Semua orang pasti punya rasa penasaran terhadap suatu hal. Entah apapun itu, tapi aku pun memiliki rasa penasaran yang tidak bisa terbendung tentang ilmu ketuhanan. Semenjak usiaku 18 tahun, sampai detik ini, aku banyak membaca tentang agama dan spiritual, tapi tidak begitu banyak menjawab rasa penasaranku. Mungkin bagi mereka yang sudah pernah mengalami situasi sulit dalam hidup akan bertanya "dimana Tuhan?" begitu pula diriku. Ada fase di mana hidup kita akan mengalami goncangan emosi dan putus asa, tapi kenapa kita mampu bertahan dan menerobos kesakitan itu? Apakah karena muksizat Tuhan? Ataukah ini pengaruh dari hukum yang berlaku di alam semesta?
Sebagai manusia yang terlahir di agama Hindu dengan rutinitas menjalankan ritual untuk para dewa, otak kiriku mencerna bahwa bentuk dari penghormatan terhadap dewa ini hanyalah sebagai simbol untuk menunjukkan kepedulian kita pada alam semesta. Karena para dewa selalu mempunyai bidang kesukaan mereka, misal, Dewa Surya adalah penguasa matahari, atau Dewa Brahma adalah penguasa api. Lalu, apakah mereka ini Tuhan? otak kananku seperti mengajak untuk berdebat. Karena, diceritakan Tuhan memiliki posisi lebih tinggi dai para dewa sendiri. Atau bahasa lainnya, Tuhan adalah ketuanya para dewa. Yeah, terdengar rumit, tapi begitulah yang diajarkan oleh agamaku selama ini. Aku banyak membaca buku tentang agama yang berkaitan dengan sentuhan spiritual, mungkin keterikatan yang kurasakan lebih daripada aku memeluk sebuah agama. Ya, aku terikat secara spiritual kepada sosok Tuhan. Seperti memiliki teman dunia maya, yang bisa mengerti segala situasi dan mampu melakukan apa yang kita mau. Tapi, selalu ada kejanggalan dalam setiap kesimpulan yang coba ku ambil tentang pengertianku terhadap Ketuhanan. Seperti, mungkinkah kita dikendalikan oleh Tuhan dari atas sana, memberikan kita kebahagiaan, garis hidup, duka lara, ataukah itu semua hukum alam yang semata-mata memang normal terjadi di semesta ini?
Mungkin kegalauanku terhadap siapa Tuhan akan terjawab setelah nanti aku mendapatkan ilham dari perjalanan hidup, yang tentu saja tidak bisa kutebak. Seperti kotak misteri. Ya, mungkin seperti itu...
Tapi untuk saat ini, kubiarkan diriku percaya terhadap keebradaan Tuhan karena itu membuatku lebih nyaman dalam menjalankan hari-hariku. Seperti merasa ada yang memujiku jika diriku berbuat baik, dan menegurku jika aku ingin melakukan hal buruk. Padahal kendali itu semua ada di dalam diriku, bukan Tuhan yang secara nyata berbisik di telingaku. Tapi, ada beberapa pengalaman yang kualami seperti memperkuat keyakinanku akan adanya Tuhan, sekaligus membuatku menarik diri, berpikir segala ketidak mungkinan yang mungkin saja terjadi. Hanya melalui buku aku mampu untuk menuntaskan rasa penasaran terhadap perjalanan hidup-spiritualisme-agama dan kemanusiaan. Mungkin aku harus lebih banyak membaca untuk menemukan apa dan siapa Tuhan sebenarnya....