanan? Tidak mudah untuk berdiri di tengah antara itu. Dulu, saya masih berada pada fase pemikiran, "yah, milih warna biru. Padahal lebih bagus warna putih, nyesel deh beli ini." Lalu akan saya jadikan pikiran dalam waktu lama. Apalagi dihadapkan pada keputusan besar yang menyangkut nyawa ataupun masa depan. Akan lebih berat lagi bagi saya memikirkan dua pilihan tersebut. Saat menulis ini sambil menghadap langit biru Jakarta yang mendung, saya mengingat-ingat sudah berapa kali saya mengambil keputusan yang tepat diantara dua pilihan. Setelah saya mengingatnya, semua keputusan yang saya ambil tepat dan benar. Ini menjadikan saya untuk berpikir lebih lanjut ke dalam diri saya, lalu apanya yang sulit?
Hingga saya sampai pada sebuah kesimpulan yang menurut saya logis untuk dimengerti, oleh diri saya sendiri. Jika dihadapkan pada dua pilihan yang amat sulit untuk ditentukan, sebelum memutuskan untuk memilih yang mana, saya akan berdiri pada satu tempat dengan tatapan lurus memandang kedua pilihan tersebut. Antara iya dan tidak, saya akan menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang (misalnya) nanti saya pilih, apa yang akan saya lakukan untuk mengatasi hal itu. Plan A doesn't work, goes to plan B. That's my point. Saya tidak berusaha memusatkan pikiran untuk menebak antara ya atau tidak, tetapi saya menyiapkan perisai jika pilihan yang saya ambil rupanya tidak memuaskan, saya akan mencari jalan keluar permasalahannya. Karena sesungguhnya, antara dua pilihan kita sudah tahu mana yang akan kita pilih, hanya saja kita ragu jika pilihan lain akan jatuh lebih baik dari pilihan yang kita ambil.
Seperti jalannya kehidupan, yang saya tahu adalah di dunia ini selalu ada dua pilihan. Hitam-Putih, Tinggi-rendah, gelap-terang, padat-cair, tua-muda, percaya-tidak percaya, dan lainnya. Daripada saya menyibukkan diri untuk memilih, yang sebetulnya saya tahu harus memilih yang mana, namun takut akan resikonya, tanyakan pada hati nurani dan jalani semuanya baik ataupun buruk. Pilih yang baik, dan lakukan yang terbaik.
Prani
No comments:
Post a Comment