March 16, 2014

#PrayforMH370

Tepat 7 hari setelah 'menghilang'nya pesawat keluaran Boeing seri 777-200ER buatan USA. Banyak teman-temn tenrtunya sudh meng-update segala portal berita yang berkaitan dengan kemisteriusan pesawat ini. Apalagi pesawat ini yang kebetulan diterbangkan oleh awak maskapai Malaysia Airlines dan ada 7 WNI di dalamnya dan dari 14 negara berbeda sebagai manifes pesawat, sehingga seluruh umat manusia di dunia mengirim sebuah tanda tanya besar. Apa yang terjadi sebenarnya?


Mari kita flashback sedikit. Pesawat dengan nomor penerbangan MH370 ini dijadwalkan berangkat dari KLIA (Kuala Lumpur International Airport) menuju Beijing, China pada pukul 00.41 waktu Malaysia. Namun, setelah kurang lebih dua jam mengudara, pihak air control terdekat tidak bisa menghubungi sistem pesawat tersebut hingga akhirnya beberapa jam kemudian status hilang resmi dirilis oleh pihak maskapai. Para keluarga manifes yang mayoritas penduduk China tidak mudah memercayai saat status pesawat dalam papan boarding menujukkan tulisan "DELAYED". Dan satu minggupun berlalu....



Semua pihak mulai mengerahkan kekuatan untuk menemukan pesawat ini. Mulai dari FBI, Interpol (International Police), Badan Intelijen beberapa negara, militer AU, AL dari beberapa negara, dll. Pusat militer Malaysia memetakan pesawat ini terpantau terakhir di kawasan lintas udara Vietnam dan hanya membawa bahan bakar yang cukup untuk 7,5 jam perjalanan seperti dilansir CNN.

Ke mana pesawat ini menghilang? Simpang siur informasi mulai bermunculan sesaat setelah pesawat Boeing ini dinyatakan hilang. Isu terkuat dalam seminggu ini: Pembajakan. Karena ditemukannya fakta-fakta ganjil dalam diri manifes yang ternyata menggunakan paspor palsu. Saya yang terus menggali informasi tentang tragedi ini pun dari awal sudah yakin bahwa pesawat ini telah dibajak. Berikut beberapa poin pemikiran saya:


1. Paspor Palsu
Dari sini sudah jelas mengungkap mengapa pesawat MH370 dikaitkan dengan isu pembajakan. Pasalnya, diketahui dua penumpang atas nama Luigi Maraldi asal Italia dan Christian Kozel asal Austria tidak ikut dalam penerbangan. Lalu, siapa Luigi dan Christian yang ikut terbang? Ternyata Luigi dan Christian yang asli telah kehilangan paspor mereka saat liburan di Thailand beberapa waktu lalu. Kedua penumpang gelap ini menggunakan paspor tersebut untuk menumpangi MH370. Siapakah orang-orang ini?

2. Warga Iran
Salah satu penumpang yang menggunakan paspor palsu telah diselidiki Interpol dan nampak dalam cctv bandara adalah seorang warga negara Iran berusia 19 tahun. (seumuran saya, dong!) Apa motif dari orang ini untuk menaiki MH370 namun menggunakan paspor curian? Yang jadi pertanyaan adalah, Luigi dan Christian kehilangan paspor di Thailand, namun, yang menggunakannya adalah orang Iran. Iran dan Thailand memiliki jarak yang cukup jauh, bagaimana bisa?

3. Waspada pencurian paspor!
Saya banyak menerima informasi bahwa di Pattaya, Thailand, masih banyak sindikat penyewaan barang dan jasa bagi turis yang menggunakan paspor sebagai jaminan. Tentunya hal itu menjadi otoritas pihak Thailand untuk menindaklanjuti kebenarannya. Yang membuat saya penasaran adalah, mungkinkah orang-orang ini sudah mengetahui sebelumnya tentang situasi di Pattaya dan sengaja bekerja sama atau secara tidak langsung bernegosiasi untuk mendapatkan paspor-paspor tersebut untuk kemudian dijadikan senjata dalam melakukan aksi terorisme?

4. Paspor Hilang? Hubungi Imigrasi
Jika kita kehilangan kartu ATM, atau kartu penduduk lainnya pastilah kita melapor kepada pihak berwajib dan meminta ganti. Begitu pula paspor. Saat mendapatkan paspor baru, paspor lama kita tentu saja akan di blacklist (saya kurang tahu peraturan di beberapa negara) sehingga meminimalisir kasus pemalsuan identitas. Tapi, bagaimana mungkin paspor yang sudah hilang, masih bisa aktif digunakan dan apakah pihak bandara Malaysia tidak mengecek keaslian wajah dan pencocokan identitas diri pemegang paspor? Karena dalam cctv tampak kedua penumpang gelap tersebut berjalan santai memasuki konter check-in. Sangat mencurigakan.

5. FBI turun tangan
Untuk beberapa kasus di dunia, FBI diminta untuk turun tangan karena sebuah negara negara tidak bisa mengatasi sendiri permasalahannya. Terkait dengan pesawat MH370, jika FBI sudah turun tangan, ada dua kemungkinan yaitu pembajakan atau sabotase. Jadi, isu yang marak beredar seminggu ini tentang pembajakan tidak bisa dianggap hanya sekedar isapan jempol belaka. Namun, kepastian final-nya hanya bisa ditentukan jika black box dan cockpit ditemukan sehingga dapat terdengar rekaman percakapan di dalam pesawat seperti apa dan bagaimana.

6. Sudah direncanakan
Seperti dilansir dari detikcom, tokoh Al-Qaeda dalam persidangan mengatakan bahwa ada 4-5 orang di Malaysia yang merencanakan mengambil kendali pesawat, dan menggunakan bom yang disembunyikan di sepatu untuk membuka pintu ke ruang pilot. Benar atau tidaknya, ini sungguh menarik untuk ditelusuri. 

7. Keinginan terselubung
Sampai saat ini, saya sangat meyakini bahwa ada motif terselubung dibalik peristiwa hilangnya MH370. Di mana begitu banyak keganjilan mengenai pencarian korban, simpang siurnya informasi, paspor palsu yang bisa lolos di bandara internasional sekelas Kuala Lumpur, sampai pada kemungkinan-kemungkinan ada pihak atau sebuah organisasi 'besar' yang bekerja dibelakang layar mengatur kejadian ini untuk tujuan tertentu. Sampai posting ini diturunkan, saya masih mengikuti perkembangan berita di media online tentang hilangnya pesawat ini dimana pencariannya sudah diperluas menuju Samudera Hindia karena diperkirakan pesawat kembali terbang 4 jam setelah dinyatakan hilang dan berbelok ke arah barat.

Oke, kesimpulannya adalah saya berpikir kejadian ini adalah sbuah konspirasi dari sebuah organisasi 'besar' yang meninginkan sesuatu melalui kejadian ini. Semacam tragedi Adam Air, France Air, menara Pentagon, dan banyak peristiwa-peristiwa penting lain di dunia. Kembali lagi bahwa segala yang diciptakan oleh manusia di dunia, tidak akan bisa berjalan lancar tanpa restu dari Tuhan. Dalam kejadian ini, Tuhan membiarkan kita para umat manusia berspekulasi, mereka sebagai dalang dibiarkan menari, tapi suatu saat nanti, sang pencipta akan menunjukkan kuasanya yang Maha, tanpa ada satupun manusia yang mampu melawannya. 
Saya berdoa sedalam-dalamnya agar pesawat MH370 segera ditemukan, terlepas dari seluruh manifes dan awak kapal hidup maupun tidak, saya menyerahkan kepada Tuhan. Karena beliau yang menentukan apa yang harus terjadi pada ciptaannya. Dan hal yang harus kita lakukan adalah menerima dengan ikhlas setiap peristiwa dalam hidup sebagai bagian dari sebuah perjalanan.



- we pray for you, MAS
PYM

sources: www.detik.com www.CNN.com www.google.com

No comments:

Post a Comment