April 27, 2015

The Unconsciousness Of Humans

Have a blessed monday morning. Yesterday, when I was on the way to the mall, I was thinking over about how complicated people are. I mean, our mind as well. We could be very opened and awkward at the same moments. What is it? Don't you ever think about these? When we were young we say this, then get older we've changed everything. Or even the worst part that we were not meant to be. This set of problems about how people easily lose their consciousness (exactly the words and attitudes) and it is getting uncontrolable.
I remember last time I met someone that taught me everything about being sincere, relinquish, consistent, and all. He told a very good story about Mahatma Gandhi, I did not know if he just stringing about it or even not. Here it is...

Long time ago, there was a mother came to Gandhi while she crying and asked Gandhi to tell her son to not eating salt. Because her son was caught by ill and he did not allowed to eat salt or he could be died. Unfortunately, Gandhi said, "You can go home now, mother..." "Why, how could you tell me to go home? I was through a long way to get here in your place. I need you to tell my son, or he is gonna die." The mother was screaming to Gandhi. Gandhi answered back. "You can come over next week and I'll help you. I promise. But now, I can not help you at all." The mother had go back to her house while crying. And then, a week later, the mother came to Gandhi's house again and asked him to help about her son. "My son is just getting worst day by day, please help me. He can not heard me to not eating salt. What should I do, Gandhi?" Gandhi quietly said, "I'll help you. The only reason why I ordered you to go back home last week is because I can not help your son to NOT eating salt, while I am still eating that though. These week I am trying to not eating salt and now I have the power to tell your son. Let's go to your house, mother." The mother was staring at him and it knocked her heart a lot.

Do you understand about the story I tell about?
Humans nowadays are getting loose control of being 'human'. We forgot about who we are, and why we live here. We need to be more consistent on the track that we walked in. What is that? Love, caring, emphaty, relinquish, sincere, friendly, and everything that we have to do as the human being. The real human beings. What we found now that we are looking for competition. How can I be the more than you, how can you get richest than I am, why you can have that but I ain't, all those stuffs. We forgot our parents, our siblings, the environments, our Lord, just because we focusing on competition to each others. Get it?

C'mon my lovely friends, we were not born as competitor, we are family, all of us. Not only just you and me. Let's just forget about being number one, the most important is how can we get into someplace together without bringing down another. Forget all the matters, forgiving, apologizing, open up our minds for what we are tomorrow not yesterday.

Slightly, I do something for my own, like I won't angry, keep straightforward when give and get something, I always pray, loving childrens and surround, I just trying to be happy for who I am, not what they want me to be. This is very important, if you act like somebody to make they happy, and you are not, then stop it. You have to make your own story, if people dislike you for what have you been, just let them be. You keep on going. All of us can found our consciousness, if only we loving our self, caring to each others, stop complaining, forget the competition, and welcome to the real humans empire!




Prani

April 09, 2015

YKS (Yuk Kamu Senyum)

'Cause the players gonna play, play, play, play, play
And the haters gonna hate, hate, hate, hate, hate
Baby, I'm just gonna shake, shake, shake, shake, shake
I shake it off, I shake it off
Heart-breakers gonna break, break, break, break, break
And the fakers gonna fake, fake, fake, fake, fake
Baby, I'm just gonna shake, shake, shake, shake, shake
I shake it off, I shake it off...."


Dear all of my haters,
Semoga kamu menyukai lagu di atas dan mulai sedikit menghayati liriknya. Aku tahu dunia ini dipenuhi oleh beribu juta hal yang sulit dimengerti, dan rupanya yang tidak kuketahui adalah mereka yang sangat tidak menyukaiku. *entah walaupun salah eikh apa ya bok*
Aku ingin mengucapkan terimakasih untuk beberapa orang yang tidak kukenal tetapi begitu sibuk ingin mengusik hidupku. You are all awesome!  Dengan berbagai macam kepentingan kalian semua begitu indahnya mulai merancang sebuah skenario untuk jalan hidupku. Walaupun secara profesional akulah si penulis skenario, tetapi orang lain rupanya melakukan hal yang sama. Teruslah membenciku dan membuat berbagai macam cerita terhadapku. Untuk menjatuhkan, atau bisa jadi untuk mendukungku, atau membuktikan sifat burukku dan sebagainya. Aku akan menerima dengan senang hati kicauan dari kalian. Jika aku memang pernah berbuat salah terhadap kalian (yang tentu saja aku yakin TIDAK pernah melakukannya) tolong bukakan pintu maafnya, tetapi jika tidak, tetaplah gunakan hati kalian untuk membenciku. Karena itu adalah sebuah obat untuk menyehatkan tubuhmu dari rasa sakit terhadap diriku. 
Tapi tersenyumlah...
Dan tanya diri kalian sendiri, pantaskah kalian bersikap menguasai hidup orang lain? Pantaskah kalian mengecam hidup orang lain karena kalian tidak setuju dengan pilihan mereka? Kalau kalian dihadapkan pada posisi seperti itu, apakah kalian akan menerimanya dengan mudah? Aku bersyukur setidaknya walaupun usiaku masih sangat muda, tetapi aku memiliki pengalaman hidup yang jauh lebih banyak daripada kalian. Aku tidak ingin melelahkan diriku untuk mengurusi hidup orang lain sehingga aku melupakan hidupku sendiri. This is life. There is always be the winner and absolutely the loser. Percayalah bahwa kebahagiaan akan datang jika kita bisa menjalani hidup ini dengan damai, bukan dengan sikap iri, dengki, dan arogan. Tenang, aku tidak pernah ingin menyimpan rasa marah, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintai kalian semua, dan maukah kalian menjadi sahabatku?
Semoga hidup kalian indah, karena aku selalu mendoakan. Dan aku memiliki sejuta hal indah untuk kuceritakan dan tentu saja hidup yang bahagia untuk aku bagikan. Semoga kita selalu sehat!
^^
Praniyoga

April 01, 2015

Mencari Motivasi

Begitu sulitkah memotovasi diri sendiri? Tidak terlihat semenarik memberikan nasehat pada orang lain. Bener gak?

Entah hanya saya atau mungkin semua orang juga memiliki perasaan yang sama, tetapi jika kita dimintai pendapat oleh orang lain terhadap masalah mereka, biasanya kita jadi mendadak wiseful dan paham betul jawaban dari persoalan mereka. Berbagai macam permasalahan mendadak mudah di depan kita, finansial, percintaan, family problems, Everything just going so easier and easier... Apalagi saat pendapat kita dijadikan panutan oleh mereka yang meminta pertolongan pencerahan terhadap kita. Feels like we were born as Goddess, weren't we? 
Okay, kita ubah kondisi saat sekian permasalan diatas bergerak menemui kita. Terkadang kita berpikir bahwa, "ah, kayaknya masalah gue sama si A sama, deh." Lalu beberapa saat kemudian kita berpikir ulang, "Ah, ini beda. Punya gue lebih berat dari masalah dia. Gila, stres. Gue harus gimana nihhhh..." Dan pada akhirnya kita uring-uringan tapi gengsi untuk bercerita pada orang lain. 

Harus gimana, dong?

Faktor terbesar kenapa kita tidak mudah terbuka dengan orang lain untuk membagikan keluh kesah adalah rasa takut, rasa malu, rasa khawatir, dan berbagai macam rasa-rasa yang menyebabkan hati tidak tenang lainnya. Wajar sekali, sifat alamiah manusia memang seperti itu. Tergantung dari pribadi masing-masing, karena kita, toh, tidak memiliki kondisi psikologis yang sama. Kemana perginya sifat bijaksana kita saat menasehati orang lain? Kenapa saat kita dirundung masalah, otak mendadak beku? Hahaha... simple saja, secara tidak sadar sebenarnya di saat kita dihadapi pada sebuah masalah atau situasi di mana kita membutuhkan dukungan dari diri sendiri melebihi dari siapapun orang di sekitar kita, bersamaan dengan itu, otak kita secara otomatis sudah memikirkan solusinya. Jalan keluar dari permasalahan ini sudah jelas garis merahnya di kepala kita, tapi kembali lagi, rasa takut, rasa malu, rasa khawatir dan berbagai pertimbangan lain akhirnya menutupi solusi tersebut dan akhirnya membuat kita frustasi alias galau. Maka muncullah istilah dari para ahli yaitu sahabat terbaik seseorang justru adalah dirinya sendiri. Jadi, kuncinya, jika kita dihadapkan pada sebuah persoalan yang rumit, entah urusan kantor atau pribadi, cobalah untuk fokus pada pemecahan masalahnya tanpa memikirkan perasaan negatif yang akan menutupi jalan keluarnya. Semoga berhasil!






Prani