January 18, 2019

Hi, 2019!

Selamat Tahun Baru.....
Meskipun ini sudah pertengahan januari menuju februari, but wait, minggu depan sudah februari? Seriously? Kalian merasa tidak kalau belakangan ini waktu sangat cepat berlalu, hari demi hari, bulan silih berganti, dan sekarang kita sudah sampai di 2019. I was born in 1994, dan aku sudah melalui 24 tahun hidupku. Sungguh luar biasa!

Ada banyak pelajaran di awal tahun ini yang bisa kujadikan bahan untuk berbagi di sini. Karena pengalamanku selama dua minggu belakangan ini cukup membuat pikiranku tersita, yes, resolusi. Setiap tahun kita selalu struggle dengan resolusi dan achievement. Setelah menjalani 2018 dengan penuh lika liku, hamil, melahirkan, merawat anak, menjadi ibu, pergi ke tempat baru, mengalami kegagalan, anakku masuk rumah sakit sampai kami terpaksa batal liburan natal tahun baru, dan banyak hal yang terjadi, di tahun yang baru ini resolusiku adalah menikmati hidup.

Yes, menikmati hidup. Mungkin kalian membacanya dengan cibiran, 'iyadeh hidupmu enak, lah aku?' tenang, maksudku menikmati hidup disini adalah aku ingin lebih bersyukur terhadap setiap kondisi hidupku. Apapun itu, baik dalam suka maupun duka (dah kek janji pernikahan aja wkwk), but that's what I feel about. Aku ingin lebih bersyukur lagi dari sebelumnya, meskipun awal tahun 2019 ku bisa dikatakan cukup berat, tapi aku merasa bahagia, karena dengan munculnya masalah aku bisa belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih tenang, lebih rasional dan lebih bersyukur untuk hal-hal kecil yang sudah Tuhan berikan untukku dan keluarga kecilku. 

Aku tentu saja memiliki banyak keinginan yang ingin dicapai, dan ada beberapa hal di tahun 2018 yang masih kubawa sampai 2019 yang masih belum bisa kurealisasikan, begitu banyak. Tapi, aku tidak mau terfokus untukmemikirkan apa yang belum terjadi, sampai lupa untuk menikmati apa yang ada di depan mataku. Meskipun tidak semua hal bisa kunikmati dengan bahagia karena suka dan duka selalu berjalan beriringan, tapi aku ingin belajar menjadi manusia yang dewasa dan bijaksana. 

Hal terpenting yang kusyukuri masih kumiliki di tahun ini adalah kesehatan. Sungguh, tidak ada hal yang bisa digantikan oleh kesehatan. Uang sekalipun, memang benar, tidak semudah yang dituliskan, tetapi aku ingin lebih menjaga kesehatanku, mengurangi makanan enak yang merusak tubuh, aku akan jadikan anakku sebagai motivasi untukku jadi lebih sehat dan kuat. Kuharap kalian semua juga bisa lebih menjaga kesehatan di tahun ini, karena tanpa kesehatan, kehidupan tidak akan berjalan sesuai harapan.


January, 18th