December 31, 2013

Penikmat Waktu...

Sudah lama semenjak terakhir kali saya memposting tulisan ke dalam blog ini. Beberapa waktu lalu, blog saya ini sempat mengalami gangguan karena ada pihak yang memblokir akun ini. Namun, dengan kemampuan saya, akhirnya akun ini bisa kembali menjadi milik saya. Ada banyak hal yang ingin saya ungkapkan di sini, saya hiatus untuk menulis di sini selama lebih dari 1 bulan lamanya. Kita mulai dari mana ya?


Kembali saya ingin mem-flash back waktu di saat akhir November di mana wabah hepatitis A menyerang kawasan sekitar saya dan bahkan menyerang orang terdekat saya. Karena memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit seperti itu (ayah saya meninggal karena Hepatitis) perasaan saya was was. Bukan saya takut untuk sakit atau bagaimana, tapi jika saya harus tertular di saat jauh dari keluarga agak ribet juga, kan. Pengalaman saya sakit cacar saja sudah sangat amat cukup merepotkan. Tapi syukurnya saya baik-baik saja dan tidak tertular.



Cerita berlanjut saat awal Desember. Yaitu kedua desain saya (rok) segera masuk produksi. Saya sudah sejak lama mendesain berbagai macam mulai dari baju, kebaya, hingga dress formal yang saya fokuskan materialnya etnik-klasik. Berhubung teman saya di Bali juga memberikan jalan yang sangat mudah bagi saya agar gambar-gambar saya bisa terealisasikan, maka mulai dari pemilihan bahan, pengukuran, dan materi desainnya sendiri saya selesaikan di Jakarta, namun untuk proses produksinya saya serahkan kepada teman saya di Bali. Cukup membanggakan.



Kita bergerak lagi sekarang menuju tanggal 21 Desember. Saya mengikuti pelatihan presenter yang diadakan oleh suatu Badan yang bekerjasama dengan RCTI. Sebenarnya ada banyak cerita di sini, namun saya akan menyingkat saja agar tidak terlalu panjang (capek bo, ngetiknya). Saya menggunakan pakaian rapi dari rumah, kemeja, rok yang saya desain sendiri (bangga haha). Dari awal saya mengikuti acara ini, saya sudah bertemu dengan fate saya. Hahaha well, saya bertemu dengan teman yang amat sangat cocok dengan saya. Kami membicarakan berbagai macam hal selama pelatihan itu berlangsung. Dan malam harinya kami tidur di kamar hotel yang sama dan saya juga sempat membacakan tarot untuknya. Saya mendapatkan banyak teman saat itu. Dan pada tanggal 22 saya mengikuti audisi, syukurnya saya lolos untuk menjadi presenter tv program religi. hehehe.....


Lanjut lagi, saya bertemu dengan beberapa teman lama saya selagi saya memiliki kesempatan untuk bertemu. Banyak hal yang kami bicarakan, banyak hal yang kami bagi. Dan saya sempat mendapatkan masalah kecil tentang itu. Tapi saya baik-baik saja dan berusaha untuk tetap baik-baik saja. hehehe...



Saat saya memposting tulisan ini, saya sedang duduk mendengarkan musik dan memikirkan apa yang telah saya lakukan selama setahun terakhir ini. Berbagai peristiwa which unexpected for my whole life came to me. Saya mendapatkan berbagai kesempatan dan berbagai rejeki serta limpahan kasih sayang dari orang-orang terdekat saya. Pada akhir 2012 saya memiliki beberapa resolusi, 80% resolusi saya tercapai, sisanya belum. Terkadang kita harus memiliki passion terhadap hidup, tapi di saat tertentu kita harus mengalir seperti dan menyerahkan segala jalan kehidupan pada Tuhan. Menjadi orang yang semakin bijaksana atau menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah resolusi basi yang sudah lama saya tinggalkan. Hidup ini bukan hanya sekedar resolusi. Beberapa orang terkadang memaknai hidup mereka terlalu berat, dan terlalu ingin mencitrai diri bahwa merekalah yang memiliki jalur kehidupan paling baik dan benar. Satu yang dilupakan adalah Tuhan menciptakan kita dengan masing-masing jalan kehidupan yang berbeda. Memang kita manusia terlahir sebagai makhluk sosial, tetapi balik lagi bahwa segala keputusan dalam hidup adalah berdasarkan kuasa diri kita sendiri. Jika kita membicarakan porsi sebagai manusia, banyak hal di dunia ini masih harus kita pelajari dan gali. Setiap waktu yang kita miliki, habiskan dengan melalukan hal yang tidak biasa. Benar atau salah jalani saja. Baik atau buruk lakukan saja. Asal tidak bertindak kriminal terhadap suatu kepentingan tertentu. Satu kesedihan akhir tahun adalah saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga untuk menikmati momen-momen bersama tahun baru. Inilah apa yang saya maksud out of rutinity. Tidak semua hal dalam hidup suka saya definisikan. Saya melaluinya dan meninggalkannya dibelakang. Tahun 2013 menjadi tahun pembelajaran bagi saya. Tahun di mana saya lalui dengan sukses tanpa suatu kendala berarti. Hidup adalah sebatas bagaimana kita menjalaninya. Bagaimana kita survive di dalamnya. Kembali lagi Tuhanlah yang memutuskan jalan apa yang harus kita lalui. Untuk tahun 2014, saya meramalkan dengan kartu tarot saya bahwa akan menjadi tahun yang penuh gejolak, terobosan, dan pergerakan yang tanpa henti dalam berbagai hal. Kunci utama untuk bisa survive di tahun depan adalah cerdas, bijaksana, konsisten, dan manfaatkan waktu yang kita punya. Happy New Year!!! 




-WORLD occupant.
PYM

December 23, 2013