Hari ini tanggal 28 Oktober. Kalian masihkah mengingat tahun berapa tepatnya Sumpah Pemuda dikumandangkan? Bahasa sederhananya, lahir. Lupa? Bagus, berarti ada banyak hal yang kalian pikirkan selama hidup di dunia, ini menujukkan otak yang sehat. Saya akan mengingatkan kembali bahwa Sumpah Pemuda dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Saya tidak akan lebih lanjut flashback tentang bagaimana awal mula Sumpah Pemuda lahir karena itu sudah tercetak rapi di buku Sejarah SMP. Tugas kita adalah.....
1. Menjadikan hari ini sebagai hari spesial. Komitmen diri harus di mulai dari sekarang untuk tahun-tahun berikutnya. Kenapa spesial? Karena kita masih muda, dan orang-orang jaman dahulu memberikan kita hadiah sebagai bentuk rasa bangga kita menjadi anak muda yang sehat, cerdas, cantik, ganteng, gaul, cinta lingkungan, kritis, dan banyak kosakata positif lainnya. Korea saja merayakan hari jomblo dengan bangga, kenapa kita tidak bangga merayakan hari pemuda, yang notabene lebih keren?
2. Seperti gambar bunga diatas. Masa muda adalah masanya berkembang. Kita lahir ke dunia mengikuti fase-fase alamiah dan bermetamorfosis menjadi seorang pemuda. Bunga yang memiliki warna, dan bau cemerlang tentu saja hasil dari perawatan si pemilik yang maksimal. Begitupun kita. Pemuda yang karismatik dan cerdas adalah hasil dari didikan orangtua serta lingkungan dan pola pikir yang benar dari diri sendiri. Begitu analoginya.
3. Sumpah Pemuda saya rasa dewasa ini tidak terlalu dimaknai serius oleh generasi muda kita. Muncul pertanyaan 'kenapa?'. Berhubung saya juga anak muda, saya akan memberikan pandangan dari sisi 'pemuda'. Daripada bersibuk-sibuk diri update status facebook atau kultwit tentang Sumpah Pemuda, lebih baik berkutat pada tugas dan gadget. Toh, tidak ada pengaruhnya jika hanya kita yang tidak heboh. Bumi tetap berotasi, Indonesia tetap merdeka, 1 orang tidak mengubah nasib jutaan orang. Pola pikir inilah yang sedikit, bukan, SEGERA harus dirubah. Bagaimana mungkin, kita (lo, gue) begitu cueknya terhadap masa depan bangsa ini. Saat ini ada dua typical generasi muda. 1. mengutamakan pendidikan tinggi, mengeksplorasi diri, membuka mata terhadap perkembangan dunia demi bekal mereka menjadi pemimpin di masa depan. 2. tipikal ini asyik sendiri dengan bagaimana penampilannya di muka umum, menomor sekiankan pendidikan formal maupun informal, tidak membuka diri terhadap perkembangan dunia-Korea Utara sudah mengembangkan nuklir, tapi kita sibuk berkutat dengan pasangan yang ngambek, Amerika dan Suriah terus memanas, Israel dan Pakistan bergejolak- apakah kalian peduli terhadap isu-isu tersebut? merusak diri-NARKOBA, dan segala perilaku sosial menyimpang lainnya yang bertentangan dengan norma.
Sangat mudah menemukan generasi muda tipe 2. Dari skala 1 sampai 10, saya rasa hanya 4 yang masuk dalam kategori pemuda tipe 1.
Siapa yang bertugas merubah mental para generasi muda ini?
ORANG TUA. Pola asuh orang tua menduduki peringkat pertama dari pembentukan karakter seseorang dan membawa mereka siap menjadi seorang pemuda-pemudi yang berani, cakap, cerdas dan berbudi pekerti luhur. Bahasa sederhananya, kalau belum siap menjadi orangtua, daripada kita membebani anak-anak kita suatu saat nanti, lebih baik isi diri dulu sampai penuh dengan pengetahuan dan wawasan. Saya ingat quote keren dari Dian Sastro "Ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas."
Pemuda-pemudi di Indonesia ini sangat banyak jumlahnya. Ada begitu banyak kelompok-kelompok sosial yang di bentuk oleh mereka yang bertujuan mensejahterakan Bangsa. Ada beberapa yang saya tahu memfokuskan diri pada berbagai bidang dan mereka concern di sana. Misalnya, komunitas pecinta alam. Pemuda-pemudi ini dengan aktif menjelajah berbagai pelosok di Indonesia untuk mengeksplorasi kekayaan tanah air sekaligus berkomitmen menjaga lingkungan. Yang saya harapkan, ini menjadikan pemuda-pemudi lain di seluruh Indonesia merasa terinspirasi dan ikut bergerak membentuk kelompok-kelompok kecil mereka yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa dan memajukan Indonesia dari segala aspek. Lalu, apa kontribusi saya? Saya menyumbangkan ide-ide saya melalui tulisan dan mendukung karya sastra generasi muda Indonesia dengan rutin membeli buku-buku karya anak Bangsa. Simpel tapi bermakna, bukan? Mungkin bagi kalian biasa, tapi saya memaknainya dengan luar biasa. Saya tentu tidak akan tinggal diam. Ada banyak hal yang ingin saya sumbangkan terhadap Bangsa ini. Tapi, pertama-tama, saya ingin memenuhi kepala saya dengan pengalaman, agar beberapa tahun ke depan saya siap mental, jasmani dan rohani, untuk memimpin Indonesia bersama teman-teman pemuda-pemudi sekalian. Mulai sekarang, apapun, dari hal kecil, jangan pernah berpikir bahwa usaha kalian tidak akan berpengaruh atau tidak mengubah apapun. Apapun usaha yang kalian lakukan, seberapapun kecilnya itu menurut kalian, jika memiliki tujuan untuk membuat Indonesia ini menuju kemajuan, akan memiliki arti sangat amat besar bagi Bangsa Indonesia. Buatlah Soekarno , Moh. Hatta, Kakek-Nenek, dan alam semesta bangga, karena melahirkan generasi muda yang hebat dan tangguh seperti kita.
-Salam "Sumpah, saya masih muda!"
PYM


.png)
