Masa pemilu sudah semakin dekat dan berbagai kalangan berlomba-lomba untuk menyerukan aspirasi mereka dalam berpendapat. Beberapa waktu lalu, saya diundang oleh seorang teman untuk masuk di sebuah forum khusus tentang pemilu. Saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam forum tersebut, namun, memang pada dasarnya jiwa kepo saya cukup tinggi, saya mengendap-endap masuk dan membuka artikel-artikel politik. Isinya? Saling menjatuhkan si Owo dan si Owi. Artikel yang dimuat beberapa saya baca mengandung unsur provokatif yang kalau tidak pintar difilter, akan membahayakan mental. Kenapa saya bisa bicara seperti ini? Karena, saat ini kecenderungan orang-orang untuk membicarakan politik dalam situasi apapun. Ibu-ibu arisan, anak SMA nongkrong di sevel, bapak-bapak meeting, kang bakso dan teman-temannya, setiap elemen masyarakat membicarakan mengenai politik. Saling mengetes kemampuan mereka untuk mempersuasi lawan bicara bahwa pilihannya lah yang paling tepat untuk jadi orang nomor satu di Republik ini. Masalahnya bukan di situ, setiap warga negara berhak untuk menyuarakan pendapatnya dan itu diatur dalam Undang-Undang, tapi yang jadi permasalahan di sini adalah, mereka yang menjadikan politik sebagai wadah untuk mengacaukan demokrasi justru sukses mencekoki masyarakat dengan pemberitaan yang kebenarannya belum bisa dibuktikan 100%. Masyarakat akan terpengaruh untuk saling beradu argumen, berkata kasar, saling menjatuhkan, yang justru ditakutkan akan mengancam keamanan pemilu. Bukan saya mengaharpkan hal buruk sampai terjadi, tetapi, jika secara terus-menerus provokator ini menyulut emosi masyarakat, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi bisa kebalikannya.
Intinya adalah, kita sebagai masyarakat yang sudah diberikan keleluasaan untuk berkembang di negara Republik Indonesia ini, mari kita sama-sama menjaga ketertiban pemilu, cara kita memberikan penilaian terhadap calon kandidat bukan dengan menjatuhkan mereka, tapi kita cari tahu latar belakang atau track record dari si Owo dan si Owi. Saya pribadi, lebih memilih untuk mencari tahu latar belakang calon pemimpin ini melalui wikipedia atau google. Tentang karirnya di masa lalu, visi dan misi, serta pola interaksinya dengan rakyat seperti apa. Jangan mengkambing-hitamkan politik, karena politik adalah sebuah sistem yang dipakai oleh semua umat di muka bumi ini, para penggerak sistem inilah yang harus memiliki jiwa sosial yang tinggi agar tidak menyalahi aturan dan malah menjadi boomerang untuk dirinya sendiri dan masyarakat luas dan negara tentunya.
1 ataupun 2 adalah hak kita setiap warga negara untuk memilih. Ingat, pemilu itu bersifat jujur dan adil. Berikan contoh kepada generasi di bawah kita untuk cerdas dalam menyikapi isu pemilu. Jangan sampai kerusuhan pada tahun 1999 terulang kembali.
“Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan.”
― Tere Liye, Negeri Di Ujung Tanduk
― Tere Liye, Negeri Di Ujung Tanduk
BIOGRAFI
Prabowo Subianto merupakan mantan Danjen Kopassus, pengusaha dan politisi. Prabowo juga politikus dari partai Gerindra. Pada pemilihan umum tahun 2009, ia dipilih sebagai wakil dari capres Megawati Soekarnoputri namun ia harus bersabar karena kemenangan masih belum berpihak.
Prabowo berasal dari keluarga ilmuwan. Kakeknya, Margono Djojohadikusumo, merupakan pendiri Bank Negara Indonesia, pemimpin pertama Dewan Pertimbangan Agung Sementara, dan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang merupakan ahli ekonomi dulu dipercaya Presiden Soeharto untuk menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Prabowo menikahi anak Soeharto yang bernama Siti Hediati Hariyadi pada tahun 1983.
Prabowo pernah mengenyam pendidikan di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970 dan lulus pada tahun 1974. Selama karir militernya, ia berjasa dalam sebuah operasi melawan Gerakan Papua Merdeka. Ia membebaskan 12 peneliti yang sedang melakukan ekspedisi, 5 di antaranya adalah warga negara Indonesia.
Nama Prabowo sering dikaitkan dengan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Mulai dari tudingan bahwa dialah dalang (mastermind) dari serangkaian aksi penculikan para aktivis penembakan mahasiswa Trisakti, penyulut kerusuhan Mei 1998, hingga menerabas ke isu seputar klik dan intrik di kalangan elite ABRI. Mulai dari tudingan adanya "pertemuan konspirasi" di Markas Kostrad pada 14 Mei 1998, tuduhan hendak melakukan kudeta yang dikaitkan dengan isu "pengepungan" kediaman Presiden B.J. Habibie oleh pasukan Kostrad dan Kopassus, sampai ke pembeberan sifat-sifat pribadinya.
Selain karir politik dan militernya, Prabowo juga memiliki sebuah bisnis bersama saudaranya di Mangkajang, Kalimantan Timur. Ia kini tercatat memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan yang dipimpinnya meliputi Nusantara Energy (perusahaan minyak, gas alam dan batu bara), Tidar Kerinci Agung (minyak kelapa), dan Jaladri Nusantara (industri perikanan).
Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia.
Dalam pemilu tahun 2009, Prabowo tercatat sebagai calon presiden-wakil presiden terkaya yang memiliki nilai kekayaan hingga 1,5 trilyun rupiah dan 7.5 milyar dollar Amerika.
Prabowo Subianto terpilih sebagai kandidat calon presiden untuk putaran pemilu 2014, Dengan menggandeng Hatta Rajasa sebagai calon wakil presidennya. Pasangan dengan nomor urut satu ini menghadapi pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada tanggal 9 Juli 2014.
profil.merdeka.com
BIOGRAFI
Nama Joko Widodo mulai menjadi sorotan ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta. Awalnya publik menyangsikan kemampuan pengusaha mebel ini untuk memimpin dan mengembangkan kota Surakarta, namun beberapa perubahan penting yang dibuat untuk membangun Surakarta di tahun pertama kepemimpinannya menepis keraguan ini.
Diawali dengan branding, di bawah kepemimpinan Jokowi kota Surakarta atau yang sering disebut dengan Solo punya slogan 'Solo: The Spirit of Java' yang mendasari semangat warga Solo untuk mengembangkan kotanya. Ini bukan sekedar branding, sejak tahun 2006 lalu kota Surakarta telah menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia. Dengan keanggotaan tersebut, di tahun berikutnya (2007) Solo menjadi tempat Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di Benteng Vastenburg. Penyelenggaraan event ini membawa misi penyelamatan situs bersejarah karena benteng tersebut terancam akan digusur untuk kepentingan bisnis. Bahkan tahun 2008, Solo menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi Organisasi Kota-kota Warisan Dunia ini.
Proses relokasi pedagang barang bekas yang biasanya selalu diwarnai dengan penolakan dan protes bisa dilakukan Jokowi dengan baik karena komunikasi yang langsung dan jelas dijalin dengan masyarakat. Salah satu bentuk komunikasi tersebut adalah melalui saluran televisi lokal di mana masyarakat bisa langsung berinteraksi dengan walikotanya. Masalah lahan hijau juga menjadi perhatian Jokowi, relokasi pedagang barang bekas tersebut juga dilakukan dalam rangka revitalisasi lahan hijau di kota Solo.
Langkah besar lain yang diambil oleh Jokowi adalah menetapkan persyaratan bagi para investor untuk memperhatikan kepentingan publik dan tidak segan untuk menolak mereka jika tidak bisa mengikuti peraturan yang ada dalam kepemimpinan Jokowi. Nama Surakarta kembali menjadi perbincangan ketika para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo ini berhasil merakit mobil yang diberi nama Esemka. Jokowi sangat mendukung hasil yang membanggakan ini dengan ikut mengendarai mobil Esemka tersebut.
Untuk prestasinya ini Jokowi kemudian mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakilnya. Mereka berdua menjadi pasangan calon gubernur yang paling kuat berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan di hari pemilihan (Rabu, 11 Juli 2012), dan menjadi cagub yang paling banyak disoroti dalam Pilgub DKI 2012 ini. Namun demikian pencalonan Jokowi diwarnai dengan isu SARA yang dikeluarkan oleh Rhoma Irama dalam ceramahnya di Masjid Al'Isra Tanjung Duren Jakarta Barat. Dalam kesempatan itu, Rhoma Irama mengimbau warga agar memilih pemimpin yang seiman, dan beliau menyebutkan bahwa ibu Jokowi adalah seorang non-muslim. Pernyataan ini menuai protes keras dari publik hingga Panwaslu DKI melakukan pemeriksaan atas Rhoma Irama atas dugaan menyebarkan isu SARA.
Hasil dari kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berhasil mengambil hati masyarakat. Kini ia maju sebagai calon presiden sebagai kandidat dari PDIP dan menggandeng Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya dengan nomor urut dua. Melawan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto dengan wakilnya Hatta Rajasa.
Riset dan analisa oleh Somya Samita
profil.merdeka.com
Sukseskan Pemilu 9 Juli 2014, pilih berdasarkan hati nurani. 1 untuk 5 tahun.
Salam...
PYM

