WHAT!!!!
Sudah begitu lamanya saya tidak menulis di blog ini, dan sepertinya saya mulai rindu untuk sekedar membangunkan kata yang ber-hibernasi.
Saya membawa banyak cerita tentang kehidupan untuk dibagi, tapi saat ini, saya ingin sedikit saja mengungkapkan rasa hati tentang sebuah perubahan.
Bukan kita bicara tentang perubahan dalam bentuk fisik, that was too easy to guess, tapi saya ingin membawa kita pada pandangan perubahan secara abstrak.
Ini lebih menarik dari semangkuk es pisang hijau yang saya cicipi di mall tadi siang. Okay, di peradaban ini, khususnya bumi, makhluk atau species yang menjadi pengendali adalah kita para manusia. 'EUREKA!' Ingatkah saat Einstein meneriakkan kata itu? (Idk, kurang jelas siapa saksi yang melihat dengan nyata momen ini-but, yes, tradition), disanalah terciptanya perubahan. Tanpa ada yang mau merenungkan lebih dalam, bahwa rupanya perubahan dalam ekosistem ini berlangsung secara konsisten. Yang artinya, kita berubah setiap waktu. Setiap detik saat otak kita merespon terhadap sebuah perilaku atau peristiwa, memori otak akan merekamnya lalu memberi tagline semacam 'do' or 'do not'. Lebih banyak perilaku atau peristiwa yang mampu otak simpan dalam memorinya, maka semakin tinggi perubahan yang manusia alami. Kekuatan pikiran manusia yang mampu begitu kuat mengontrol jalannya kehidupan, juga tidak bisa lepas dari empati. We weren't born alone. positif ataupun negatif dari perubahan itu sendiri hanyalah perspektif. Yang utama justru perubahan tanpa embel-embel apapun. Perilaku dan peristiwa yang mendukungnya.
Apa sih, maksudnya?
Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa semua ini selalu berubah-ubah. Segalanya. Siapkan diri untuk menerima perubahan. Bagian puncak dari perubahan adalah saat di mana kita mulai merasa melalui pikiran, bukan hati. Dan disanalah sebaiknya kita mulai paham bahwa hidup dan mati adalah sebuah gerbang menuju perubahan.
Prani
No comments:
Post a Comment