Masih belum terbayang di kepalaku tentang fakta bahwa akhirnya aku(dan adikku) harus sampai di fase kehidupan tanpa orangtua. Terlalu banyak hal yang tidak kupahami dalam hidup ini, terlalu banyak kulit yang harus kami kupas hingga mendaptkan inti yang kami butuhkan. Terlalu banyak beban yang harus kami pikul hingga air mata bahkan tidak sanggup untuk menunjukkan sebesar apa rasa sakit yang kami rasakan.
Aku tidak terlatih untuk bersikap terbuka terhadap orang lain mengenai suka duka yang kualami. Aku hanya ingin merasakannya seorang diri, menikmatinya sendiri, memikirkannya sendiri lalu memecahkannya sendiri. Bisa jadi kalian merasa aku arogan atau egois, merasa diri paling menderita di dunia, tapi entahlah, selama ini aku merasa menjalani kehidupan secara normal. Dan aku masih bertanya-tanya kenapa semua hal ini harus menimpaku.