Halo, Dewa Arie...
Aku tahu hari ini ulag tahun kamu, dan aku memang sengaja tidak mengucapkannya paling pertama. Karena, tentunya, ada seseorang yang lebih tepat untuk mengucapkan pertama untukmu.
Saat menulis surat ini, aku sedang mendengarkan lagu Gita Gutawa, To Be One. Ku rasa ini cocok aku kasih untukmu...
I see rainbow in the skyColors that brighten my worldI hear the humming birdsSinging a beautiful song
Maaf, aku tidak bisa memberikan sesuatu yang bisa kamu genggam, aku hanya memberikan apa yang aku bisa, yaitu menulis surat ini untukmu. Suatu saat, jika kamu sedang merasa kesepian, down, dan kurang percaya diri, kamu hanya perlu membuka tulisan ini dan membacanya ulang untuk membantu menambah semangatmu.
Sudahkah aku mengucapkan selamat ulang tahun?Well, Selamat bertambah usia ya... Aku doakan kamu bisa menemukan dirimu sendiri, menemukan apa yang sebenarnya seorang Dewa Arie inginkan dalam hidupnya yang sudah 20 tahun ini. Kamu selalu setia, pengertian, dan penyabar terhadapku, tetaplah pertahankan sikap baikmu. Di usiamu sekarang, tentu saja begitu banyak masalah yang dihadapi, seberat apapun masalahmu, ingatlah kamu tidak sendiri. Aku, sahabatmu, akan selalu berada dibelakangmu untuk menopang punggungmu berjalan ke depan menuju cita-cita yang kamu inginkan. Ayo, kita kejar mimpi-mimpi kita, aku yakin kamu bisa, karena kamu memang mampu untuk itu. Berbahagialah hari ini, nikmati sisa hari ini sebagai penanda bertambahnya usiamu...
Dari dulu hingga sekarang, kamu selalu menungguku. Seperti yang aku pernah bilang, persahabatan ini memiliki arti yang sangat penting di hidupku, mungkin aku tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun yang pertama untukmu, tapi mungkinkah jika aku bisa menjadi yang terakhir untuk hari ini? dan juga suatu saat nanti? Kita biarkan waktu yang menjawab, yang terpenting adalah jalani hari ini sebaik mungkin, hanya pikirkan hari ini, selesaikan dengan sempurna. Suatu saat nanti, aku harap kita bisa menjadi To Be One seperti lagu Gita Gutawa itu.
Apa kamu masih membacanya?Bagus, jika iya. Jalan ke depan akan begitu panjang, aku hanya berharap, teruslah kita seperti ini, berjalan bersama-sama walaupun dalam jalur yang berbeda, saling mendukung dan memberi motivasi, kalau memang Tuhan mengijinkan, suatu saat nanti, kita pasti akan menemukan satu jalan, jika pun tidak, kita sudah sangat jauh berjalan di jalan ini, jadi nikmatilah.
Aku sayang kamu, dari dulu hingga sekarang. Sejak pertama kali kamu mulai ambil langkah untuk mendekatiku, bahkan mungkin saat kita satu bangku di kelas 3 SD. Semenjak itu, kan, kita mulai mengenal bahwa kamu 'Dewa Arie' dan aku 'Prani'. Semoga kamu membaca suratku ini, dan simpanlah dalam hatimu. Selalu. Tentang kita.
"Hiduplah untuk hari ini, biarkan kemarin pergi, dan jangan menunggu esok hari." - Prani untuk Dewa Arie.
- IloveyouPYM

No comments:
Post a Comment