June 22, 2016

Masih Terasa Seperti Mimpi

Masih belum terbayang di kepalaku tentang fakta bahwa akhirnya aku(dan adikku) harus sampai di fase kehidupan tanpa orangtua. Terlalu banyak hal yang tidak kupahami dalam hidup ini, terlalu banyak kulit yang harus kami kupas hingga mendaptkan inti yang kami butuhkan. Terlalu banyak beban yang harus kami pikul hingga air mata bahkan tidak sanggup untuk menunjukkan sebesar apa rasa sakit yang kami rasakan.
Aku tidak terlatih untuk bersikap terbuka terhadap orang lain mengenai suka duka yang kualami. Aku hanya ingin merasakannya seorang diri, menikmatinya sendiri, memikirkannya sendiri lalu memecahkannya sendiri. Bisa jadi kalian merasa aku arogan atau egois, merasa diri paling menderita di dunia, tapi entahlah, selama ini aku merasa menjalani kehidupan secara normal. Dan aku masih bertanya-tanya kenapa semua hal ini harus menimpaku.

June 13, 2016

Sampai Kapan, Langit Kan Biru?

Langit berwarna biru setiap hari. Semenjak pertama kali aku(kita!) membuka mata, sampai pada di mana kita berada sekarang, langit tetap berwarna biru. Menyenangkan melihat setidaknya ada satu hal yang tidak berubah di saat jutaan bahkan miliaran hal berubah setiap detiknya. Menyenangkan melihat langit tetap melayang dengan indah di atas sana seolah tak peduli pada apa yang sedang terjadi di bawahnya. Birunya langit menjadi teman sejauh manapun kakiku melangkah, dan ia tak pernah pergi.