December 11, 2018

Tips Nyaman Naik Pesawat bersama Bayi

Sebagai orangtua milenial, agenda wajib kalau long weekend tiba adalah pergi berlibur. Meskipun tidak selalu, tapi setidaknya dalam setahun kita sudah memikirkan akan menghabiskan waktu libur panjang dengan bepergian keluar kota. Karena kali ini aku sudah mempunyai bayi, jadi pergi liburan tidaklah sesimpel saat dulu hanya aku dan suamiku saja. Kita harus berpikir ekstra, bagaimana cara membuat si bayi nyaman dalam perjalanan baik di udara maupun di darat. Aku mengajak anakku terbang pertama kali di usia 8 bulan, kenapa? Karena di usia ini kuanggap dia sudah cukup mengerti dan bisa diajak bekerjasama. Dan, kali ini, kami percayakan untuk memilih maskapai yang meskipun harganya agak mahal, namun sudah terbukti pelayanannya sangat prima. Yup, itulah Garuda Indonesia.



Ada beberapa tips penting yang harus kita sebagai orangtua kuasai sebelum mengajak bayi traveling. Agar nantinya, perjalanan menjadi lebih berkesan karena anak dan orangtua bahagia. So, please kindly check them out!

1. Pilih maskapai yang baby friendly
Dalam arti, mereka punya fasilitas yang memadai untuk terbang bersama bayi. Misalnya, baby bassinet, pillow+blanket, baby food(untuk yang sudah mpasi), bahkan tayangan anak-anak. Ini sangat membantu untuk membuat bayi kita merasa nyaman saat penerbangan, dan jangan khawatir, semua itu ada di dalam maskapai Garuda Indonesia. Kita hanya perlu menghubungi pihak maskapai minimal sehari sebelumnya untuk meminta fasilitas tambahan, dan satu lagi, Garuda Indonesia memprioritaskan bayi untuk keluar-masuk pesawat lebih dahulu melalui gate khusus, jadi tidak perlu berdiri pegal mengantre dengan manifest lain.




2. Pastikan anak/bayi dalam kondisi sehat
Ini sangat penting. Karena kalau bayi sedang sakit, akan sangat besar kemungkinan mereka untuk rewel di atas pesawat karena perubahan tekanan udara, jadi sebisa mungkin jaga kesehatan anak kalian agar tidak sakit selama traveling agar mood dia selalu bagus. Beri mereka obat sebelum take off agar tidak rewel, karena biasanya efek obat bisa membuat bayi tertidur.



3. Sugesti positif
Lebih penting dari yang di atas. Karena pengalaman pribadiku sendiri, saat terbang anakku dengan kondisi demam, batuk dan pilek. Di rumah tidak bisa tidur, tidak mau makan, dan rewel luar biasa, tapi, aku berusaha melakukan kontak batin dengannya melalui sugesti kata-kata, "nanti di pesawat bunda minta tolong kamu jadi anak pinter ya, tidak menangis dan mengganggu yang lain", terus menerus menjelang perjalanan. 30 menit sebelum boarding dia bahkan sempat muntah dan menangis rewel karena sakitnya, tapi aku tetap berusaha tenang dan yakin anakku adalah anak pintar dan pengertian. Benar saja, baru duduk di kursi pesawat, dia tertidur sampai pesawat berhenti parkir di tempat tujuan kami.




4. Bawa stroller!
Karena biasanya bandara itu luas sekali, agak sulit kalau kita tidak membawa stroller. Terutama saat anak sedang tidur, maka stroller sangat dibutuhkan. Jangan khawatir karena stroller bisa dibawa sampai gate pesawat, lalu nanti akan dipisahkan petugas untuk ditaruh di bagasi. Alangkah baiknya kalau bisa membawa stroller tipe travel, asalkan ada cover-nya jadi rodanya tidak akan mengotori kabin.

5. Bawa barang secukupnya ke kabin
Persiapkan perlengkapan kabin kalian sesimpel dan seminimal mungkin. Kenapa? Karena beberapa maskapai kadang tidak mengijinkan kita menaruh tas besar di bawah kursi, jadi siapkan diaper bag yang isinya cukup untuk dipakai saat penerbangan berlangsung. Atau pisahkan benda apa saja yang dibutuhkan saat penerbangan untuk ditaruh di bawah kursi, agar tidak mengganggu manifest lain saat kita harus bolak-balik mengambil barang di kabin.




6. Siapkan pouch 
Untuk menyimpan paspor, visa, boarding pass, dan tanda pengenal dalam satu tempat. Jadi tidak berceceran, sangat memudahkan kita untuk urusan administrasi. 

7. Pilih jam penerbangan yang tepat
Kalau bepergian keluar negeri yang memakan waktu lebih dari 4 jam, sebaiknya pilih penerbangan saat anak tidur malam, tapi kalau hanya penerbangan singkat 2-4 jam, pastikan terbang saat jam tidur siang anak, dan teruslah ajak anak kalian bermain sebelum pesawat take off, karena biasanya mereka akan kelelahan dan memilih untuk tidur selama perjalanan. Mereka akan lebih mudah tertidur kalau kita memilih untuk berangkat saat waktu tidurnya.

8. Susui, earplug, atau kapas?
Umumnya, toddler sudah bisa terbiasa dengan situasi seperti ini jadi agak lebih mudah mengatasinya,     namun bagi bayi yang masih menyusui, lebih baik kita menyusui anak selama take off dan landing, karena perubahan tekanan udara takutnya membuat telinga anak tidak nyaman bahkan bisa menangis.  Earmuff bisa juga dipakai, tapi ada beberapa bayi yang tidak nyaman ada benda asing di telinganya, penggunaan kapas bisa dipakai, tapi aku tidak menyarankan ini, karena takut menyangkut di telinga bayi yang masih sensitif.

9. Jangan buru-buru
Jika biasanya kita suka berangkat ke bandara last minute, usahakan untuk menyiapkan waktu lebih awal saat akan terbang bersama bayi. Karena, kita memerlukan waktu untuk check in dan berbagai pemeriksaan, akan kurang nyaman jika harus terburu-buru. Keuntungannya juga kita bisa mengexplore  anak kita keliling bandara agar mood dia tetap bagus dan tidak cepat bosan.




10. Berdoa
Tips terakhir yang paling penting adalah berdoa. Agar perjalanan kita lancar sampai tujuan dengan selamat dan kita bisa menikmati lliburan dengan maksimal.

Itu adalah beberapa tips yang bisa aku bagi ke kalian semua, semoga membantu :)

No comments:

Post a Comment