Dear my lovely Sintya,
Aku menulis surat ini untuk kamu. Ingat foto kita diatas? Kira-kira ini tahun 2012 ya? Time flies so fast...
Drama apa yang terakhir kamu tonton, anyways? Aku terakhir menonton The Prime Minister and I tapi belum selesai. Dan akhir-akhir ini aku lagi suka fangirl tentang Nichkhun dan Tiffany. hehehe...
Kamu apa kabar? Body Mist THE BODY SHOP yang aku kasih sudah habis belum? Kalau sudah nanti aku belikan lagi, ya.
Aku sudah dengar kabar 'itu', mang. Aku minta maaf sekali Desember kemarin tidak jadi pulang ke Bali karena suatu alasan (padahal jujur sebenarnya aku juga ingin pulang), dan kamu terus terusan bertanya "mboktu kapan pulang?" Aku cuma bisa jawab, "iya...nanti aku pulang." Beberapa waktu lalu aku dapat kabar 'itu' dan aku tiba-tiba nyesek. Harusnya, di saat-saat terberat kamu seperti itu, aku ada untuk kasih support dan jadi kakak yang baik menemani kamu melalui semua kesedihanmu. Aku sempat terpikir kenapa aku memutuskan untuk ke Jakarta, yang aku tahu setelah aku ke Jakarta, kamu jarang bergaul lagi di rumah karena gak asik kalau gak ada aku (iya nggak? hehe...) Aku seharusnya bisa di Bali, Sabtu-Minggu, atau setiap hari selagi aku bisa, nemenin kamu, nonton drama Korea, download lagu, baca majalah, ngobrolin cowok, masak bareng (aku sekarang sudah bisa masak) dan lain-lain seperti yang kita biasa lakukan. Tapi, maaf sekali lagi, aku ingin mengenal dunia luar, supaya nanti aku pulang, aku bisa ceritakan ke kamu.
Lebih dari apapun, mang. Kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dari awal aku menyayangi kamu dan selalu merasa bertanggung jawab untuk ada di sisi kamu tiap saat (that's why kamu selalu dapet oleh-oleh 'lebih' dari aku. hihihi...)
Aku mau bilang ke kamu, mang, apapun yang terjadi sekarang, dulu aku pernah tanya kan tentang hal 'itu' dan aku gak setuju sama sekali, aku bilang untuk cari jalan lain selain yang 'itu'. Tapi ternyata keadaan nggak bisa kita prediksi, hal 'itu' mau tidak mau harus kamu lakukan walaupun aku tahu, sangat amat tahu, kalau hati kecil kamu berteriak meminta Tuhan untuk menghentikan saja semua ini. Tapi kamu memang benar-benar adikku yang hebat, kamu dengan senyum dan tawa mampu menutupi rasa kecewamu. Demi orangtua, demi kakakk-kakak. Sekarang hal baru sedang kamu hadapi, Tuhan selalu memberikan cobaan yang sesuai dengan kemampuan umatnya. Pasrahkanlah semuanya kepada Beliau, karena aku yakin, semuanya pasti akan baik-baik saja suatu saat nanti. Aku tahu, kok, kamu orang yang kuat. Nafsu makan kamu masih tinggi kan? hehehe...
Apapun kamu, siapapun kamu, aku tidak akan pernah ninggalin kamu, mang. Aku bisa cuek terhadap orang lain, tapi aku sama sekali tidak bisa cuek sama kamu. Jadi, please, jangan pernah merasa sendiri, okay? Kamu punya aku. Percayalah, walaupun kita sekarang jarang komunikasi, tapi aku selalu berdoa ke Tuhan untuk kebaikan kamu. Aku selalu bertanya kepada orang-orang tentang keadaan kamu, tapi kata mereka kamu jarang di rumah. Aku ngerti, kok. Lebih baik kamu mencari ketenangan di luar, kamu lakukan apa hal yang kamu suka, fangirling sampai guling-guling, makan sampai perut kembung. Bebasss...
Doakan aku, bulan Mei aku pulang ke Bali. Aku rencananya akan merayakan ulang tahunku ke-20 di rumah. Aku mau kamu tetap sehat dan tetap ceria, supaya nanti kita bisa rayakan sama-sama. Terakhir kita makan pizza Bagus, kan? Nanti kita masak lagi di rumah. Makanan sehat tentunya, supaya kamu juga bisa makan.
Surat ini aku buat sebagai bentuk permintaan maafku karena aku tidak bisa berada di sisi kamu di saat-saat terberatmu, mang. Tapi aku juga ingin bilang terimakasih, karena kamu satu-satunya orang yang bisa membuatku sangat amat peduli sampai meneteskan air mata. Kamu jauh lebih berharga dari yang lain, mang. Ingat itu. Kamu diberikan cobaan yang belum tentu orang lain bisa dapatkan, dan kamu menerimanya dengan ikhlas dan membuat keputusan yang sangat besar. Adikku Sintya jinjja daebakida! You are truly a great person all over the world. Setiap kamu sedih atau kesepian, please contact me, jangan ragu untuk bercerita padaku tentang hal apapun seperti yang kamu lakukan dulu-dulu. Aku akan sangat bahagia kalau kamu mau terbuka lagi padaku, karena kita manusia gak bisa hidup sendiri, kan? Kalau kamu mau apa untuk dibawakan nanti, kontak saja aku. Pasti akan aku usahakan apapun untuk kamu, karena aku sayang kamu, mang.
Ada satu quote bagus dari Ralph Waldo Emerson, "It is easy to live for others. EVERYBODY DOES. I call on you to live yourselves."
"Mudah memang menjalani hidup seperti orang lain. Karena semua manusia seperti itu. Tapi aku memohon padamu, jalanilah hidupmu sebagaimana dirimu adanya."
I love you to the moon and back.
p.s. ini nomor handphone aku 081239175209, 08174779070.
-your sister.
PYM

No comments:
Post a Comment